<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697</id><updated>2012-02-03T00:22:00.936+08:00</updated><title type='text'>Soal Jawab Agama Pekerjaan Dan Kewangan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>171</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4885927402681900849</id><published>2011-04-10T13:49:00.000+08:00</published><updated>2011-04-10T13:49:10.523+08:00</updated><title type='text'>Kaedah Nabi SAW Memulakan Perniagaan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Postby Syahz »&lt;br /&gt;:salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sy ingin bertanya, adakah kaedah atau petua yang Rasulullah SAW lakukan untuk memulakan sesuatu perniagaan?Contohnya seperti solat hajat atau istiqorah minta petunjuk daripada Allah SWT. Harap dapat kemukakan dalil al-Quran atau/dan hadis yang sahih, InsyaAllah. Terima kasih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************************************&lt;br /&gt;Postby kamin »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumusalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami makan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, InSyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :saw merupakan Insan Agong yang diutuskan agar manusia menjadikan dia sebagai contoh ikutan yang baik. Salah satu aktiviti keduniaan yang Nabi terlibat adalah didalam bidang perniagaan. Malah Nabi :saw merupakan seorang peniaga yang baik sebelum baginda menerima wahyu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada petua khas didalam amalan spiritual Nabi :saw didalam memulakan perniagaan, akan tetapi wujud hadith-hadith yang umum yang menjelaskan do'a-do'a yang boleh dibaca ketika menghadapi kesulitan, ketika membayar hutang, ketika menerima sesuatu yang disukai, dan sebagainya. (sila lihat buku Hishnul Muslim, karangan Dr Saed Ali Wahf al-Qahthani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda juga menganjurkan agar seseorang Islam itu melakukan Solat Dhuha, Solat Istikharah, dsb. Amalan di anjurkan kepada semua orang Islam tidak kira samada dia peniaga, pedagang, pegawai kerajaan, atau apa-apa pekerjaan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua anjuran ini disamping meningkatkan hubungan diantara manusia dan Allah swt, ia juga membentuk kekuatan spiritual seorang insan. Namun demikian, wujud amalan perniagaan yang disentuh secara direct didalam al-Quran dan sunnah. Amalan-amalan boleh dikategorikan sebagai "etika perniagaan didalam Islam". Diantara etikanya :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Perniaga yang amanah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menipu, jujur dalam berniaga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak memanipulasikan harga, dengan cari menimbunkan barang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak melakukan promosi berlebihan, bersumpah, dsb&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Berikut kami paparkan sebuah artikel baik yang menjelaskan etika perniagaan yang dia dianjurkan didalam Islam menurut perspektif al-Quran dan Hadith Nabi :saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding-left: 30px; color: green;"&gt;Islam memang menghalalkan usaha perdagangan, perniagaan dan atau jual beli. Namun tentu saja untuk orang yang menjalankan usaha perdagangan secara Islam, dituntut menggunakan tata cara khusus, ada aturan mainnya yang mengatur bagaimana seharusnya seorang Muslim berusaha di bidang perdagangan agar mendapatkan berkah dan ridha Allah SWT di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan main perdagangan Islam, menjelaskan berbagai etika yang harus dilakukan oleh para pedagang Muslim dalam melaksanakan jual beli. Dan diharapkan dengan menggunakan dan mematuhi etika perdagangan Islam tersebut, suatu usaha perdagangan dan seorang Muslim akan maju dan berkembang pesat lantaran selalu mendapat berkah Allah SWT di dunia dan di akhirat. Etika perdagangan Islam menjamin, baik pedagang maupun pembeli, masing-masing akan saling mendapat keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun etika perdagangan Islam tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shidiq (Jujur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pedagang wajib berlaku jujur dalam melakukan usaha jual beli. Jujur dalam arti luas. Tidak berbohong, tidak menipu, tidak mcngada-ngada fakta, tidak bekhianat, serta tidak pernah ingkar janji dan lain sebagainya. Mengapa harus jujur? Karena berbagai tindakan tidak jujur selain merupakan perbuatan yang jelas-jelas berdosa, –jika biasa dilakukan dalam berdagang– juga akan mewarnal dan berpengaruh negatif kepada kehidupan pribadi dan keluarga pedagang itu sendiri. Bahkan lebih jauh lagi, sikap dan tindakan yang seperti itu akan mewarnai dan mempengaruhi kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an, keharusan bersikap jujur dalam berdagang, berniaga dan atau jual beli, sudah diterangkan dengan sangat jelas dan tegas yang antara lain kejujuran tersebu –di beberapa ayat– dihubungkan dengan pelaksanaan timbangan, sebagaimana firman Allah SWT: ”Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil”. (Q.S Al An’aam(6): 152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;”Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi ini dengan membuat kerusakan.” (Q.S AsySyu’araa(26): 181-183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. ItuIah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S Al lsraa(17): 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (Q.S Ar Rahmaan(55): 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hanya menyimak ketiga ayat tersebut di atas, maka kita sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa; sesungguhnya Allah SWT telah menganjurkan kepada seluruh ummat manusia pada umumnya, dan kepada para pedagang khususnya untuk berlaku jujur dalam menimbang, menakar dan mengukur barang dagangan. Penyimpangan dalam menimbang, menakar dan mengukur yang merupakan wujud kecurangan dalam perdagangan, sekalipun tidak begitu nampak kerugian dan kerusakan yang diakibatkannya pada manusia ketimbang tindak kejahatan yang lehih besar lagi seperti; perampokan, perampasan, pencu rian, korupsi, manipulasi, pemalsuan dan yang lainnya, nyatanya tetap diharamkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Mengapa? Jawabnya adalah; karena kebiasaan melakukan kecurangan menimbang, menakar dan mengukur dalam dunia perdagangan, akan menjadi cikal baka! dari bentuk kejahatan lain yang jauh lebih besar. Sehingga nampak pula bahwa adanya pengharaman serta larangan dari Islam tersebut, merupakan pencerminan dan sikap dan tindakan yang begitu bijak yakni, pencegahan sejak dini dari setiap bentuk kejahatan manusia yang akan merugikan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, tindak penyimpangan dan atau kecurangan menimbang, menakar dan mengukur dalam dunia perdagangan, merupakan suatu perbuatan yang sangat keji dan culas, lantaran tindak kejahatan tersebut bersembunyi pada hukum dagang yang telah disahkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat, atau mengatasnamakan jua! beli atas dasar suka sama suka, yang juga telah disahkan oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penampokan, pencurian, pemerasan, perampasan, –sudah jelas– merupakan tindakan memakan harta orang lain dengan cara batil, yang dilakukan dengan jalan terang-terangan. Namun tindak penyimpangan dan atau kecurangan dalam menimbang, menakar dan mengukur barang dagangan, merupakan kejahatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sehingga para pedagang yang melakukan kecurangan tersebut, pada hakikatnya adalah juga pencuri, perampok dan perampas dan atau penjahat, hanya mereka bersembunyi di balik lambang keadilan yakni, timbangan, takaran dan ukuran yang mereka gunakan dalam perdagangan. Dengan demikian, tidak ada bedanya! Mereka sama-sama penjahat. Maka alangkah kejinya tindakan mereka itu. Sehingga wajar, jika Allah SWT dan Rasul-Nya mengharamkan perbuatan tersebut, dan wajar pula jika para pelakunya diancam Allah SWT; akan menerima azab dan siksa yang pedih di akhirat kelak, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang ini menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan Semesta Alam ini.” (Q.S Al Muthaffifiin (83): 1-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ancaman azab dan siksa di akhirat kelak –bagi orang-orang yang melakukan berbagai bentuk penyimpangan dan kecurangan dalam menakar, menimhang dan mengukur barang dagangan mereka–, sesungguhnya Al Qur’an juga telah menuturkan dengan jelas dan tegas kisah onang-orang Madyan yang terpaksa harus menerima siksa dunia dari Allah SWT, lantaran menolak peringatan dari Nabi mereka Syuaib as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka Syuaib. Ia berkata:”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S Al A’raaf(7): 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;“Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dia dengan Rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpang an di temnpat tinggalnya.” (Q.S Hud(11): 94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ayat tersebut di atas, hendaknya menjadi peringatan bagi kita, bahwa ternyata perbuatan curang dalam menimbang, menakar dan mengukur barang dagangan, sama sekali tidak memberikan keuntungan, kehahagiaan bagi para pelakunya, bahkan hanya menimbulkan murka Allah. Sedangkan azab dan siksa serta hukuman bagi para pelaku kejahatan tersebut, nyatanya tidak selalu diturunkan Allah SWTI kelak dii akhirat saja, namun juga diturunkan di dunia.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Rasulullah SAW –dalam banyak haditsnya–, kerapkali mengingatkan para pedagang untuk berlaku jujur dalam berdagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;”Wahai para pedagang, hindarilah kebohongan”. (HR. Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seutama-utama usaha dari seseorang adalah usaha para pedagang yang bila berbicara tidak berbohiong, bila dipercaya tidak berkhianat, bila berjanji tidak ingkar, bila membeli tidak menyesal, bila menjual tidak mengada -gada, bila mempunyai kewajiban tidak menundanya dan bila mempunyai hak tidak menyulitkan”. (HR. Ahmad, Thabrani dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pedagang dan pembeli keduanya boleh memilih selagi belum berpisah. Apabila keduanya jujur dan terang-terangan, maka jual belinya akan diberkahi. Dan apabila keduanya tidak rnau berterus terang serta berbohong, maka jual belinya tidak diberkahi.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menegaskan pula, bahwa pedagang yang jujur dalam melaksakan jual beli, di akhirat kelak akan ditempatkan di tempat yang mulia. Suatu ketika akan bersama- sama para Nabi dan para Syahid. Suatu ketika di bawah Arsy, dan ketika lain akan berada di suatu tempat yang tidak terhalang baginya masuk ke dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pedagang yang jujur serta terpercaya (tempatnya) bersama para Nabi, orang-orang yang jujur, dan orang-orang yang mati Syahid pada hari kiamat”. (HR. Bukhari, Hakim, Tirmidzi dan Ibnu Majjah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pedagang yang jujur di bawah Arsy pada hari kiamat”. (HR. Al-Ashbihani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pedagang yang jujur tidak terhalang dari pintu-pintu surga”. (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman (dalam hadits Qudsi):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku yang ketiga (bersama) dua orang yang berserikat dalam usaha (dagang) selama yang seorang tidak berkhianat (curang) kepada yang lainnya. Apabila berlaku curang, maka Aku keluar dari mereka.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesama Muslim adalah saudara. Oleh karena itu seseorang tidak boleh menjual barang yang ada cacatnya kepada saudaranya, namun ia tidak menjelaskan cacat tersebut.” (HR. Ahmad dan lbnu Majaah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak halal bagi seseorang menjual sesuatu barang dengan tidak menerangkan (cacat) yang ada padanya, dan tidak halal bagi orang yang tahu (cacal) itu, tapi tidak menerangkannya.” (HR. Baihaqie)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik orang Mu‘min itu ialah, mudah cara menjualnya, mudah cara membelinya, mudah cara membayarnya dan mudah cara menagihnya.” (HR. Thabarani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Amanah (Tanggungjawab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pedagang harus bertanggung jawab atas usaha dan pekerjaan dan atau jabatan sebagai pedagang yang telah dipilihnya tersebut. Tanggung jawab di sini artinya, mau dan mampu menjaga amanah (kepercayaan) masyarakat yang memang secara otomatis terbeban di pundaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kita singgung sebelumnya bahwa –dalam pandangan Islam– setiap pekerjaan manusia adalah mulia. Berdagang, berniaga dan ataujual beli juga merupakan suatu pekerjaan mulia, lantaran tugasnya antara lain memenuhi kebutuhan seluruh anggota masyarakat akan barang dan atau jasa untuk kepentingan hidup dan kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kewajiban dan tanggungjawab para pedagang antara lain: menyediakan barang dan atau jasa kebutuhan masyarakat dengan harga yang wajar, jumlah yang cukup serta kegunaan dan manfaat yang memadai. Dan oleh sebab itu, tindakan yang sangat dilarang oleh Islam –sehubungan dengan adanya tugas, kewajiban dan tanggung jawab dan para pedagang tersebut– adalah menimbun barang dagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbun barang dagangan dengan tujuan meningkatkan pemintaan dengan harga selangit sesuai keinginan penimbun barang, merupakan salah satu bentuk kecurangan dari para pedagang dalam rangka memperoleh keuntungan yang berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbun barang dagangan –terutama barangbarang kehutuhan pokok– dilarang keras oleh Islam! Lantaran perbuatan tersebut hanya akan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Dan dalam prakteknya, penimbunan barang kebutuhan pokok masyarakat oleh sementara pedagang akan menimbulkan atau akan diikuti oleh berhagai hal yang negatifseperti; harga-harga barang di pasar melonjak tak terkendali, barang-barang tertentu sulit didapat, keseimbangan permintaan dan penawaran terganggu, munculnya para spekulan yang memanfaatkan kesempatan dengan mencari keuntungan di atas kesengsaraan masyarakat dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hadits Rasulullah yang menyinggung tentang penimbunan barang dagangan, baik dalam bentuk peringatan, larangan maupun ancaman, yang .ntara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah (yang artinya):&lt;br /&gt;“Allah tidak akan berbelas kasihan terhadap orang-orang yang tidak mempunyai belas kasihan terhadap orang lain.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang melakukan penimbunan terhadap makanan kaum Muslimin, Allah akan menimpanya dengan kerugian atau akan terkena penyakit lepra.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang mendatangkan barang dagangan untuk dijual, selalu akan memperoleh rejeki, dan orang yang menimbun barang dagangannya akan dilaknat Allah.” (HR. lbnu Majjah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menimbun makanan, maka ia adalah orang yang berdosa.” (HR. Muslim dan Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menimbun makanan selama 40 hari, maka ia akan lepas dari tanggung jawab Allah dan Allah pun akan cuci tangan dari perbuatannya.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak Menipu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu hadits dinyatakan, seburuk-buruk tempat adalah pasar. Hal ii lantaran pasar atau termpat di mana orang jual beli itu dianggap sebagal sebuah tempat yang di dalamnya penuh dengan penipuan, sumpah palsu, janji palsu, keserakahan, perselisihan dan keburukan tingkah polah manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik tempat adalah masjid, dan seburk-buruk tempat adalah pasar”. (HR. Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja menipu, maka ia tidak termasuk golonganku”. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sumpah yang keluar dan mulut manusia harus dengan nama Allah. Dan jika sudah dengan nama Allah, maka harus benar dan jujur. Jika tidak henar, maka akibatnya sangatlah fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sehab itu, Rasulululah SAW selalu memperingatkan kepada para pedagang untuk tidak mengobral janji atau berpromosi secara berlebihan yang cenderung mengada-ngada, semata-mata agar barang dagangannya laris terjual, lantaran jika seorang pedagang berani bersumpah palsu, akibat yang akan menimpa dirinya hanyalah kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan bersumpah kecuali dengan nama Allah. Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah, dia harus jujur (benar). Barangsiapa disumpah dengan nama Allah ia harus rela (setuju). Jika tidak rela (tidak setuju), niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.” (HR. lbnu Majaah dan Aththusi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada tiga kelompok orang yang kelak pada hari kiamat Allah tidak akan berkata-kata, tidak akan melihat, tidak akanpula mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. Abu Dzarr berkata, “Rasulullah mengulang-ulangi ucapannya itu, dan aku hertanya,” Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang pakaiannya menyentuh tanah karena kesombongannya, orang yang menyiarkan pemberiannya (mempublikasikan kebaikannya), dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sumpah dengan maksud melariskan barang dagangan adalah penghapus barokah.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sumpah (janji) palsu menjadikan barang dagangan laris, (tetapi) menghapus keberkah an”. (HR. Tirmidzi, Nasal dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berhati-hatilah, jangan kamu bersumpah dalam penjualan. Itu memang melariskan jualan tapi menghilangkan barokah (memusnahkan perdagangan).” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, apa yang kita alami selama ini, jual beli, perdagangan dan atau perniagaan di zaman sekarang –terutama di pasar-pasar bcbas– tidak banyak lagi diketemukan orang yang mau memperhatikan etiket perdagangan Islam. Bahkan nyaris, setiap orang –penjual maupun pembeli– tidak mampu lagi membedakan barang yang halal dan yang haram, dimnana keadaan ini sesungguhnya sudah disinyalir akan terjadi oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dinyatakan dalam haditsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, bersabda: “Akan datang pada manusia suatu zaman yang seseorang tidak memperhatikan apakah yang diambilnya itu dan barang yang halal atau haram.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sangat disayangkan, mengapa hal seperti ini harus terjadi? Sementara tidak hanya sekali saja Rasulullah SAW memberi peringatan kepada para pedagang untuk berbuat jujur, tidak menipu dalam berjual beli agar tidak merugikan orang lain. Sehagaimana pernyataan beberapa hadits di bawah ini:&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seseorang menjual akan suatu barang yang telah dibeli oleh orang lain”. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Dari lbnu Umar: Bahwa seorang laki-laki menyatakan pada Nabi SAW bahwa ia tertipu ketika berjual heli. Maka Nabi menyatakan: “Jika engkau berjualbeli maka katakanlah: Tidak boleh menipu”. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menepati Janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pedagang juga dituntut untuk selalu menepati janjinya, baik kepada para pembeli maupun di antara sesama pedagang, terlebih lagi tentu saja, harus dapat menepati janjinya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji yang harus ditepati oleh para pedagang kepada para pembeli misalnya; tepat waktu pengiriman, menyerahkan barang yang kwalitasnya, kwantitasnya, warna, ukuran dan atau spesifikasinya sesuai dengan perjanjian semula, memberi layanan puma jual, garansi dan lain sebagainya. Sedangkan janji yang harus ditepati kepada sesama para pedagang misalnya; pembayaran dengan jumlah dan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara janji kepada Allah yang harus ditepati oleh para pedagang Muslim misalnya adalah shalatnya. Sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya supaya kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadaNya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: ”Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah sebaik-baik pemberi rezki” (Q.S Al Jumu’ah (62):10-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sesibuk-sibuknya urusan dagang, urusan bisnis dan atau urusan jual beli yang sedang ditangani –sebagai pedagang Muslim– janganlah pernah sekali-kali meninggalkan shalat. Lantaran Allah SWT masih memberi kesempatan yang sangat luas kepada kita untuk mencari dan mendapatkan rejeki setelah shalat, yakni yang tercermin melalui perintah-Nya; bertebaran di muka bumi dengan mengingat Allah SWT banyak- banyak supaya beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Murah Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW menganjurkan agar para pedagang selalu bermurah hati dalam melaksanakan jual beli. Murah hati dalam pengertian; ramah tamah, sopan santun, murah senyum, suka mengalah, namun tetap penuh tanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;“Allah berbelas kasih kepada orang yang murah hati ketika ia menjual, bila membeli dan atau ketika menuntut hak”. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah memberkahi penjualan yang mudah, pembelian yang mudah, pembayaran yang mudah dan penagihan yang mudah”. (HR. Aththahawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak Melupakan Akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jual beli adalah perdagangan dunia, sedangkan melaksanakan kewajiban Syariat Islam adalah perdagangan akhirat. Keuntungan akhirat pasti lebih utama ketimbang keuntungan dunia. Maka para pedagang Muslim sekali-kali tidak boleh terlalu menyibukkan dirinya semata-mata untuk mencari keuntungan materi dengan meninggalkan keuntungan akhirat. Sehingga jika datang waktu shalat, mereka wajib melaksanakannya sebelum habis waktunya. Alangkah baiknya, jika mereka bergegas bersama-sama melaksanakan shalat berjamaah, ketika adzan telah dikumandangkan. Begitu pula dengan pelaksanaan kewajiban memenuhi rukun Islam yang lain. Sekali-kali seorang pedagang Muslim hendaknya tidak melalaikan kewajiban agamanya dengan alasan kesibukan perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah mencatat, bahwa dengan berpedoman kepada etika perdagangan Islam sebagaimana tersebut di atas, maka para pedagang Arab Islam tempo dulu mampu mengalami masa kejayaannya, sehinga mereka dapat terkenal di hampir seluruh penjuru dunia. (Sumber: Al ’Amal Fil Islam karya Izzuddin Khatib At Tamimi (terj.) Bisnis Islam, alih bahasa H. Azwier Butun, Penerbit PT Fikahati Aneska Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.wiraswastamuslim.com/berita-107-etika-perdagangan-dalam-islam.html" target="_blank"&gt;http://www.wiraswastamuslim.com/berita-107-etika-perdagangan-dalam-islam.html&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4885927402681900849?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4885927402681900849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2011/04/kaedah-nabi-saw-memulakan-perniagaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4885927402681900849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4885927402681900849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2011/04/kaedah-nabi-saw-memulakan-perniagaan.html' title='Kaedah Nabi SAW Memulakan Perniagaan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-6296027497070489920</id><published>2010-08-05T14:04:00.000+08:00</published><updated>2010-08-05T14:04:04.843+08:00</updated><title type='text'>Pelaburan dan Meniaga Forex</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Zaharuddin Abd Rahman&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.zaharuddin.net/" target="_blank"&gt;http://www.zaharuddin.net/&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin minta pihak ustaz untuk menerangkan tentang pelaburan tukaran matawang asing dan juga perniagaan Forex. Bagaimana pula jika saya melakukan transaksi sendiri dengan berbekalkan analisa sendiri atau yang disediakan oleh broker dengan melayari internet. Kemudian memperolehi untung dari jualan dan belian matawang asing ini. Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forex sumber kewangan keluarga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;Jawapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi menjawab soalan ini, anda perlu memahami dua jenis perkara iaitu :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Melabur wang ringgit anda ke dalam satu syarikat yang memperolehi untung melalui FOREX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Melantik satu platform atau syarikat untuk menjalankan jual beli wang asing dan simpan. Semua transaksi dijalankan oleh anda sendiri, syarikat hanya menyediakan platform dan mengambil upah perkhidmatan sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Hukum bagi melabur dalam syarikat yang menjalankan FOREX :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forex (Foreign Exchange) atau yang lebih dikenal dengan Perdagangan Mata wang Asing; Ia merupakan suatu jenis perdagangan/transaksi yang memperdagangkan matawang suatu negara terhadap matawang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar matawang utama di dunia selama 24 jam secara berterusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, memang FOREX matawang adalah diharuskan, tetapi keharusannya tertakluk kepada sejauh mana ia menurut garis panduan yang dikeluarkan dari hadith Nabi yang sohih. Iaitu :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a- Ditukar (serah dan terima) dalam waktu yang sama ia disebut dalam hadis sebagai "yadan bi yadin". Dalam bahasa Inggerisnya adalah "on the spot basis". Ia datang banyak hadis antara yang paling utama adalah :'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الذهب بالذهب , والفضة بالفضة , والبر بالبر , والشعير بالشعير , والتمر بالتمر , والملح بالملح , مثلاً بمثل , سواء بسواء , يداً بيد , فإذا اختلفت هذه الأصناف فبيعوا كيف شئتم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : Emas dengan Emas ( ditukar atau diniagakan) , perak dengan perak, gandum dengan gandum, tamar dengan tamar, garam dengan garam mestilah sama timbangan dan sukatannya, dan ditukar secara terus ( pada satu masa) dan sekiranya berlainan jenis, maka berjual-belilah kamu sebagaimana yang disukai"  ( Riwayat Muslim, no 4039 no hadith , 11/9 ) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b-  Nabi bersabda :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فإن رَسُولَ اللَّهِ قال الْوَرِقُ بِالذَّهَبِ رِبًا إلا هَاءَ وَهَاءَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w berkata : Pertukaran antara perak dan emas adalah riba kecuali jika ia dilakukan secara serentak (serah terima dalam satu masa)" (Riwayat Muslim, no 1586, 3/1209)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c- Manakala pembelian secara hutang dari salah satu antara dua pihak adalah haram berdasarkan hadis :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;نهى رسول اللَّهِ عن بَيْعِ الذَّهَبِ بِالْوَرِقِ دَيْنًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : "Rasulullah s.a.w melarang dari menjual emas dan perak secara berhutang"( Riwayat Al-Bukhari, no 2070, 2/762)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis-hadis di atas menyebut perihal displin Islam dalam pertukaran emas dan perak. Untuk informasi, ulama bersepakat bahawa matawang (bank note) juga adalah sama displinnya dengan emas dan perak disebabkankan nilai dan fungsinya sebagai 'medium of exchange'. Justeru setiap displin dan syarat transaksi yang melibatkan emas dan perak juga TERPAKAI pada urusan transaksi matwang. Demikian keputusan Majlis Fiqh Antrabangsa dan juga Majlis Kewangan Islam Antarabangsa di bawah AAOIFI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOREX dalam matawang yang diuruskan oleh syarikat konvensional sudah pasti tidak akan menjaga syarat ini kerana kebanyakan FOREX yang dijalankan oleh institusi Konvensional adalah ‘Forward FOREX' atau Forex yang menggunakan ‘Value forward' (nilai masa hadapan) yang tergolong dalam Riba Nasiah. Mereka juga  kerap menggunakan SWAP, Options dan lain-lain instrument yang tidak halal di sisi Shariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen-instrumen tadi tidak memenuhi syarat Islam iaitu serah terima atau disebut "qabadh" dalam Islam secara benar "hakiki" atau "hukmi" pada waktu yang sama. Masalah dalam implementasi FOREX adalah bertangguh dalam penyerahan dari kedua-dua pihak. Tatkala itu aqad menjadi batal (Radd al-Muhtar ala ad-durr, 4/531).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak saya nafikan, bahawa terdapat sesetengah Institusi Kewangan Islam yang melakukan forex ini setelah mendapatkan kelulusan Majlis Penasihat Shariah mereka, Namun semua mereka hanya terlibat dalam FOREX jenis SPOT dan bukannya jenis ‘Forward' ; jika adapun jenis forward ia menggunakan konsep Al-WA'D atau 'Unilateral Promise' dan ia telah disepakati keharusannya.  Apa yang pasti, Majlis Shariah mereka telah meletakkan beberapa syarat dan bukannya secara bebas begitu sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru MELABUR MODAL ( BEERTI ANDA MELABUR DAN KEMUDIAN TUNGGU UNTUNG SAHAJA) dan di dalam institusi kewangan konvensional yang memperolehi untung melalui cara FOREX adalah tidak halal di sisi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah keputusan Panel Penasihat Shariah dunia yang bernaung di bawah nama Accounting &amp;amp; Auditing Organization For Islamic Institutions (AAOIFI). Antara panel penasihat Shariahnya adalah Syeikh Mufti Taqi Uthmani, Prof. Dr. Syeikh Wahbah Zuhayli, Prof. Dr. Syeikh Siddiq Dharir, Syeikh Abdullah al-Mani', Dr. Abd Sattar Abu Ghuddah, Syeikh Dr. Nazih Hammad, Syeikh Dr. Hussain Hamid Hassan, Syeikh Nizam Ya'quby, Dr. Mohd Daud Bakar, Syeikh Al-Ayashi al-Sadiq Faddad, Syeikh Dr. Ajil Nashmi dan ramai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA : Hukum FOREX TRADING yang dijalankan sendiri-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mengetahui hukum bagi bentuk kedua ini, pertama-tamanya ia tertakluk kepada :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a- Kesohihan dan kewibawaan syarikat platform dari sudut lesennya dan pengenalannya. Ia diperlukan bagi mengelak anda ditipu oleh platform syarikat yang tidak sebenar. Butiran terperinci berkenaan platform ini mestilah diteliti dan boleh diperolehi. Jika tidak, transaksi anda adalah syubhat dari awal lagi keran terdapat unsur gharar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b- Jika platform tersebut punyai wibawa dan lessen serta info yang sangat mencukupi, perkara kedua adalah menilai akta-akata berkaiatan dengan aktiviti ini dari badan berwajib di Malaysia. Ini perlu bagi memastikan anda tidak terlibat dengan aktiviti menyalahi undang-undang Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang kedua juga lulus, saya kira transaksi jual matawang asing dan simpan dan kemudian jual semula apabila harga tukarannya naik adalah harus kerana ia secara automatiknya dilaksanakan menurut kaedah ‘spot'. Namun mari kita sama-sama cuba mehami dan menyemak bagaimana proses ini dilakukan secara ringkas dan melihat pandangan Islam tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setakat apa yang diterangkan oleh individu yang terlibat dan yang tahu berkenaan cara forex trading memlali internet ini. Ia seperti berikut :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ia mempunyai minimum modal. Sebagai contoh USD 1, USD 100 dan lain-lain, ia berbeza mengikut polisi syarikat forex trading masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dengan modal itu, pihak syarikat platform forex trading ini akan membukakan satu akaun khas buat peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, pihak peserta akan menentukan samada untuk membuka kaunter jualan matawangnya di dalam akaun atau membuka kaunter belian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran mudahnya adalah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katalah modalnya USD 100 yang dibeli dengan tukaran semasa hari tersebut USD 1 = RM 3.6, dan dibuka kaunter ‘selling' melalui platform syarikat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pada esok harinya apabila dilakukan analisa terhadap pegerakan nilai matawang, didapati nilai USD mengukuh berbanding Ringgit iaitu USD 1 = RM 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala itu, ia akan menekan button jual USD 100 dan memperolehi RM 400. Ini bermakna ia telah beroleh keuntungan sebanyak RM 40 berbanding harga belian asalnya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak syarikat FOREX ini MESTILAH memasukkan seluruh RM 400 itu sebaik sahaja transaksi jual beli dilakukan, TIDAK DIBENARKAN DILEWATKAN ATAU DIMASUKKAN SEBAHAGIAN SAHAJA, jika dalam contoh di atas, hanya RM 40 dimasukkan, manakala baki modal sebanyak RM 360 hanya akan dimasukkan sejurus peserta menutup akaun pada hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu Shariah : Jika ini tidak berlaku, maka ia lulus dari sudut Shariah, namun jika kelewatan berlaku, isu Shariah di sini adalah berlaku penangguhan dalam penyerahan matawang ringgit. Ini menjadikan ia bercangah dengan arahan Nabi s.a.w :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menukar wang dengan wang, Nabi telah menyebut garis panduan yang mesti dipatuhi iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فإن رَسُولَ اللَّهِ قال الْوَرِقُ بِالذَّهَبِ رِبًا إلا هَاءَ وَهَاءَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w berkata : Pertukaran antara perak dan emas adalah riba kecuali jika ia dilakukan secara serentak (serah terima dalam satu masa)" (Riwayat Muslim, no 1586, 3/1209)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala pembelian secara hutang dari salah satu antara dua pihak adalah haram berdasarkan hadis :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;نهى رسول اللَّهِ  عن بَيْعِ الذَّهَبِ بِالْوَرِقِ دَيْنًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : "Rasulullah s.a.w melarang dari menjual emas dan perak secara berhutang"( Riwayat Al-Bukhari, no 2070, 2/762)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi telah menyebut dengan terang bahawa para ulama telah bersepakat wajibnya syarat serah terima dalam satu masa atau ‘Taqabud' samada secara hakiki (fizikal) atau hukmi (melalui mediuam internet tetapi punyai bukti seperti resit atau nota elektronik yang menunjukkan transaski sah) ( Syarah Sohih Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangan : Mesti dipastikan bahawa semasa transkasi jual beli dilakukan, kesemua modal dicampur untung dimasukkan di dalam akaun kita tanpa sebarang tangguh, dan secara automatik juga kita boleh mengeluarkan wang tersebut tanpa sebarang halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Terdapat syarikat yang mensyaratkan minimum modal yang tinggi seperti USD 1000 dan lain-lain jumlah. Untuk itu mereka menawarkan apa yang dinamakan 'leverage' yangmana modal peserta akan digandakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, katalah modal sebenar anda adalah USD 100. Maka anda dikehendaki memilih atau secara pilihan memlih gandaan yang dikehendaki. Seperti 1 : 10 beerti modal anda akan digandakan kepada 10 kali menjadi USD 1000 atau jika memilih 1:100, beerti modal anda menjadi USD 10000. Dengan jumlah baru inilah matawang anda akan di pasarkan  di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Leverage :&lt;br /&gt;Takrif Leverage :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The use of various financial instruments or borrowed capital, such as margin, to increase the potential return of an investment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leverage can be created through options, futures, margin and other financial instruments. For example, say you have $1,000 to invest. This amount could be invested in 10 shares of Microsoft stock, but to increase leverage, you could invest the $1,000 in five options contracts. You would then control 500 shares instead of just 10. (Rujukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benarlah apa yang saya gambarkan ini, transaksi forex menggunakan Leverage ini adalah HARAM kerana ia dikira menjual matawang yang tidak di dalam milik anda. Milik sebenar anda hanyalah USD 100 tetapi yang dijual adalah 10,000. Ia berdasarkan apa yang disebut oleh Nabi s.a.w :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لَا تَبِعْ ما ليس عِنْدَكَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : Janganlah kamu menjual sesuatu yang tidak di dalam milikmu" ( Riwayat Abu Daud, no 3504, 3/283)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah saya juga hampir pasti, wang yang digandakan oleh syarikat itu dikira sebagai pemberian pinjaman dan sudah tentu mereka akan mengambil sedikit keuntungan samada diketahui atau tidak diketahui oleh peserta. Jika ini berlaku, sekali lagi riba telah berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mengelakkan perkara yang ditegah oleh Islam dari berlaku di sini, penggunaan leverage 1:1 sahaja yang dibenarkan. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Diberitakan juga pihak syarikat menasihatkan peserta agar menggunakan modalnya kurang dari 30 % bagi mengurangkan risiko semasa trading dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika terdapat masalah kemungkinan rugi atau apa yang dinamakan 'margin call', pihak peserta dibenarkan untuk  membuka kaunter satu lagi samada jual atau beli bagi menyeimbangkan kemungkinan rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan : Wallahu'alam, jika semunya dilaksanakan dengan jelas dan perancangan yang betul. Setakat ini saya tidak nampak adanya masalah Shariah dalam tindakan ini, kerana apa yag dilakukan adalah membuka kaunter baru, kalau sebelum ini ia membuka kaunter jual sahaja, maka apabila di posisi jual didapati boleh membawa kerugian, ia dengan segera mebuka kaunter beli, bagi memperolehi keuntungan pula. Semuanya adalah harus jika dilaksanakan menurut syarat di atas tadi, tiada leverage, tiada tangguh, dan wang yang telah diperolehi boleh dikeluarkan pada bila-bila masa. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berniaga sendiri forex dan memenuhi syarat ini boleh dikira halal, namun ia bukanlah sesuatu yang disukai oleh polisi ekonomi di dalam Islam, pertamanya kerana menurut pandangan ekonomi dalam Islam, matawang adalah 'medium of exchange' sahaja dan ia bukanlah komoditi yang wajar diniagakan bagi memperolehi untung dari perbezaan nilainya. Kita tahu nilai matwang kini tidak lagi bersandarkan emas atau perak, wang kertas hari ini (fiat money) tidak mempunyai nilai tersendiri (seperti logam emas dan perak) kecuali nilainya datang dari pasaran global yang ditentukan oleh 'demand and supply' di pasaran dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru, menjadikan cara ini bagi memberikan anak dan isteri makan bukanlah satu bentuk kerjaya yang terpuji di dalam Islam. Malah ia sebenarnya membantu sistem kapitalis dan menguatkan sistem ekonomi yang mereka anjurkan. Justeru, fikirkanlah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tidak ingin menerima padangan saya, tidak mengapa tetapi bacalah pendapat ulama besar kewangan Islam sedunia iaitu Syeikh Mufti Taqi Uthmani dalam hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forex Currency Trading&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Mufti Muhammad Taqi Usmani&lt;br /&gt;Posted: 11 Zul Qa'Dah 1424, 22 November 2007&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.albalagh.net/qa/Forex_currency_trading.shtml" target="_blank"&gt;http://www.albalagh.net/qa/Forex_currency_trading.shtml&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.) Is Forex Currency Trading halal? I have attached a document detailing the aspects of the business.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.) I went throught the papers sent by you. I am of the opinion that these transactions are not compliant with Shariah. The very condition that you cannot take delivery of the purchased currency makes it impermissible. Morever, there are other elements according to my knowledge that makes this trade unlawful in Shariah, such as, forward sales, short sales etc. This is in addition to the fact that the currencies are originally a medium of exchange and should only be exchanged for personal use in different countries. To make them a tradable commodity only for earning a profit is also against the basic philosophy of Islamic economics. I would therefore not advise you to indulge in this trade.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-6296027497070489920?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/6296027497070489920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2010/08/pelaburan-dan-meniaga-forex.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6296027497070489920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6296027497070489920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2010/08/pelaburan-dan-meniaga-forex.html' title='Pelaburan dan Meniaga Forex'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-8955921827677042823</id><published>2010-08-04T09:01:00.001+08:00</published><updated>2010-08-04T09:02:08.241+08:00</updated><title type='text'>Antara Rasuah dan Hadiah</title><content type='html'>Soalan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Dr Asri, saya berniaga tender kerajaan dan ingin memohon penjelasan Dr. Apakah perbezaan diantara rasuah dan hadiah? Kadang kala syarikat saya menghadiahkan sesuatu kepada pegawai yg terbabit sebagai tanda terima kasih walaupun hadiah itu tidak diminta oleh pegawai berkenaan. Adakah ini rasuah atau hadiah? Bagaimana pula jika memberi hamper sempena hari raya? Saya rasa macam kadang kala kita menyembunyikan rasuah dengan perkataan pemberian ikhlas. Harap Dr tolong huraikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farid Ahmad, KL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****************&lt;br /&gt;Jawapan Dr MAZA: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap saudara yang berhati-hati tentang urusan rezeki atau sumber pendapatan dalam kehidupan ini amatlah dipuji. Ini satu tanda adanya nilai kesolehan dalam jiwa. Malang sekali di zaman kini, ramai yang kurang peduli soal halal dan haram hasil pendapatan yang diperolehinya. Soalan saudara asasnya mengenai perbezaan antara hadiah dan rasuah. Persoalan ini dibincang oleh para ulama sejak dahulu kerana bab ini sering disalahgunakan. Ramai yang mengambil kesempatan dengan permainan istilah yang seperti ini. Ada yang cuma menghalalkan rasuah dengan diberi nama hadiah. Saya jawab berdasarkan noktah-noktah berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adanya perbezaan antara rasuah dan hadiah. Rasuah adalah pemberian samada dalam bentuk harta atau manfaat tertentu yang bertujuan untuk memperolehi sesuatu yang bukan haknya, atau menzalimi hak pihak lain. Dalam Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwitiyyah ditakrifkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;apa yang diberikan dengan tujuan memalsukan kebenaran dan membenarkan kepalsuan&lt;/i&gt;”. (lihat:, 22/220)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hadiah adalah pemberian atas sebab suka atau sayang tanpa sebarang tuntutan atau ganjaran balas yang disyaratkan. Al-Imam al-Mawardi merumuskan “rasuah apa yang diberikan kerana menuntut sesuatu, hadiah pula apa yang disumbang tanpa sebarang balasan”. Ertinya, pemberi rasuah mengharapkan sesuatu balasan yang dia tidak dapat memperolehinya tanpa sogokan tersebut. Dengan pemberian tersebut menyebabkan ada pihak lain yang dizalimi haknya; samada dihilangkan, atau dikurang, atau dilambat atau aka nada pihak yang dikenakan suatu tindakan yang tidak adil. Maka, rasuah merupakan pemberian bersyarat, sementara hadiah bukan pemberian bersyarat dan tidak menyebabkan kezaliman kepada pihak lain. Rasuah dikeji oleh Islam, sementara hadiah digalakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berdasarkan kepada penjelasan di atas, maka orang yang paling dapat mengesan sesuatu pemberian itu rasuah atau hadiah ialah pemberi itu sendiri. Hanya dia yang tahu bagi setiap pemberian yang dihulurkan. Adakah dia mengharapkan sesuatu pada masa tersebut, atau pada masa hadapan dari pihak yang diberikan, sedangkan apa yang harapkan itu dia tidak layak memperolehinya sedemikian rupa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas itu, pihak yang mengambil juga amat mengetahui bahawa pemberian itu memberikan kesan kepada urusannya atau tidak. Adakah pemberian tersebut akan menyebabkan dia terasa untuk akan membalas ‘budi’ pihak berkenaan dengan memberikan kepadanya apa yang bukan haknya, atau menzalimi hak orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi s.a.w:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya setiap amalan itu dengan niat&lt;/i&gt;” (Riwayat al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda Nabi s.a.w:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Kebaikan itu apa yang menenangkan jiwa, sementara kejahatan itu keraguan dalam jantung hati, teragak-agak di dada sekalipun manusia memberi fatwa kepadamu ( ianya baik)&lt;/i&gt;” (Riwayat Ahmad dan al-Darimi dengan sanad yang hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ertinya, sekalipun jika ada yang berfatwa untuk menghalalkan yang salah, nmun jiwa mukmin yang ikhlas akan tetap teragak-agak dan ragu mengenainya. Justeru, jika pemberi dan penerima mempunyai perasaan takutkan azab Allah, mereka sendiri dapat memutus apakah nilai pemberian yang diberi atau diterima tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ertinya, jika pemberian itu atas dasar persahabatan yang tiada kaitan sama sekali dengan jawatan dan kedudukan yang dipegang, maka itu adalah hadiah. Jika ia diberikan kerana jawatan dan kedudukan yang boleh memutuskan sesuatu hak, maka itu adalah rasuah. Perkara ini pernah diingatkan oleh Nabi s.a.w mengenai pegawai atau petugas kerajaan yang mengambil hadiah yang kononnya diberikan kepada mereka. Sabda Nabi s.a.w:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Apa jadi dengan pegawai yang kita utuskan, kemudian pulang dan berkata: “Ini bahagian kamu, ini bahagian aku. Silakan dia duduk di rumah ayah dan ibunya, lalu tunggu adakah akan diberikan hadiah kepadanya atau tidak?! Demi Allah, dia (pegawai berkenaan) tidak mengambil sesuatu melainkan pada Hari Kiamat nanti dia akan menanggung pemberian itu atas tengkoknya.&lt;/i&gt;” (Riwayat al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, seseorang penguasa atau pegawai atau petugas hendaklah merenung dirinya, pemberian yang diberikan kepadanya itu mempunyai kaitan dengan jawatan yang dipegangnya atau tidak. Jika ada kaitan yang akan mempengaruhi tindakannya atau akan mengganggu keadilan atau amanahnya, maka itu adalah rasuah. Kesan itu samada secara langsung atau secara tidak langsung. Jika pemberian itu atas dasar sahabat dan kenalan, ikhlas tanpa mengharapkan apa-apa, dan tiada ruang untuk penyalahgunaan kuasa maka ia dinamakan hadiah. Ini seperti kita memberikan hadiah kepada sahabat kita sekalipun dia seorang pegawai besar dalam sesuatu urusan. Namun pemberian itu bukan kerana atau untuk penyalahgunaan kuasa maka itu dianggap hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rasuah boleh muncul dalam berbagai bentuk; samada harta atau manfaat tertentu yang diberi atau dijanjikan. Juga dengan rasuah hak pihak lain itu boleh dicemari atau dizalimi dalam pelbagai cara. Ini seperti pemberian itu akan menyebabkan disegerakan urusan kita, sehingga menyebabkan terlewatnya urusan pihak lain. Atau jika dalam bentuk persaingan tender seperti zaman sekarang, pemberian rasuah boleh menafikan hak pihak lain untuk dinilai, atau menghapuskan persaingan yang adil antara pihak-pihak yang terlibat. Rasuah juga boleh menzalimi majikan seperti pegawai mengabaikan kualiti kerja disebabkan habuan yang disuap. Juga rasuah juga boleh menyebabkan ada pihak yang akan dihukum secara tidak adil. Firman Allah: (maksudnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;dan janganlah kamu makan (mengambil) harta antara kamu dengan cara yang batil, dan jangan pula kamu menghulurkan harta kamu (memberi rasuah) kepada hakim-hakim kerana hendak memakan (atau mengambil) sebahagian dari harta manusia dengan cara dosa, padahal kamu mengetahui (salahnya)&lt;/i&gt;” (Surah al-Baqarah, ayat 188)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rasuah atas nama hadiah boleh merosakkan rakyat dan negara. Lihat sahaja negara seperti Mesir yang setiap kerja yang sepatutnya berjalan dengan baik terbengkalai kerana setiap urusan akan menuntut wang saguhati atau tips. Bermula dari driver bas di Airport Kaherah sehinggalah ke pihak-pihak yang lebih atas. Apabila keadaan ini berlaku orang miskin susah hendak berurusan kerana mereka tidak mampu memberikan ‘hadiah’ kepada pegawai-pegawai yang bertugas. Kualiti kerja menjadi rosak. Perasaan tanggungjawab terhadap tugas diukur dengan hadiah yang pernah diberikan atau yang akan diberikan. Maka rasuah merangkumi kesalahan berbohong dan khianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Adapun pemberian untuk mengelakkan kezaliman seperti memberikan suapan kepada sesuatu pihak bagi melepaskan diri dari kezaliman atau memperolehi hak yang sepatutnya. Ini seperti merasuah petugas kepada penguasa yang zalim demi melepas sesuatu kezaliman kepada diri sendiri atau pihak tertentu, atau mengembalikan sesuatu hak yang diambil dengan cara yang zalim, maka Dr. Al-Qaradawi berpendapat bahawa jika keadaan seperti itu berlaku, seseorang hendaklah berusaha dengan cara yang tidak merasuah sesiapa. Namun jika tiada jalan dan terpaksa, maka dosa tersebut ditanggung oleh pihak yang mengambilnya, tidak atas pihak yang memberikan suapan tersebut (lihat: al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, m.s 300, Beirut: al-Maktab al-Islami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Perbuatan rasuah adalah dosa yang besar. Sabda Nabi s.a.w:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Allah melaknat pemberi rasuah dan penerimanya&lt;/i&gt;” (Riwayat al-Tirmizi dan Ibn Majah, dinilai sahih oleh al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tidaknya, rasuah boleh meruntuh keseluruhan sistem keadilan dalam sesebuah masyarakat. Kata Saidina Ali bin Abi Talib:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya binasanya manusia terdahulu kerana mereka menghalang kebenaran sehingga ianya dibeli. Mereka membentangkan kezaliman sehingga ianya ditebus&lt;/i&gt;”. (Ibn Muflih, Al-Adab al-Syar‘iyyah, 1/201. Beirut: Muasasah al-Risalah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hadiah yang ikhlas adalah digalakkan oleh Islam. Sabda Nabi s.a.w:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Berilah hadiah nanti kamu akan sayang menyayangi&lt;/i&gt;” (Riwayat al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hadiah yang jujur kepada sahabat atau bakal pasangan hidup akan menimbul kenangan dan ingatan. Kasih-sayang tanpa kepentingan itu amat tinggi nilainya dalam kehidupan insan. Hadiah satu jalan mengeratkan hubungan antara kita atas kejujuran dan keikhlasan jiwa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-8955921827677042823?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/8955921827677042823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2010/08/antara-raswah-dan-hadiah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8955921827677042823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8955921827677042823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2010/08/antara-raswah-dan-hadiah.html' title='Antara Rasuah dan Hadiah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-485407895820539586</id><published>2009-02-24T11:21:00.000+08:00</published><updated>2009-02-24T11:21:28.608+08:00</updated><title type='text'>Hak Amil Menerima Zakat</title><content type='html'>Salam ustaz..pertama-tamanya&amp;amp;buat selama-lamanya ana bersyukur pada Allah Taala kerana diberi kesempatan untuk bertanya soalan mengenai hukum hakam zakat.ana juga memohon maaf andai ana mengganggu kerja ustaz...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini saya ingin kemukakan situasi keadaan mengenai hak amil sebagai salah satu golongan yang berhak menerima zakat.Situasinya : Ahmad merupakan seorang pekerja di Pusat Zakat Negeri sebagai Pegawai zakat merangkap amil kutipan zakat harta,beliau telah dibayar gaji sebanyak RM1100 sebulan.Namun begitu,haknya sebagai seorangamil zakat untuk memperolehi hak sebagai golongan asnaf zakat sebanyak 1/8 dinafikan disebabkan beliau telah dibayar gaji bulanan.Persoalannya di sini,adakah memang benar bahawa beliau tidak layak untuk menerima zakat atas tiket AmilZakat disebabkan beliau telah dibayar gaji?Apakah hukum sebenar hak sebagai Amil Zakat?Apakah takrif sebenar Amil Zakat sehingga melayakkan beliau berhak menerima zakat selaku Amil yang telah dipertanggungjawabkan oleh majikan di sisi agama?&lt;br /&gt;ana harap ustaz sudi menjawab persoalan yang sentiasa bermain di fikiran saya ini..terima kasih ana ucapkan di atas budi baik ustaz dalam memberi kefahaman yang jelas kepada ana.mudah-mudahan usaha ustaz akan mendapat ganjaran daripada Allah Taaala..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;Ust Hilmi Alfikrah.net:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amil adalah 1 asnaf daripada 8 asnaf yang termaktub dalam syarak daripada nas qati'nya, surah Taubah, ayat 60, Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, dan orang-orang miskin dan amil-amil yang mengurusnya dan orang-orang mualaf yang dijinakkan hatinya dan untuk hamba-hamba yang hendak memerdekakan dirinya, dan orang-orang yang berhutang dan untuk (dibelanjakan pada) jalan Allah, dan orang-orang musafir (yang keputusan) dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud amil, terdapat beberapa tafsiran sebab skop dalam soalan agak kecil, sekadar kutipan sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Tabari r.h, menyebut: amil-amil ialah mereka yang membawa zakat daripada pemberinya, dan mengagihkannya kepada orang-orang yang layak menerimanya, biarpun dari mereka adalah orang kaya atau miskin. (Tafsir Tabari, 14/310).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Baghawi r.h pula menambah, mereka diberi zakat sebagai upah terhadap pekerjaan itu (iaitu sebagai amil-pen). (Tafsir Baghawi, 4/63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pendapat fiqh menyatakan amil zakat diberi zakatnya kerana tugas mereka itu, biarpun kaya atau miskin, antara menyokongnya ialah Ibn Rusyd (Bidayatul Mujtahid, 1/231), dengan sebab, ia telah termaktub dalam nas dan memberi faedah kepada amil yang dilantik (ibid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama kedua, menyokong pandangan ini ialah Syeikh Ibn Uthaimin r.h, menyebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;العاملون على الزكاة مستحقون بوصف العمالة ، ومن استحق بوصف أعطي بقدر ذلك الوصف ، وعليه فيعطون من الزكاة بقدر عمالتهم فيها ، سواء كانوا أغنياء أم فقراء ، لأنهم يأخذون الزكاة لعملهم لا لحاجتهم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(lihat: Majmuk Fatawa Ibn Uthaimin, 18/331)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amil ialah mereka yang dilantik oleh pemerintah untuk tugasan zakat, baik mengumpul atau mengagihkannya. (lihat: ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi lain untuk amil ialah, mereka yang dipertanggungjawabkan ke atas zakat, dan mengumpulnya daripada pemilik-pemilik harta, dan mengagihkannya kepada asnaf-asnafnya setelah diauthorizekan oleh pemerintah. (rujuk: Mausu'ah Fiqhiyah, 2/10543)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syaukani dalam Nailul Autar menyebut perihal ini, disebabkan tugasan mereka, maka berhak ke atasnya menerima zakat, biarpun jika diniatkan sebagai pemberian itu sebagai sedekah kerana bukanlah ia syaratnya. (Nailul Autar, 6/454)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konteks ini luas untuk zakat kerana mereka bertugas dalam urusan zakat, bukan semata-mata zakat fitrah dimana amil-amil memang dilantik dalam musim Ramadhan. Pendapat ini diambil daripada Syeikh Al-Qardhawi. (Lihat: Fiqh Zakat, 2/52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;isu diatas telah dijawab oleh Syeikh Uthaimin r.h dalam situasi andai amil termasuk dalam asnaf yang diperuntukkan zakat seperti dia adalah asnaf miskin, beliau menyebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: x-large;"&gt;فإن قدر أن العاملين عليها فقراء ، فإنهم يعطون بالعمالة ، ويعطون ما يكفيهم لمدة سنة لفقرهم . لأنهم يستحقون الزكاة بوصفين العمالة عليها والفقر ، فيعطون لكل من الوصفين، ولكن إذا أعطيناهم للعمالة ولم تسد حاجتهم لمدة سنة ، فنكمل لهم المؤونة لمدة سنة ، مثال ذلك: إذا قدرنا أنه يكفيهم لمدة سنة عشرة آلاف ريال ، وأننا إذا أعطيناهم لفقرهم أخذوا عشرة آلاف ريال ، وأن نصيبهم من العمالة ألفا ريال ، فعلى هذا نعطيهم ألفي ريال للعمالة ، ونعطيهم ثمانية آلاف ريال للفقر&lt;/span&gt; .&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(Lihat: rujukan di atas, Majmuk Fatawa Ibn Uthaimin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berhak ke atas amil menerima bahagiannya daripada zakat, bukan gaji, dan ini disokong dalam persidangan Simposium Masalah Zakat Semasa Kali Ke-3 yang dianjurkan oleh Perbadanan Zakat Kuwait seperti dibawah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amil Zakat ialah semua pihak yang bertugas melakukan kerja-kerja yang berkaitan dengan pengumpulan, penyimpanan, penjagaan, pencatatan dan pengagihan harta zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dilantik oleh pemerintah di dalam negara Islam atau mereka diberi kebenaran atau dipilih oleh institusi yang diiktiraf oleh kerajaan atau oleh masyarakat Islam untuk membuat pungutan dan pengagehannya serta melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan zakat seperti mengajar masyarakat tentang hukum zakat, menerangkan tentang sifat-sifat pemilik harta yang wajib dikeluarkan zakat dan golongan-golongan yang berhak menerima zakat, memindahkan, menyimpan, menjaga, mengembangkan serta memanfaatkan harta zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amil-amil zakat berhak mendapatkan imbuhan dari kerja mereka iaitu dari bahagian golongan amil zakat yang diberikan oleh pihak yang melantik mereka dengan kadar tidak lebih dari upah yang sama dengannya walaupun mereka bukan dari kalangan orang-orang fakir dengan mengambil kira bahawa jumlah wang yang dibayar untuk semua amil zakat, persiapan dan pembiayaan pengurusan pejabat tidak lebih dari satu perlapan dari hasil pungutan zakat (12.5 %).&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;hilmi07.al-fikrah.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawapan tepat dalam konteks di Malaysia, setelah merujuk beberapa kenalan yang bekerja di pusat zakat mahupun yang ada akses ke pusat zakat &amp;amp; majlis agama islam (terima kasih Ust Al-Ansar kerana tunjuk jalan ke pusat zakat tempat enta, bila mau jadi panelis di sini?) ialah ditetapkan gaji ke atas amil dan tidak menuntut lebih dari itu kerana peruntukan zakat ke atas asnaf amil telah dimasukkan dalam operasi pengurusan zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini diambil daripada Imam Nawawi r.h,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;وأما العامل فاستحقاقه بالعمل.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;فإن شاء الإمام بعثه بلا شرط ثم أعطاه أجرة مثل عمله&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;وإن شاء سمى له قدر أجرته أو جعالة ويؤديه من الزكاة&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;ولا يستحق من أجرة المثل&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adapun hak/upah amil itu adalah mengikut kadar kerjanya. Pihak Imam (pihak yang dipertanggungjawabkan tentang agama) boleh (sah) mengutus Amil untuk memungut zakat tanpa apa-apa syarat kemudian setelah selesai kerjanya, diberikan upah mengikut upahan bagi kerja-kerja yang seumpamanya. Dan jika pihak yang berkenaan hendak menetapkan pembayaran itu sebagai gaji terhadap kerja yang dijalankan atau seumpama satu perjanjian upah bagi kerja yang dijalankan bolehlah diambil dari harta zakat. Dan para amil tidak berhak menuntut lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(rujukan: روضة الطالبين, 2/327)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan ini, pandangan awal sebelumnya dimansuhkan sebab tidak masuk dalam konteksnya setelah meneliti situasi di Malaysia.. والله أعلم&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;hilmi07.al-fikrah.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-485407895820539586?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/485407895820539586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hak-amil-menerima-zakat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/485407895820539586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/485407895820539586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hak-amil-menerima-zakat.html' title='Hak Amil Menerima Zakat'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-1974548543391795509</id><published>2009-02-08T18:42:00.013+08:00</published><updated>2009-02-08T18:46:23.541+08:00</updated><title type='text'>pelaburan haram</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa nak buat kalau dah labur dalam skim pelaburan yang haram?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah dihentikan pelaburan itu. Dalilnya: Dari Jabir ra," setiap daging yg tumbuh dari yg haram, maka Neraka lebih berhak baginya yang ialah api neraka." sahih, alAlbani, sahih alJaami' # 4519.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarkan modalnya, keuntungan disedeqahkan dan modal (asal) itu dilabur dalam skim pelaburan yang halal. Begitulah Islam, " Yang halal itu jelas, dan yg haram itu jelas" HR al-Bukhari-Muslim (matan arbai'iin # 6 dari Nu'man)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;UZAR&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jwpn panjang telah saya jwb di web saya , sila buka http://www.zaharuddin.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=435&amp;amp;Itemid=72&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jwpn ringkas seperti berikut :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Nak Buat Jika Dah Menyertai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramai yang menghubungi saya lalu bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•1) Modal boleh ambil semula atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapnya : Modal boleh diambil semula, ini kerana sesebuah aqad transaksi Riba tidak diiktiraf dalam Islam. Justeru bermakna, modal yang telah diletakkan juga tidak hangus malah sipelabur layak mendapatkannya semula. Adapun jika, kontrak tidak boleh dibatalakan di pertengahan jalan. Harus hukumnya untuk menunggu bagi mendapatkan semula modalnya. Tidak kurang mahupun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•2) Apa nak buat dengan keuntungan yang telah diperolehi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama dari empat mazhab telah bersepakat berkenaan kewajiban melupuskan harta haram dengan mendermakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Atiyyah Saqar (bekas Ketua Lajnah Fatwa Al-Azhar) berkata, : "Wajib melupskan harta yang haram ketika bertawbat, ia boleh dilakukan dengan memulangkan kembali harta itu kepada tuannya (jika diketahui) atau kepada warisnya, dan jika tidak mampu diketahui, hendaklah diserahkan kepada faqir miskin bagi memisahkan diri darinya dan bukannya bagi meraih pahala (dari serahan itu). ( Min Ahsanil Kalam Fil Fatawa, hlm 2/65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujjah utama para ulama dalam hal mendermakan wang haram seperti ini adalah pelbagai hadith Rasulullah SAW yang diriwayat Abu Daud dengan sanad yang baik, hadith tentang kekalahan Rom tadi, athar dari Ibn Mas'ud yang diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi 6/188 dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•3) Jika Nak Derma ke mana Yang Boleh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rinngkasannya mudah sahaja :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a- Faqir miskin samada dari kalangan ahli keluarga atau tidak. Majoriti mazhab Islam termasuk ulama silam memberikan fatwa harus untuk individu yang benar-benar dalam keadaan ini menggunakannya untuk dirinya atas sebab miskin dan faqir. Ketika itu, harta yang kotor itu, tidak lagi menjadi kotor. Tetapi mestilah dengan syarat ianya disertai dengan perasaan insaf dan bertawbat dari perbuatan haramnya. (Al-Ikhtiyar li Ta'lil al-Mukhtar, 3/61 ; Al-Qawaid, Ibn Rejab, hlm 129 ; Ihya Ulumiddin, 2/145 ; Al-Majmu' , 9/428)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIAPA ITU FAQIR DAN MISKIN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut majoriti mazhab dan ulama, Faqir itu adalah Mereka yang tiada memilki harta (duit ataupun harta seperti kereta, rumah ) dan tiada pula kemampuannya dan kelayakan bagi mencari harta halal yang mampu mencukupi had keperlaun asasnya dari sudut makan, pakaian dan tempat tinggal bagi dirinya dan yang di bawah tanggungannya. Seperti ia perlukan minima RM 10 untuk keperluan asas, tetapi hanya perolehi RM 1, 2 atau 4 sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIskin pula , ia memerlukan RM 10, tetapi hanya memiliki RM 7 atau 8 sahaja. Selain itu, termasuk juga mereka yang mempunyai harta tetapi tidak dapat digunakan kerana sebab-sebab tertentu seperti jauh dan sebagainya. Termasuk juga dalam takrif ini seperti para pelajar univeristi yang wangnya hanya mencukupi untuk makan dan tidak mencukupi untuk membeli peralatan asasinya seperti buku, kitab, tatkala itu ia juga dikira miskin ( Nihayatul Muhtaj, Ar-Ramli, 6/151, hlm 153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi awas, jangan ada yang menggunakan pelbagai helah untuk menganggap diri miskin semata-mata untuk menggunakan harat haram ini untuk dirinya. Allah SWT maha mengetahui akan segala helah makhluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•b- Badan Kebajikan Awam &amp;amp; pembinaan Kemudahan Awam Yang Halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira ini tidak lagi memerlukan huraian kerana kejelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•c- Masjid &amp;amp; Surau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada asalnya ia tidak berapa digalakkan, tetapi bolehlah mengambil pandangan yang lebih ringan dalam hal ini iaitu ia merupakan pandangan Ulama Hanafi, Mazhab Syafie yang berfatwa harus menggunakan duit haram yang tidak diketahui pemilik ini untuk membina masjid dan surau. (Al-Majmu' , 9/428 ; Hasiyah Radd Al-Muhtar, 2/92) ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•4) Tak mampu nak derma seluruh keuntungan Riba itu sekali gus, adakah jalan lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang benar-benar insaf, dan wang keuntungan masih ada, tetapi jika didermakan maka habis seluruh wang simpanan atau membawa kesukaran belanja keluarga yang teruk. Ketika itu bolehlah di dermakan wang keuntungan tersebut secara berperingkat khas bagi mereka yang berada dalam situasi ini. Ia samalah dengan dalil berkenaan tindakan khalifah Umar Ab Aziz tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•5) Dah guna habis duit beli itu ini, memang tak mampu nak ganti balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kumpulan sebegini, yang terpenting adalah bertawbat dan memutuskan semua keterlibatan dengan wang haram ini lagi. Dalam masa yang sama memperbanyakkan sedeqah sedikit demi sedikit sepanjang hidupnya. Ianya perlu bagi menghapuskan dosa-dosa silam yang melekat di hati, kehidupan dan dagingnya. Ia berdasarkan sabda Nabi SAW :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : Bertaqwalah kamu kepada Allah di mana sahaja kamu berada dan ikutilah perbuatan dosamu dengan pahala, nescaya ia akan dapat memadamnya dan menjadikan kamu dengan ahklah yang mulia" ( Riwayat At-Tirmidzi , no 1910 , At-Tirmidiz : Hadith Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut di syarahnya akan erti penghapusan itu :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;والمراد يمحو الله بها آثارها من القلب أو من ديوان الحفظة , وذلك لأن المرض يعالج بضده فالحسنات يذهبن السيئات&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : apa yang dimaksudkan adalah Allah akan menghilangkan kesan dosa itu dari hati, kerana kesan dosa penyakit itu dirawati dengan apa yang bertentangan dengannya, maka kebaikan menghialngkan segala kejahatan. ( Tuhfatul Ahwazi, hadith no 1910 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•6) Bolehkah guna duit untung itu untuk buat modal perniagaan halal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga satu persoalan yang kerap ditanya, bagi saya ia hanya akan menjadi harus sekiranya anda benar-benar dalam keadaan bermasalah sekiranya melupuskan terus wang-wang haram itu. Hanya Allah yang dapat mengetahui samada seseorang itu benar-benar sudah sampai tahap untuk mengambil pandangan yang lebih ringan iaitu, harus menggunakannya sebagai modal untuk yang halal dengan azam dan niat ikhlas untuk mendermakan modal dari yang haram itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama silam juga pernah membincangkan berkenaan hukum menggunakan keuntungan yang didapati dari perniagaan halal, bagaimanapun modalnya adalah wang curi atau haram. Dalam hal ini, Imam Malik, Imam As-Shafie, Imam Abu Yusof dan Sheikh Zufar Huzayl bersetuju bahawa pencuri tersebut berhak mendapat bahagian keuntungan daripada pelaburannya walaupun modal asalnya adalah haram, tetapi ia wajib memulangkan kembali wang yang dicuri (wang yang digunakan sebagai modal perniagaannya atau pelaburannya) kepada yang berhak. (Bidayatul Mujtahid, Ibn Rusyd, 2/241; Rawdah at-Tolibin, An-Nawawi, 4/211; Al-Hawi, al-Mawardi, 7/337).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ijtihad ini, kita berpandangan bahawa pelabur yang terdesak dan sukar untuk mendermakan sekaligus wang untungnya adalah melaburkannya ke tempat halal dan harus mengambil keuntungan daripada perniagaan/pelaburan yang dijalankan walaupun pada modal yang digunakan untuk tujuan tersebut terdapat bahagian yang haram. TETAPI PERLU DIINGAT ia hanya harus dilakukan di ketika : -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a- Telah bertawbat dari kesilapan serta menghadapi masalah untuk mendermakan secara keseluruhannya pada satu masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b- Di ketika insaf dan berniat ingin 'convert' atau mengubah semuanya kepada yang halal serta tiada modal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c- Tidak lagi meneruskan aktiviti haram itu sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan cara yang perlu dilakukan; ringkasnya cara umumnya adalah seperti berikut:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Cara terbaik adalah bertawbat. Kerana terjebak tanpa ilmu dalam saham-saham yang berunsur Riba secara sepakat ulama yang berkelayakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Perlu diingat beberapa dalil seperti sabda Nabi SAW : ertinya " Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali sesuatu yang baik.." ( Riwayat Muslim, 3/85 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Harta haram tidak sesekali boleh digunakan untuk manfaat diri pemiliknya, samada untuk kegunaan pembayaran cukainya, saman keretanya, makanan keluarganya, tambang basnya dan lain-lain untuk kepentingan dirinya. Apatah lagi digunakan untuk menunaikan Haji dan Umrah. Kemungkinan Haji itu dilihat sah berdasarkan rukun dan syaratnya tetapi tidak diterima Allah SWT kerana ia adalah dari hasil yang tidak baik sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hadith lain pula menyebut ; Ertinya : "Barangsiapa yang mengumpulkan harta yang haram kemudian mendermakannya, tiadalah baginya sebarang pahala (kerana harta itu bukan hartanya) dan penanggungan dosanya kekal (sehingga bertawbat)" (Riwayat al-Hakim, sohih menurut al-hakim dan disepakati oleh az-Zahabi ; Albani : Ianya lemah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sebuah hadith pula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;كل لحم نبت من سحت فالنار أولى به&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : "Setiap daging yang tumbuh dari harta kotor ( haram) maka Neraka lebih kayak untuknya" ( Riwayat At-Tabrani, 19/136 ; Al-Mughni lil ‘Iraqi, 2/9207 ; Ithaf As-Sadat al-Muttaqin, Az-Zubaydi, 5/226)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadith ini, terdapat beberapa pihak yang keliru lalu menyangka ianya boleh digunakan untuk manfaat diri selain makan dan minum. Ini kesilapan dalam memahami konsep harta haram. Jika demikianlah, maka ramai pula yang mencuri sert6a menggunakan wang curi untuk membeli kereta sahaja. Tidak, hukum asal dalam bab harta haram ini, ianya tidak boleh digunakan untuk apa jua manfaat pemegangnya samada untuk makan atau lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-1974548543391795509?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/1974548543391795509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pelaburan-haram.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1974548543391795509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1974548543391795509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pelaburan-haram.html' title='pelaburan haram'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-475219308018250272</id><published>2009-02-08T18:41:00.002+08:00</published><updated>2009-02-08T18:42:52.805+08:00</updated><title type='text'>hire purchase vs ijarah thumma bai' (car loan)</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setahu ana membeli kereta melalui loan dari bank tidak dibenarkan dalam Islam kerana ada unsur riba'. Oleh itu kebanyakkan bank2 Islam mengguna kaedah ijarah thumma bai' (sewa kemudian beli) dan fixed interest. Tapi ada bank convetional memperkenalkan hire purchase (sewa beli; bukan loan) dan fixed interest. Apa beza istilah hire purchase &amp; ijarah thumma albai'? Adakah konsep ini sama? Bolehkah ana terus menggunakan HP convetional sekiranya kaedahnya sama dgn HP-Islamic? Kalau refinance, ana terpaksa prepare sekurang2nya RM5000 dan interest naik sbb kereta dikira second hand... minta bantuan dari yg berilmu... ana kebingungan sekarang...&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Ijarah Thumma alBai' = maksudnya Sewa kemudian disusuli dengan pembelian aset tersebut merupakan salah satu instrumen dalam pakej pembiayaan secara Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Ijarah Thumma al-bai' walaupun sama konsepnya dengan HP, tapi al-Ijarah di rumuskan berdasarkan prinsip bebas riba, akad sewa dan akad beli dan syarat2 sewa-beli termasuk penalti (denda) yang unik untuk pembiayaan kewangan Islam. Jadi istilah al-Ijarah dan HP membawa maksud dan implikasi syari'at. Maka tidak boleh kita katakan, al-Ijarah juga menetapkan keuntungannya berdasarkan interest (bunga) kerana interest hanya dikaitkan dengan perbankan konvensional sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka anda hendaklah segera berpindah dari sewabeli secara konvensional dan cuba berunding dengan pegawai bank syari'ah tempatan (bank Islam, bank Mu'amalat), juga perbankan Islam dari negara-negara Arab seperti Kuwait Finance House dan alRajhi bank unutk meminimakan kerugian anda utk mendapat pakej pembiayaan yang sejajar dengan syari'ah. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-475219308018250272?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/475219308018250272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hire-purchase-vs-ijarah-thumma-bai-car.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/475219308018250272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/475219308018250272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hire-purchase-vs-ijarah-thumma-bai-car.html' title='hire purchase vs ijarah thumma bai&apos; (car loan)'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-628870210291975550</id><published>2009-02-08T18:40:00.001+08:00</published><updated>2009-02-08T18:41:49.010+08:00</updated><title type='text'>Hukum gadaian emas Dan perak</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin tahu apakah hukum menggadaikan barangan emas &amp; perak? Apakah nas yang membenarkannya (Al-Quran, Hadis &amp; pendapat ulama')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, Wassalam&lt;br /&gt;alibaba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadai atau arRahn ni hukumnya HARUS menurut ketetapan al-Qur:an, asSunnah dan Ijma'. (Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah, 12/139)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak terhad kepada emas dan perak sahaja, malah apa saja yang berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil al-Qur:an, lihat AQT 2 (...maka hendaklah ada barangan gadaian yang dipegang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil hadith: HR al-Bukhari dari Aisyah, "bahawa Nabi pernah membeli barang makanan dari Yahudi dan menggadaikan baju besinya." (lihat Fiqh Sunnah, ibid, 12/139-140)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-628870210291975550?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/628870210291975550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-gadaian-emas-dan-perak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/628870210291975550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/628870210291975550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-gadaian-emas-dan-perak.html' title='Hukum gadaian emas Dan perak'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4465692533941380645</id><published>2009-02-08T18:39:00.002+08:00</published><updated>2009-02-08T18:40:28.514+08:00</updated><title type='text'>harta anak yatim</title><content type='html'>saya mempunyai adik yang kematian isteri,adik saya ini mempunyai dua anak perempuan di bawah umur&lt;br /&gt;masaalah: saya telah mengambil pinggan mankuk yg belum digunakan adik saya dengan kebenaran adik saya.&lt;br /&gt;pertanyaan, adakah saya dikira mengambil harta anak yatim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud harta anak yatim ialah bila kedua ibubapanya sudah tiada, maka ketika itulah maksudnya harta anak yatim itu tidak boleh diusik. Dalam kes yg anda kemukakan, ayahnya masih ada dan kedua putri itu masih ada tempat bergantung dan hartanya masih ada mengurusnya. Maka hadiah dari adik anda itu boleh diterima kecuali ia set pinggan mangkuk yang bernilai tinggi spt finebone china set dari Japan atau Eropah. Maka ia kemungkinan termasuk harta pesaka si mati. Juga pastikan apakah set pinggan mangkuk itu harta adik anda atau harta arwah isterinya.. yang penting, jika hati anda rasa tak sedap, maka kembalikan sahaja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4465692533941380645?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4465692533941380645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/harta-anak-yatim.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4465692533941380645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4465692533941380645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/harta-anak-yatim.html' title='harta anak yatim'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-8512370232736079055</id><published>2009-02-08T18:38:00.002+08:00</published><updated>2009-02-08T18:39:28.267+08:00</updated><title type='text'>waris harta kafir</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar ke kita tidak boleh mewarisi harta org kafir spt yg diwasiatkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kerana terdapat hadith yg melarangnya. hadith Bukhari-Muslim, matnnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لا يرث المسلم الكافر ولا الكافر المسلم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;terjemahnya: (Tidak boleh si muslim mewarisi orang kafir dan sebaliknya) Bukhari (6764 dari Osama ben Zaid ra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pendapat Jumhur termasuk Syafi'iyah. Tapi madzhab Hanafi membolehkan harta orang kafir diwarisi tapi hendaklah di serahkan kepada Baitul Mal dan pendapat Hanafi adalah lebih hampir kepada kebenaran dan kemaslahatan (Muhammad Ali AsySyabuni, alMawarith/42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-8512370232736079055?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/8512370232736079055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/waris-harta-kafir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8512370232736079055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8512370232736079055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/waris-harta-kafir.html' title='waris harta kafir'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4493540291505765510</id><published>2009-02-08T18:36:00.002+08:00</published><updated>2009-02-08T18:38:04.192+08:00</updated><title type='text'>hukum aqad dalam transaksi kewangan</title><content type='html'>apakah hukum aqad jual beli dalam urusan kewangan masa kini? kalau dahulu mungkin sesuai. tapi sekarang, kita byk berurusan dgn mesin, internet dan seumpamanya. begitu juga dengan pembayaran zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya madzhab Syafi'iy yang amat keras dalam masalah aqad jualbeli. mereka menggunakan ayat 1 surah alMaaidah (Wahai orang-orang beriman, penuhilah aqad-aqad itu). Madzhab Syafi'iy mengqiaskan juga dengan akad nikah. Namun jumhur ulama' tidaklah berpendapat demikian kerana uqud dalam ayat di atas agreement atau perjanjian dan tidak semestinya secara ijab-qabul. Maka Majma' Fiqh Alami menetapkan transaksi elektronik dan cyber itu adalah sah jika memenuhi maksud uqud atau agreement (apa yang dipersetujui dan diredhai) oleh kedua-dua belah pihak. Prof Dr al- Imam Yusof al-Qardhawi juga berfatwa sah dalam Fatawa Mu'asirat Jld 2.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4493540291505765510?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4493540291505765510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-aqad-dalam-transaksi-kewangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4493540291505765510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4493540291505765510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-aqad-dalam-transaksi-kewangan.html' title='hukum aqad dalam transaksi kewangan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-8538020572716728695</id><published>2009-02-08T18:35:00.003+08:00</published><updated>2009-02-08T18:36:34.809+08:00</updated><title type='text'>Suami Malas Dan Zakat Fitrah</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga dirahmati Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hukum suami malas nak kerja,&lt;br /&gt;makan duit bini je lepas tu zakat fitrah bini yang bayor utk suami dan anak???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komen:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan jenis ni kita tak perlu buka kitab rujukan...&lt;br /&gt;Kita paparkan tiga situasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideal: Laki kerja, bini makan duit laki dan zakat fitrah, suami yang bayar. Jika bini malas pun OK, dan suami sediakan orang gaji dua tiga orang, maid Indon lagi. Situasi ni macam ni lazim dan masih berlaku di Tanah Arab terutama Saudi arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman moden akhir zaman: Laki-bini keluar kerja, masing-masing makan duit gaji sendiri, zakat pun sama-sama keluar dan kalau sama-sama malas, ambik orang gaji dan hantar anak tuisyen...ni biasa di Lembah kelang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;situasi teruk dan pelik: spt yg anda gambarkan! isteri bela suami malas. hatta zakat fitrah pun bini bayar! Kalau ada...laki tu bertuahlah..samada dia hensem macam nabi Yusof atau dia jenis ketua Mafia atau gangster.&lt;br /&gt;Hukum fiqihnya, tak payahlah kita putuskan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-8538020572716728695?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/8538020572716728695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/suami-malas-dan-zakat-fitrah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8538020572716728695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8538020572716728695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/suami-malas-dan-zakat-fitrah.html' title='Suami Malas Dan Zakat Fitrah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3675136744031309505</id><published>2009-02-08T18:29:00.008+08:00</published><updated>2009-02-08T18:35:27.591+08:00</updated><title type='text'>Hukum Menjual rokok</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah hukum menjual rokok??adakah sumber hasil pendapatan penjualan rokok itu HALAL??apa yang saya tahu, majlis fatwa kebangsaan telah menfatwakan rokok itu HARAM, adakah hukumnya sama dengan penjualan ARAK??. Arak diharamkan kerana memudaratkan, begitu juga dengan rokok,&lt;br /&gt;ia diharamkan kerana memudaratkan, walapun tiada satu pun ayat al-quran dan al-hadith yang mengharamkan Rokok (berdasarkan pengetahuan saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;p/s: Ustaz yang hisap rokok kompen akan putar belit benda ni......hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rokok adalah haram. Keharaman sesuatu dalam Islam tsabit melalui nas yang qat'iy seperti arak, manakala rokok tsabit melalui nas-nas yang umum atau universal, antara nas-nas umum:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. (Yang mengikut Muhammad) menghalalkan untuk mereka semua yang baik-baik dan mengharamkan untuk mereka semua hal yang buruk.) AQT 7:157.&lt;br /&gt;Ulasan: Nah siapa cakap rokok tidak disebut, bukankan rokok termasuk dalam semua hal yang jelik dan buruk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. (Dan janganlah kalian melakukan melakukan perbuatan bunuh diri) AQT 4:29. Ulasan: merokok adalah perbuatan bunuh diri secara perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. (dan janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kebinasaan) AQT 2: 195. Ulasan: merokok dgn terangan mencampakkan perokok dalam kebinasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. ( dan dosa keduanya (arak dan judi) lebih besar dari manfa'atnya) AQT 2:219 Ulasan: Rokok menyamai arak dan judi, di mana kemudharatannya mengalahkan kebaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. (Tidak ada makanan mereka melainkan dari pohon yang berduri. makanan tersebut tidak menyebabkan kegemukan dan tidak menghilangkan rasa lapar. ) AQT 88: 5-6 Ulasan: rokok adalah menyamai makanan penduduk neraka, tidak menyihatkan perokok dan tidak menghilangkan rasa lapar dan dahaga perokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. kebanyakan rumah fatwa negara2 umat Islam mengharamkan rokok dan antara ulama' tersohor yg mengharamkan ialah Prof al-Qardhawi dan Syaikh Ibn Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Adapun alasan perokok dan peniaga rokok mendakwa rokok tiada ayat dalam al-Qur:an (perihal haramnya merokok) adalah petanda kejahilannya akan dua ayat:&lt;br /&gt;a. (Tidak ada sesuatupun yang tertinggal dari alkitab) AQ 6: 38&lt;br /&gt;Ulasan: mafhum ayat ini ada benda yang AlQur:an sebut dgn nama spt khamar, judi dan babi, dan yg lain cukup AQ sebut sifatnya (spt rokok) Kalau alQur:an nak senaraikan semua benda, maka ia tidaklah setipis spt sekarang, tentulah berjilid-jilid. cukup AQ sebut dua tiga benda secara khusus dan yang lain memadai disebut sifat-sifatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. (Nabi) mengharamkan utk mereka segala yang buruk-buruk) AQ 7: 157&lt;br /&gt;Ulasan: rokok termasuk dalam segala sesuatu yang buruk-buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. menjawab soalan anda bahawa bisnes rokok adalah juga haram bila zat rokok itu sudah dikenalpasti haram. berdasarkan larangan Nabi SAW."&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah pabila Dia mengharamkan sesuatu, maka diharamkan juga harganya." (HR Ahmad dan Abu Daud, dinilai sahih oleh al-Albani, Ghayatul Maram)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;1. Halal dan Haram fil Islam lil Qardhawi&lt;br /&gt;2. Hukm atTadkhin lil Syaikh Muhammad Jamil Zeenoo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3675136744031309505?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3675136744031309505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-menjual-rokok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3675136744031309505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3675136744031309505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-menjual-rokok.html' title='Hukum Menjual rokok'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-869742728962172715</id><published>2009-02-08T18:27:00.008+08:00</published><updated>2009-02-08T18:29:52.221+08:00</updated><title type='text'>Lupa Bayar Fitrah</title><content type='html'>a'kum ustaz, ada sahabat sy nie, die ckp terlupa nk bayar fitrah raya tahun ni...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- bleh bayar lagi ker&lt;br /&gt;- niat camna&lt;br /&gt;- penjelasan hukum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr stutroop dengan kadar yang termampu, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempoh tamat menunaikan zakat al-Fitr adalah semasa solat Eid dilaksanakan. Nabi memerintahkan agar seseorang itu menyempurnakan zakat al-Fitr sebelum Solat Eid, sebagaimana Ibn Abbas ra. meriwayatkana bahawa Nabi saw bersabda :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;من أداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ، ومن أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقات&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"barangsiapa membayarnya sebelum Solat maka zakat tersebut diterima, dan barangsiapa yang membayar selepas solat, ia hanya sedekah biasa" [Hadith Riwayat Abu Daud, 2/262, #1609; Ibn Maajah, 1/585, #1827; al-Daaraqutni, 2/138; al-Haakim, 1/409].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang lambat membayar zakat fitrah adalah berdosa hukumnya, dan hendaklah dia bertaubat dan melaksanakan juga ibadat zakat al-fitr tersebut (qadha').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang terlupa, tidaklah ada dosa keatasnya, sebagaimana firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"dan kamu pula tidak dikira berdosa dalam perkara yang kamu tersilap melakukannya, tetapi (yang dikira berdosa itu ialah perbuatan) yang disengajakan oleh hati kamu melakukannya dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." [Surah al-Ahzaab 33:5].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut fatwa dari al-Lajnah al-Daaimah, (&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;أما كونها لا إثم عليها فلعموم أدلة إسقاط الإثم عن الناسي ، وأما إلزامها بالقضاء فلما سبق من التعليل&lt;/span&gt; )"...tidak berdosa bagi orang yang lupa, akan tetapi dia masih wajib menqadha'nya diatas alasan yang diberikan" [al-Lajnah al-Daaimah, 9/372].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-869742728962172715?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/869742728962172715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/lupa-bayar-fitrah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/869742728962172715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/869742728962172715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/lupa-bayar-fitrah.html' title='Lupa Bayar Fitrah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4589587625291186203</id><published>2009-02-08T18:26:00.003+08:00</published><updated>2009-02-08T18:27:15.817+08:00</updated><title type='text'>Had Keuntungan Jualan</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;Saya nak bertanya mengenai had keuntungan yang dibenarkan dalam Islam. Adakah wujud peraturan yang menetapkan bahawa keuntungan yang patut kita peroleh ialah hanya 100% sahaja. Kalau saya berniaga, modal ialah RM 0.30 dan saya menjualnya dengan harga RM 1.00 Adakah saya boleh menerima keuntungan tersebut dan wajar.&lt;br /&gt;Boleh tak pihak tuan memberikan penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Had keuntungan dalam Perniagaan.&lt;br /&gt;Sebenarnya soalan ini sudahpun diajukan kepada Prof Dr Yusof al-Qardhawi dan sudah dicetak dalam koleksi Fatawanya, Fatawa Mu'sirat. Jika cetakan terjemahan, lihat jilid 7 &amp; 8 edisi Pustaka Salam Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan Fatwa Dr al-Qaradhawi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. matlamat semua perniagaan ialah mendapatkan keuntungan, tapi dalam Islam dimensi untung meliputi keuntungan duniawi dan ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nas menetapkan keuntungan itu tidak ada. Cuma dari segi praktikalnya sejak zaman salaf dikenalpasti dua jenis barangan: barangan keperluan asasi manusia dan barangan mewah. Islam mengambil berat pergerakan harga dan kadar keuntungan dalam bisnes melibatkan komoditi dan barangan keperluan manusia ramai, maka di sini perlu ada kawalan dari negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Boleh atau harus memperolehi keuntungan melebihi 100% terutama dalam urusan hartanah. Ini biasa berlaku di zaman RasuluLlah saw dan baginda tidak menegahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. al-Qardhawi menyenaraikan beberapa jenis cara dan manipulasi untuk meraih keuntungan berganda yang diharamkan seperti melalui jalan haram (antaranya riba, rasuah dan perjudian), juga melalui jalan curang, rasuah dan manipulasi pasaran, insider trading, monopoli, sorok barang dan spekulatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4589587625291186203?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4589587625291186203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/had-keuntungan-jualan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4589587625291186203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4589587625291186203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/had-keuntungan-jualan.html' title='Had Keuntungan Jualan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-5954513624133684938</id><published>2009-02-08T18:14:00.026+08:00</published><updated>2009-02-08T18:25:14.675+08:00</updated><title type='text'>Pelaburan Dinar Iraq</title><content type='html'>salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut adalah dialog saya dgn netters di http://groups.yahoo.com/group/zaharuddin/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Quote:&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;xxul_gunturean &lt;/span&gt;&lt;xxul@msn.com&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; wrote:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Assalamulaikum,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Ustadz,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Saya ingin bertanya boleh kah kita membeli dinar IRAQ yang sekarang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;ini berharga lebih kurang 0.001USD (kalau tak silap saya) kemudiannya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;menjualnya apabila Dinar Iraq itu meningkat? Boleh kah Ustadz?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Harap ustadz dpt membantu, begitu juga dengan netters yang lain. Sekian&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; MSAR, Johor BAhru&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;  &lt;br /&gt;Jawapan saya :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari apa yang saya faham adalah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin beli duit kertas dinar iraq ( bukannya membeli dinar emas macam yang kelantan keluarkan tu) sekarang dengan nilai semasanya USD 0.001 = 1 dinar iraq. Dengan Niat untuk menjualnya kelak apabila harganya naik ( jika naik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komen :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pembelian itu syubhah, kerana pastinya anda akan membeli duit kertas iraq itu melalui internet. justeru, syarat Islam dalam pembelian jual beli emas adalah di terima serah dalam satu masa, tetapi dalam hal ini, anda beli ( tukar) RM anda kpd duit iraq itu , anda bayar sekarang , tetapi pastinya anda akan menerimanya lewat. justeru, telah berlaku Riba Nasiah di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) dan anda perlu memastikan bahawa anda membeli duit iraq yang asli. Di bimbangi anda di tipu lalu membeli yang tiruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Niat anda untuk menjualnya semula bila harga naik kelak (jika naik) juga harus, ia memang mempunyai sedikit elemen ketidaktentuan (gharar) dan spekulasi (yang hampir dengan gambling = judi), tetapi elemennya tidak ketara sehingga boleh menjadikan haram. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Anda perlu ingat juga, ura-ura bahawa KONONNYA nilainya akan naik ke USD 1 = Dinar Iraq 1 adalah hanya berita-berita TANPA SEBARANG JAMINAN dan ia mungkin hanya penipuan berdasarakn suasana Iraq yang sukar di ramalkan ekonomi dan politiknya kini. Justeru, risiko untuk RUGI atau MIMPI anda tidak menjadi kenyataan adalah agak besar juga.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/xxul@msn.com&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;xxul@msn.com&gt;Justeru, jika tanya saya, saya tidak akan sekali-sekali membuat pelabur yang begini rupa, amat terdedah kepada penipuan di pelbagai tahap. elok juga, utarakan soalan undang-undang kepada Bank Negara Malaysia, samada urus niaga ini diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ust zaharuddin abd rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;respond salah seorang netters yang telah membeli dinar iraq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Quote:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;annajmwalqamar@yahoo.com&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; wrote:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Assalamualaikum wrt wbr..&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; alhamdulillah..&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; saya dah dapat info sedikit sebanyak mengenai dinar Iraq melalui Yahoogroups ini..&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;span style="color: blue;"&gt;cuma sy ingin respon sedikit dan mohon penjelasan lanjut jika ada...&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; saya dah pun "terlibat" dalam pelaburan dinar Iraq ini...&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/annajmwalqamar@yahoo.com&gt;&lt;/xxul@msn.com&gt;&lt;br /&gt;&lt;xxul@msn.com&gt;&lt;annajmwalqamar@yahoo.com&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; a) Pembelian itu syubhah, kerana pastinya anda akan membeli duit kertas iraq itu melalui internet. justeru, syarat Islam dalam pembelian jual beli emas adalah di terima serah dalam satu masa, tetapi dalam hal ini, anda beli ( tukar) RM anda kpd duit iraq itu , anda bayar sekarang , tetapi pastinya anda akan menerimanya lewat. justeru, telah berlaku Riba Nasiah di situ.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; gerun bila dah melibatkan riba. amat jahil saya dan tak pernah terpikir akan berlaku riba. apa hukum terhadap saya yea? tapi pembelian yang berlaku adalah melalui orang tengah, cuma pembayaran melalui internet.. adakah sama juga? dan penghantaran melalui courier dalam masa 3 hari dah sampai..memang tidak diterima serah dalam satu masa..cuma stoknya berada di KL dan saya pula berada di kelate...&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; yg dibeli adalah collector set..berharga RM680 utk nilai dinar 41,800 dinar.. bahkan 41,800 dinar kalau ditukar kepada RM sekarang cuma sekadar RM200++..&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; b) dan anda perlu memastikan bahawa anda membeli duit iraq yang asli. Di bimbangi anda di tipu lalu membeli yang tiruan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; setakat ini diyakinkan oleh kaunter money changer kat KL..duit dinar yg saya beli tu memang original...&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; c) Niat anda untuk menjualnya semula bila harga naik kelak (jika naik) juga harus, ia memang mempunyai sedikit elemen ketidaktentuan (gharar) dan spekulasi (yang hampir dengan gambling = judi), tetapi elemennya tidak ketara sehingga boleh menjadikan haram. Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; saya lega kerana ianya harus..bimbang sangat kalau haram..cuma jika ustaz ada komen lanjut apabila melihat slide yg saya upload kat yahoogroups ni..harap boleh jelaskan..&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; d) Anda perlu ingat juga, ura-ura bahawa KONONNYA nilainya akan naik ke USD 1 = Dinar Iraq 1 adalah hanya berita-berita TANPA SEBARANG JAMINAN dan ia mungkin hanya penipuan berdasarakn suasana Iraq yang sukar di ramalkan ekonomi dan politiknya kini. Justeru, risiko untuk RUGI atau MIMPI anda tidak menjadi kenyataan adalah agak besar juga.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Justeru, jika tanya saya, saya tidak akan sekali-sekali menyarankan melabur dalam pelaburan yang begini rupa, amat terdedah kepada penipuan di pelbagai tahap. elok juga, utarakan soalan undang-undang kepada Bank Negara Malaysia, samada urus niaga ini diterima.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;  &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; risiko ni saya dah bersedia untuk tanggung...slide yang disertakan katanya adik saya dibuat dan dikaji oleh orang yg hebat juga dalam kewangan...dan sah dalam perkiraan undang2&amp;nbsp; BNM.. wallahua'lam.. maybe taktik orang nak kempen.. tapi sbb adik saya yg kempen.. rata2 dari UIA pulak.. percaya lah saya,.huhu..&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; saya ada upload gambar dan juga fail berkaitan dinar iraq ini.. minta maaf kerana guna space YG ni..saya harap ianya takde masalah...moderator boleh delete semula lepas ni..&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; saya harap ianya tidak dianggap sebagai iklan..sekadar rujukan utk ustaz..&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;span style="color: blue;"&gt;dan laman web berkaitan adalah www.mydinar.net&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; terima kasih atas masa ustaz. wallahuwaliyuttaufiq.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;  &lt;br /&gt;Jawapan Saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya memang berharap agar sesiapa yang punyai detail tentang pelaburan ini tampil memberi gambaran lebih jelas, dan alhamdulillah, kini lebih mudah untuk mengulas. Terima kasih atas gambar set duit dinar iraq dan file yang diberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan, anda yang telah terjebak..maka ia di anggap satu dosa yang telah berlaku dan displin Islam dalam hal membersihkan diri dari dosa yang telah berlalu adalah dengan :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Bertawbat kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;2) Membatalkan apa jua keterlibatan melalui jalan Riba itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam hal ini, yang terbaik boleh saya sarankan (tetapi mungkin anda akan mengeluh)... iaitu anda menjual semula dinar yang anda beli dengan cara terlibat riba itu sebagai tanda kesungguhan dan penmyesalan benar kerana terlibatnya anda dengan Riba. Maka jumlah RM 400 ++ yang anda rugi itu anggaplah ia sebagai penebus dosa atas kekurangan ilmu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, berdasarkan apa yang anda sertakan dan ketulenan duit dsbgnya, saya berpandangan bahawa :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Seseorang harus untuk membeli dinar itu tetapi dengan syarat mestilah terima serah itu dilakukan dalam satu masa. Ini bermakna, anda perlulah pergi ke kaunter jualan di KL atau mana jua untuk membeli set dinar Iraq itu. Tidak dibenarkan membeli by pos dan apa jua cara yang menjadikan penyerahannya tertangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Di dalam slide ada yang menyebut bahawa jika dinar iraq yang lama di tukar kepada yang baru, maka dengan mudah anda boleh menukar kepada versi baru itu dalam masa 3 bulan dbgnya. Saya amat berharap, hal ini dapat di ambil berat dan di pastikan sendiri oleh pembeli dinar iraq ini. Ini kerana, atas kelalaian seseorang sahaja, dinarnya boleh luput tanpa sebarang ganti. Perlu diingat juga, bagaimana untuk anda yang sibuk bekerja untuk mengtahui bhawa dinar yang anda miliki sudah di tukar versinya ?. adakaha ini bermakna, si pembeli perlu atas inisiatif sendiri membuka internet dan membaca berita iraq sentiasa?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Saya juga berpandangan : menurut maqasid shariah atau objektif Shariah. ADALAH TIDAK HARUS untuk seseorang yang kurang berkemampuan untuk membeli set dinar tadi walaupun harganya RM 680 sahaja. Ini kerana dibimbangi ada umat Islam yang terlampau yakin maka, sanggup bergolok gadai dan membhayakan diri dengan memebli sehingga hilang kemampuannya untuk menyara saraan wajib terhadap anak isteri dan keluarga. Dalam hal, hukum 'gharar' sudah menjadi besar dan hukum judi telah jatuh kepada si pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bermakna , hukum 'judi' dalam 'spekulasi' Forex jenis ini bergantung juga kepada kemampuan individu . bagi sesetsngah individu yang berada, membeli RM 680 adalah tidak memberikan apa-apa mudarat kepada tanggungan wajibnya. Maka tika, itu, elemen spekulasi dan gharar tidak smapai tahap haram. Berbanding seorg yang 'miskin' yang menggadaikan kewajibannya, dengan harapan dinar itu akan naik pada satu masa yang tidak diketahui. Ia sudah jatuh dalam tahap judi. wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Berkenaan keyakinan anda dengan kempen nilainya seolah-olah pasti naik berdasarkan pengalaman Afghanistan dan Kuwait.. saya tidak dapat meramal masa hadapan , cuma elok jika anda baca nasihat pakar forex yang saya petik ini..yang ringkasnya mereka menyebut bahawa trend sesuatu currency amat sukar di ramal dan tak semua perbandingan boleh menghasilkan keputusan yang sama. Justeru BERHATI-HATI wahai pelabur forex dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"Speculative trading of foreign exchange on margin carries a high level of risk, and is not suitable for all investors. The high degree of leverage can work for you, but against you as well. You can lose some or all of your initial stake.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt; &lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; Before deciding to speculate in forex you should carefully consider your investment objectives, level of experience, and risk tolerance. You should familiarize yourself with the risks associated with speculative forex trading, and seek advice from an independent financial advisor if you have any questions. Never speculate with money that you cannot afford to lose.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt; &lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; Investment Myths&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt; &lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; The foreign exchange market is one of most popular markets for speculation, due to its enormous size and liquidity, as well as its tendency for currencies to move in strong trends. For these reasons, some people feel that forex speculation is an easy path to tremendous success. This is seldom so.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt; &lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; Extraordinary gains are seldom possible without extraordinary risks. In any undertaking involving significant risk, you must be prepared for the possibility of suffering large losses, possibly even the loss of your entire stake. Forex speculation is not easy. The forex markets are complex, and currency trends are not simple or consistently predictable. Strategies that seem to work at one time likely will not work at other times. A significant loss of risk remains regardless of your level of experience or expertise. Even traders with years of experience incur losses.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt; &lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; An enticing aspect of forex speculation for some is the high degree of leverage allowed. Leverage seems very attractive to those who are expecting to turn small amounts of money into large amounts of money in a short period of time. However, it can be a double-edged sword."&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt; &lt;br /&gt;Justeru, harapan saya ia dapat memberi sedikit idea kepada para individu yang berminat. Pastikan tiada terlibat riba dan judi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ust hj zaharuddin hj abd rahman&lt;br /&gt;www.zaharuddin.com&amp;nbsp;&lt;/annajmwalqamar@yahoo.com&gt;&lt;/xxul@msn.com&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-5954513624133684938?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/5954513624133684938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pelaburan-dinar-iraq.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5954513624133684938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5954513624133684938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pelaburan-dinar-iraq.html' title='Pelaburan Dinar Iraq'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-6855031970511131075</id><published>2009-02-08T18:13:00.002+08:00</published><updated>2009-02-08T18:14:57.234+08:00</updated><title type='text'>Zakat Biasiswa</title><content type='html'>perlukah seorang pelajar yg mendapat biasiswa yg (agak) byk membayar zakat harta kerana ada kemungkinan duit biasiswanya menjadi simpanan yg melebihi usia setahun. dan bagaimana zakat fitrah, ramadhan dah hampir setengah dah nih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian, minta penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Zakat pendapatan pelajar. Sudah tentu jika biasiswanya lumayan dan melebihi keperluannya, maka hisablah bila cukup setahun dgn menolak kos perbelanjaan sara hidupnya dan jika masih berbaki dan melebihi nisab, maka zakat hendaklah dikeluarkan. Nisab zakat pendapat ialah mempunyai wang minimum melebihi nilai 85gm emas atau (20 mistqal emas) (alQardhawi, Fiqh Zakat 1/513-514)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Zakat fitrah afdhal dikeluarkan 4-5 hari sebelum raya dan menurut madzhab Syafi'iy boleh dikeluarkan bila-bila masa mulai 1 Ramadhan kepada amil menurut kadar tempatan yang diumumkan oleh penguasa negeri menurut harga semasa 3kg beras (satu gantang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-6855031970511131075?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/6855031970511131075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-biasiswa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6855031970511131075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6855031970511131075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-biasiswa.html' title='Zakat Biasiswa'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4951492685744440112</id><published>2009-02-08T18:10:00.004+08:00</published><updated>2009-02-08T18:13:03.278+08:00</updated><title type='text'>Pertaruhan Dalam Permainan Golf</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu soalan diterima dari seorang pengirim email. Saya rasa soalan ini memang selalu dikemukakan oleh para golfer di luar sana. jadi eloklah sekiranya pihak bijak pandai dari Ahkam memberikan pandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Biasanya bermain golf akan dibuat dalam group 4 orang satu flight. Bagaimana kah dengan hukum jika mereka bertaruh bahawa pemain yang kalah (syarat ditentukan dan dipersetujui bersama secara collective) akan kena membayar sejumlah wang yang dipersetujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Adakah wang kemenangan itu halal atau haram hukumnya? Adakah ini kategori judi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Adakah dengan masuk ke tournament golf, tenis, dan sebagainya di mana bayaran dikenakan kepada peserta lalu peserta yang menang akan dapat hadiah berdasarkan kelebihan bakatnya, penyertaanya adalah HARAM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Sekiranya persetujuan di buat supaya golfer yang kalah diminta utk membayar green fee dan buggy untuk semua kawan2 di dalam satu permainan, adakah ianya satu bentuk judi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;Thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum bermain Golf. Syaikh Madun Rashid dari Saudi dan murid syaikh al-Albani dalam kitabnya Qadhayaa alLahwi wa Tarfih (permasalahan hiburan dan masa lapang), cetakan saudi 1999 berkata sukan golf pernah diharamkan di Scotland pada tahun 1457M. Alasannya ia menyebabkan rakyat malas berlatih kuda dan memanah dan secara umumnya tidak memberi manfa'at kepada negara. Kata Syaikh madun, kita umat Islam sepatutnya mengambil iktibar dari kes Scotland itu dan menjauhi sukan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hukum bertaruh dalam permainan ini adalah khilaf fiqhi. al-Qardhawi dalam halal dan haramnya memilih pendapat yang mengharamkan kerana ia merupakan pertaruhan. Manakala Syaikhul Islam Ibn Taymiyah berpendapat pertaruhan secara sukarela di antara empat sekawan itu adalah harus (Ibn Qayyim, alFurusiyat/31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Haram menurut pendapat jumhur termasuk madzhab Syafi'iy (Ibn Abdil Barr, alTamhid 14/89), disokong oleh al-Qardhawi (halal&amp;Haram) dan Halal menurut tarjih Ibn Taymiyah-Ibn qayyim (Furusiyat/31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masuk pertandingan golf yg mengenakan bayarang penyertaan dan kutipan wang penyertaan peserta akan diberikan kepada pemenang, maka ia diklaskan sebagai judi menurut jumhur, manakala dibolehkan oleh Syaikhul Islam Ibn Taymiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peserta yang kalah kena belanja juga sama hukumnya, di mana ia menyamai judi menurut jumhur (majoriti fuqaha') dan dibolehkan oleh Syaikhul Islam Ibn taymiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan: Jalan penyelesaian ialah menjauhi sukan Golf bagi orang mukmin maka terlepaslah dari syubhah hukum pertaruhan di dalamnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4951492685744440112?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4951492685744440112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pertaruhan-dalam-permainan-golf.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4951492685744440112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4951492685744440112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pertaruhan-dalam-permainan-golf.html' title='Pertaruhan Dalam Permainan Golf'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-8411489256322234936</id><published>2009-02-08T18:08:00.005+08:00</published><updated>2009-02-08T18:10:26.641+08:00</updated><title type='text'>Jual-beli di surau, dewan pengajian, masjid?</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah hukum bagi seseorang yang menjalankan transaksi muamalah di dalam sebuah dewan yang telah diubahsuai menjadi surau/madrasah?&lt;br /&gt;Contohnya: rumah kedai dijadikan tempat pengajian ilmu, juga turut diadakan solat jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Adakah larangan bertransaksi dilarang dikhususkan hanya di masjid sahaja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr shahnor77 dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan jual-beli dimasjid hanya khusus kepada institusi 'masjid' sahaja. Ulama' khilaf dalam menentukan hukumnya. Ada yang memakruhkan dan ada yang mengharamkan. al-Shawkani didalam Nailu al-Authar menyatakan bahawa jumhur ulama' melarang berjual-beli diatas dasar makruh. Ada juga dikalangan beberapa ulama' mazhab Syafie menyatakan bahawa tidak dimakruhkan sama sekali perbuatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ala kulli hal, para ulama' mengatakan bahawa adalah lebih baik (awla) seseorang Islam itu menjauhkan diri dari melakukan jual-beli didalam masjid oleh kerana tempat ini dibina untuk beribadat kepada Allah, maka jika datang sesiapa yang melakukan transaksi didalam masjid, maka seolah-olah ia menjadinya sebagai pasar. Didalam Muwattha' Imam Malik ada meriwayat sesungguhnya 'Atha' bin Yasar pernah melintasi beberapa orang yang sedang berjual di masjid, dia berdo'a dan bertanya kepada mereka mengenai apa yang mereka inginkan? Maka mereka pun mengatakan bahawa mereka ingin menjual kepadanya, lalu dia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عليك بسوق الدنيا وإنما هذا سوق الآخرة&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Bagi kamu ini adalah pasar dunia, dan sesungguhnya ini adalah pasar Akhirat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, pasarana seperti surau yang fungsinya sama seperti masjid tidaklah wajar di jadikannya seperti sebuah pasar, lainlah kalau didalam situasi dewan awam yang kadang-kala diadakan kursus-kursus agama dan sebagainya. Perkataan 'Atha' bin Yasar diatas mengambarkan konsep prioriti atau aulawiyat harus di aplikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sila rujuk kepada URL berikut untuk melihat perbincangannya :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SJ - 2829 : Jual Beli dan iklan didalam masjid&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;p=17020&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markas Fatwa dibawah pengawasan Dr Abdullah al-Faqih - &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;حكم البيع في المسجد&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;URL : http://www.islamweb.net/ver2/Fatwa/ShowFatwa.php?lang=A&amp;amp;Id=23300&amp;amp;Option=FatwaId&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-8411489256322234936?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/8411489256322234936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/jual-beli-di-surau-dewan-pengajian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8411489256322234936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8411489256322234936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/jual-beli-di-surau-dewan-pengajian.html' title='Jual-beli di surau, dewan pengajian, masjid?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-207874478939171613</id><published>2009-02-08T18:03:00.001+08:00</published><updated>2009-02-08T18:08:43.687+08:00</updated><title type='text'>Bank Islam Dan Konvensional</title><content type='html'>Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin meminta penjelasan. Di Malaysia ni kita ada bank yang menawarkan kedua-dua sistem Islam dan knovensional. Contohnya AmBank dengan sistem Islamnya AmISlamic bank, BCB dan BCB Tijari dan sebagainya. Persoalannya, bolehkah kita membuka akaun menggunakan sistem Islam (contohnya BCB Tijari) di bank-bank ini memandangkan bank ini ada melakukan urusan konvensional. Walaupun kita membuka akaun secara Islam di bank ni, saya bimbang keuntungan yang bank tersebut perolehi daripada simpanan kita dalam sistem Islam(melalui pelaburan wang simpanan kita) akan membantu bank dalam urusan riba'nya dalam sistem konvensionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap dapat penjelasan. Terima kasih.JazakAllah khair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita nak ikutkan formula anda itu, maka satu-satunya bank yang tulin ditubuhkan menurut akta Perbankan Islam 1983 ialah Bank Islam Malaysia Bhd ajelah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala bank2 yang anda sebutkan itu adalah hasil dari liberalisasi lesen perbankan Islam di mana Bank Negara meluluskan lagi beberapa lesen perbankan Islam kepada Bank Kerjasama Rakyat (Bank Rakyat) dan Bank Mu'amalat. Manakala bank konvernsional yang lain diberi lesen Bank Islam sebagai salah satu anak syarikatnya. Cth: AMIslamic Bank adalah anak syarikat AMBank Group. Bank Tijari adalah anak syarikat BCB Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat kertaskerja penubuhan perbankan syari'ah oleh bank-bank konvensional, kita dapati anak syarikat itu setelah diberi peruntukan dana oleh Perbankan Kumpulan, maka ia ditadbir urus secara berasingan dari Kumpulan. Tapi Consolidated revenue atau pendapatan kumpulan akan diisytiharkan bersama Ini hanya syarat dalam lapuran tahunan syarikat kepada pelabur dan Bursa Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika anda ingin merasa tenteram jiwa anda, maka langkah terbaik ialah hanya berurusan (simpanan, pelaburan dan pinjaman) ialah dengan Bank Islam yg asal iaitu Bank Islam Malaysia Bhd sahaja.&lt;br /&gt;Tapi dari segi keharusan, anda sebenarnya boleh berurusan dengan semua perbankan syari'ah di negara ini. Ini kerana perbankan Islam adalah masih baru dan masyarakat Islam belum betul2 sedar akan hal ini, walaupun kita amat berhajatkan kebersihan dan kahalalan tulin dalam ekonomi kita, Bank Negara dan KWSP pun masih belum diurus secara syari'ah sedangkan ia adalah induk kepada sistem ekonomi negara ini. Bank Negara misalnya adalah payung dan induk kepada seluruh aktiviti perbankan, manakala KWSP adalah induk kepada simpanan terbesar rakyat Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebagai langkah pertama, jika majoriti umat Islam berurusan dengan mana-mana perbankan syari'ah pun sudah amat memadai sebagai langkah pertama. Jadi kita tidak boleh rigid dan terlalu mendetail memandangkan realiti fiqh albunuk alIslami (fiqih perbankan Islam) yang masih baru menapak dan membina fiqihnya di negara kita. sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-207874478939171613?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/207874478939171613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/bank-islam-dan-konvensional.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/207874478939171613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/207874478939171613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/bank-islam-dan-konvensional.html' title='Bank Islam Dan Konvensional'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-1809243786820936951</id><published>2009-02-06T23:47:00.000+08:00</published><updated>2009-02-06T23:48:22.995+08:00</updated><title type='text'>Pertandingan Treasure Hunt</title><content type='html'>Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini terdapat banyak pertandingan Mencari Harta Karun (Treasure Hunt) yang dianjurkan oleh berbagai pihak dan kadang-kala hadiah yang ditawarkan amat lumayan. Peserta dikehendaki membayar yuran untuk memasuki pertandingan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pandangan dan hukum di dalam Islam mengenai pertandingan seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Treasure Hunt atau kembara mencari Harta Qarun yang harus disertai ialah Treasure Hunt anjuran majikan anda atau oleh Penaja dan para peserta tidak dikena apa-apa yuran penyertaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Treasure Hunt Komersil yang dianjurkan oleh syarikat-syarikat bebas, maka yuran penyertaan itu sebenarnya akan dijadikan harta Qarun dan ia menjadi loteri. Maka Dr Qardhawi (halal &amp; Haram) menolak aktiviti2 sukan dan rekreasi komersil seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita kena pastikan siapakah penganjur Treasure Hunt dan apakah motif ia menganjurkan Tresure hunt tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-1809243786820936951?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/1809243786820936951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pertandingan-treasure-hunt.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1809243786820936951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1809243786820936951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pertandingan-treasure-hunt.html' title='Pertandingan Treasure Hunt'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3392966996321840426</id><published>2009-02-06T23:46:00.002+08:00</published><updated>2009-02-06T23:47:12.662+08:00</updated><title type='text'>Pertandingan Bola</title><content type='html'>Saya ingin menganjurkan pertandingan bolasepak futsal di kawasan saya dengan niat untuk merapatkan ukhwah dalam usaha mengajak masyarakat kepada Islam yang sebenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan tersebut dicadangkan mengenakan yuran sebanyak RM50 bagi setiap pasukan yang ingin menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya adalah boleh wang tersebut (yuran penyertaan) selepas ditolak daripada kos pengurusan yang telah dipastikan ada lebihannya digunakan untuk memberikan hadiah kepada perserta mengikut keputusan juara, naib juara, ketiga dan keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian . Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الجواب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah pertandingan sukan (sports) sejak zaman salaf ada tiga bentuk penyediaan hadiah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Kos penganjuran dan hadiah disediakan oleh Sponsor (panganjur). alHafidz Ibn Hajar dalam alFath (6/85) berkata hal ini memang baik sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Salah seorang peserta sukan bertindak menjadi penganjur dan menyediakan dana untuk kos dan hadiah. Inipun menurut Ibn Hajar, dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Kesemua peserta mengeluarkan caruman dan kos pengajuran dan hadiah diambil dari tabungan dana tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis yg ketiga ini menjadi pertikaian di kalangan fuqaha', di mana Jumhur (termasuk madzhab Syafi'iy) mengharamkannya kerana menjadi seperti loteri. Yang membolehkan ialah Ibn Taymiyah dan muridnya Ibn Qayyim dengan syarat semua peserta menerima syarat2 pertandingan dan secara sukarela mengeluarkan yuran kepada pertandingan tsb. Dalilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hai orang-orang beriman, penuhilah aqad-aqad itu" AQT almaaidah: 01&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maksud aqad-aqad itu ialah bila sekumpulan mereka bersetuju akan sama-sama mengeluarkan dana dan membiayai pertandingan sukan mereka. (ibn Qayyim, alFurusiyat/77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika ia dianjurkan secara komersil oleh penganjur2 sukan futsal hari ini, maka ia adalah sejenis perjudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan:&lt;br /&gt;pertandingan futsal anjuran bersama dengan mengenakan yuran bukan tujuan komersil adalah dibolehkan oleh Ibn Taymiyah jika setiap peserta meredainya. Tapi tidak boleh menyertainya jika dianjurkan secara komersil oleh pihak ketiga yang ada kepentingan keuntungan (Qardhawi, Halal &amp; Haram fil Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan selamat ialah AJK pertandingan mencari sponsor dari tokoh korporat dan hanya mengenakan yuran paling minimum kpd peserta. Ini menepati hukum pertandingan dan dana hadiah di sisi jumhur. sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3392966996321840426?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3392966996321840426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pertandingan-bola.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3392966996321840426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3392966996321840426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pertandingan-bola.html' title='Pertandingan Bola'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-6435683927750316033</id><published>2009-02-06T23:45:00.004+08:00</published><updated>2009-02-06T23:46:05.540+08:00</updated><title type='text'>hukum insurans nyawa oleh syrkt Takaful</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah hukumnya skim takaful yang berkaitan dengan insuran nyawa? adkah sistem ini dibenarkan oleh syara kerana sistem ini diperkenalkan oleh barat? Yellow Confused&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. benarkah terdapat fatwa dari kerajaan arab saudi yang mengharamkan sebarang bentuk perniagaan yang berteraskan MLM? Yellow Confused&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الجواب&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Takaful Life assurance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan soalan ulangan. Industri takaful di Malaysia telah berubah wajah bila akta insuran 1963 (konvensional) menyaksikan akta baru, akta insuran, takaful Act 1984 diluluskan, hasil usaha almarhum Prof Ahmad Ibrahim, UIAM yang mempengerusikan badan Perunding Islam bagi menggubal akta Insuran Islam Malaysia. Bila akta takaful 1984 diluluskan, maka tertubuhlah syarikat Takaful Malaysia pada Nov. 1984 dan ia berkembang pesat hingga disenaraikan di BSKL pada tahun 1996.&lt;br /&gt;memang benar seperti kata anda, bahawa asalnya insuran ini ialah dari Barat, tapi selepas menerapkan falsafah syari'ah, maka insuran Islam akhirnya ujud dalam dua bentuk: Takaful keluarga dan takaful 'Am. Dalam takaful keluarga itulah sebenarnya dimasukan pakej insuran nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi isu halal dan haram insuran ini memang kontroversi (khilafiah), namun hasil dari muktamar dan persidangan fiqih, maka industri insuran Islam telahpun muncul dan membersihkan sedaya mungkin unsur-unsur yg insuran Barat yang anda maksudkan itu. Antara ulama besar yang merintis jalan kepada keujudan industri insuran Islam ialah Dr alQardhawi dalam kitabnya al-Halal &amp; Haram. Jika anda mahukan pendapat al-Qardhawi mengenai insuran, sila baca kitab beliau tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fatwa yang mengharamkan MLM khususnya pyramiding dari kerajaan arab saudi memang ada yakni pada websites tidak resminya, Islam Q&amp;A , antaranya dari fatwa Syaikh Saudi, syaikh Sami alSuwailim. Terdapat juga Fatwa dari Sudan, Prof Dr Ahmad Khalid Ba Bakar, majma' Fiqh Sudan. Juga fatwa dari Markaz Imam al-Albani Jordan yang ditandatangani oleh ditandatangani oleh Syaikh Muhammad Musa Alu Nashr, Syaikh Salim Ied alHilali, Syaikh Ali bin Hasan alHalabi alAtsari dan Syaikh Mansur bin Hasan Alu Salman yang dikeluarkan di Jordan pada tanggan 26 Sya'ban 1424H.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-6435683927750316033?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/6435683927750316033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-insurans-nyawa-oleh-syrkt-takaful.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6435683927750316033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6435683927750316033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-insurans-nyawa-oleh-syrkt-takaful.html' title='hukum insurans nyawa oleh syrkt Takaful'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-909440333779681996</id><published>2009-02-06T23:43:00.002+08:00</published><updated>2009-02-06T23:44:57.523+08:00</updated><title type='text'>High yield investment program(HYIP) halal?</title><content type='html'>Salam ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ingin bertanye,adekah HYIP itu halal di sisi islam ? adekah HYIP sebahagian daripada riba ? Yellow Rolleyes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana kah pule dengan FOREX dan Autosurf? adakah dier riba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;website HYIP :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.prestigehyip.com&lt;br /&gt;www.triumphinvestment.com&lt;br /&gt;www.VascoInvestment.com&lt;br /&gt;www.millenium-investment.com&lt;br /&gt;http://www.e-gold-invest.com&lt;br /&gt;www.logic-invest.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;website FOREX :&lt;br /&gt;http://forex-united.com/&lt;br /&gt;www.marketiva.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الجواب&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. HYIP tu halal dan haramnya bergantung kepada beberapa faktur. Apakah invenstmentnya bebas dari unsur2 ribawiyah, gharar (tipu), dharar (membawa kemudharatan/bahaya), jahalah (kesamaran), zhulm (menzalimi pihak tertentu) dan barangan dan servis yg diniagakan adalah halal dan suci. Ini semua perlu diketahui sebelum terlibat dalam apa jua HYIP. Nama Hi-yield bukanlah faktur utama kita melabur tapi kehalalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. FOREX adalah tukarang matawang asing. Ia harus pada urusniaga tunai (pasaran spot) tapi bukan pasaran spekulatif. Dalilnya: HR Muslim, " apabila (urusniaga) yg berbedza jenis (termasuk berbeda jenis matawang), maka jualbelilah semau kamu asalkan secara tunai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Autosurf adalah skim pyramiding cyber. Skim Pyramiding ialah skim instant (segera) yang bergantung kepada jumlah anggota baru yang berjaya dicari. ia termasuk skim jahalah (samar) dan gharar (internet scam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-909440333779681996?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/909440333779681996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/high-yield-investment-programhyip-halal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/909440333779681996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/909440333779681996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/high-yield-investment-programhyip-halal.html' title='High yield investment program(HYIP) halal?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-8618022976476209649</id><published>2009-02-06T23:41:00.007+08:00</published><updated>2009-02-06T23:43:12.135+08:00</updated><title type='text'>Jual beli kucing</title><content type='html'>Assalamualaikum..ana nak bertanya ttg hukum jual beli kucing adakah dibenarkan dalam islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr tombek dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama' khilaf didalam hukum menjual-beli kucing, ada yang menghalalkannya dan ada yang mengharamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu al-Zubair berkata :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;سَأَلْتُ جَابِرًا عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَالسِّنَّوْرِ قَالَ : زَجَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Aku bertanya Jaabir mengenai harga anjing dan kucing. Beliau berkata : Nabi saw memberitahu kami untuk tidak melakukannya" [Riwayat Muslim #1569].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jaabir ibn Abdullah ra. berkata :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَالسِّنَّوْرِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Rasulullah saw melarang mengenai harga anjing dan kucing" [Hadith riwayat Abu Daud #3479, al-Tirmudzi #1279, dikelaskan sebagai sahih oleh Syiekh Nasyiruddin al-Albani didalam Sahih Abi Daud]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dikalangan mereka yang mengatakan bahawa hadith ini dhaef. Menurut Imam al-Nawawi rh,. al-Khattabi dan Ibn Mundhzir mengatakan hadith ini dhaef, akan tetapi beliau mengatakan ini merupakan suatu kesalahan kerana hadith didalam Sahih Muslim mempunyai sanad yang sahih. (al-Majmu', 9/269).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn al-Qayyim ra. mengatakan bahwa sudah pasti haram menjualnya kerana ini merupakan fatwa Abu Hurairah ra. dan juga pandangan Tawoos, Mujaahid, Jabir ibn Zayd dan semua ulama2 Zaahiri dan ini merupakan salah satu dari dua pandangan dari Imam Ahmad. Pandangan yang benar adalah hadith2 ini sahih dan tidak ada dalil yang bertentangan, maka pandangan inilah yang mesti dipegang. (Zaad al-Ma'aad, 5/733).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah pandangan al-Lajnah al-Daa'imah Arab Saudi berkenaan dengan penjualan kucing :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لا يجوز بيع القطط والقردة والكلاب وغيرها من كل ذي ناب من السباع لأن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن ذلك ، وزجر عنه ولما في ذلك من إضاعة المال ، وقد نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن ذلك&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Tidak dibenarkan menjual kucing, monyet, anjing atau lain-lain binatang dari kalangan yang bertaring kerana sesungguhnya Nabi saw melarang melakukan demikian, dan kerana ia merupakan pembaziran wang ringgit. maka Nabi saw telah melarang perkara yang sedemikian" -(Fatwa al-Lajnah al-Daa'imah 13/37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-8618022976476209649?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/8618022976476209649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/jual-beli-kucing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8618022976476209649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8618022976476209649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/jual-beli-kucing.html' title='Jual beli kucing'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-5913948784888079904</id><published>2009-02-06T23:39:00.001+08:00</published><updated>2009-02-06T23:41:12.380+08:00</updated><title type='text'>transaksi dlm masjid</title><content type='html'>assalamualikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa hukumnya kita melakukan transaksi dlm masjid?&lt;br /&gt;mg lepas saya nak bayar duit buku yg saya beli dari kawan saya dlm masjid, tapi dia taknak terima.dia cakap kalo nak bayar jom keluar masjid.dia cakap tak baik berjual beli dlm msajid.jd saya pn ikut le..masalahnya ape bezanya, kalo pembayaran tu kita buat dalam masjid dgn pintu luar masjid(dekat tangga nak masuk masjid)&lt;br /&gt;ada nas atau dalil ke yg melarang kita bayo dlm masjid??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh sahabat anda itu adalah sikapnya yang berhati-hati dan amat memelihara sunnah perihal larangan urusniaga dalam mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil itu ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadith Umar alKhattab ra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apabila kamu dapati orang berjual-beli dalam mesjid, maka katakanlah " mudah-mudahan ALlah tidak menguntungkan daganganmu." [anNasa'iy dan termidzi, disahihkan oleh al-albani, tahqiq Bulugh alMaram)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kerana mesjid dijadikan semata-mata tempat ibadah bukan tempat menyelesaikan urusniaga. sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-5913948784888079904?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/5913948784888079904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/transaksi-dlm-masjid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5913948784888079904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5913948784888079904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/transaksi-dlm-masjid.html' title='transaksi dlm masjid'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3506713867793866662</id><published>2009-02-06T23:38:00.003+08:00</published><updated>2009-02-06T23:39:08.962+08:00</updated><title type='text'>Hasil wang dari syarikat judi</title><content type='html'>Bismillah, Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak tanya, apakah hukum menggunakan duit yang didermakan ke ruman anak yatim dari company judi? Ada yang mengatakan tidak boleh digunakan untuk makan tapi boleh digunakan utk facilities? Imam Malik ade ckp ape2 ke tenang sumber duit haram ni?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullahukhairan kathira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab: الجواب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum asalnya dijelaskan dalam Bab 1 Halal &amp; Haram (kitab pertama Dr Qardhawi) bahawa menolong dan menyibarkan yg haram itu juga haram.&lt;br /&gt;Dalilnya : AQT 5:3 (dan janganlah tolong-menolong dlm berbuat dosa dan perlanggaran)&lt;br /&gt;Maksud ayat ini kita tidak boleh bekerjasama dgn company judi kerana jika kita membina hubungan dgn syarikat judi bermakna kita menolongnya dgn menaikkan imej syarikat judi yg dermawan. cth: Majlis sambutan Idilfitri Rumah anak yatim cenderwasih ditaja khas oleh Gantang Lowland Casino &amp; Resorts. Kalau macam ni memang tak boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak2 yatim juga adalah manusia yang ada hatiperut dan bayangkan perasaan mereka jika mereka menerima bantuan wang ihsan dari syarikat judi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau wang itu ditawarkan secara senyap-senyap, maka menurut Dr Qardhawi dibolehkan kerana dzat duit itu adalah halal kepada kegunaan umum cuma diharamkan kepada orang persaorangan. Ini adalah fatwa Dr Qardhawi dalam Fatwa Mu'asirat jilid satu, Bab : Kemanakah wang haram boleh disalurkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pendapat Imam Malik dalam hal ini tidak saya temui kerana Imam Malik hidup di zaman keemasan Islam dan di masa itu syarikat judi atau casino tidak ujud lagi. Isu2 yg pelik begini hanya muncul di Akhir Zaman sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3506713867793866662?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3506713867793866662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hasil-wang-dari-syarikat-judi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3506713867793866662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3506713867793866662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hasil-wang-dari-syarikat-judi.html' title='Hasil wang dari syarikat judi'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-517756806020328362</id><published>2009-02-06T23:36:00.003+08:00</published><updated>2009-02-06T23:37:56.806+08:00</updated><title type='text'>Skim Amanah</title><content type='html'>Assalamualikum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah hukum dan pandangan ulama' mengenai penyertaan kita dalam skim amanah (unit trust) seperti ASB, Public mutual, atau takaful&lt;br /&gt;sebagai mana kita tahu, sekarang skim amanah seperti public mutual hanya melabur di dalam syarikat2 yang hanya di senaraikan di dalam indeks syariah dan tidak melabur di dalam syarikat yang haram atau syubhat.&lt;br /&gt;kita tahu ASB agak kabur dimana duit di laburkannya. dan begitu juga KWSP, hanya 30% dilaburkan secara islamik dan 70% adalah tidak islamik.tetapi pegawai kerajaan wajib mencarum kepada KWSP.Jadi Bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melabur dalam unit trust adalah diharuskan jika ia tersenarai sebagai unit amanah syari'ah. Akhbar harian di ruangan saham meletakkan tanda asterisk (*) kpd unit trust yg diluluskan sebagai skim syari'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ASB, spt kata panel ekonomi/kewangan kami UZAR adalah skim pelaburan konvensional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KWSP juga adalah skim konvensional. Namun mencarum ke dalam skim ini adalah mandatori, maka seseorang tidak dipersalahkan kerana ia mencarum secara terpaksa. Dalilnya: AQ 2: 173 (tetapi b/siapa yg terpaksa memakannya sedang ia tidak hingin dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawapan muktamad akan dikemukakan oleh UZAR tidak lama lagi berhubung ASB dan KWSP, InsyaALlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-517756806020328362?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/517756806020328362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/skim-amanah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/517756806020328362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/517756806020328362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/skim-amanah.html' title='Skim Amanah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-6839839713082742664</id><published>2009-02-06T23:34:00.004+08:00</published><updated>2009-02-06T23:36:34.474+08:00</updated><title type='text'>Kena Potong Janggut Kerana Tentera</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kena potong janggut sebab sertai askar. Adakah saya berdosa sebab kena ikut peraturan?&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Hukum mencukur janggut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa alQardhawi. Hukum memelihara janggut dan tidak mencukurnya adalah sunnat mu'akkad (sunat yg dituntut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalilnya: Dari Ibn Umar ra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Potonglah kumis dan panjangkan janggut (Bukhari-Muslim, lihat alLu' lu' wal Marjan/147)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dari Ibn Umar ra, " Selisihilah kalian dgn orang musyrik (non-muslim), panjangkan janggut dan potonglah misai" (Bukhari-Muslim, ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yg mengatakan wajib ialah dari madzhab Hanbali, sebahagian Hanafi dan sebahagian Maliki. Hukum keras ini adalah tertolak kerana mengikut usyul fiqh, yakni apa yang datang dari alQur:an adalah wajib tapi tidak apa yg datang dari sunnah hanya bersifat anjuran (sunnah).&lt;br /&gt;madzhab Syafi'iy (Imam arRafa'iy dan Imam Nawawi) menetapkan makruh hukumnya mencukur janggut. (al-Qaradawi, Fiqh atTaharah, Maktabah Wahbah (2002), ms 116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:Apakah anda berdosa kerana terpaksa mencukur janggut sebagai peraturan militeri?&lt;br /&gt;Jawabnya: Tidak, masakan anda berdosa kerana hukum menyimpan janggut pun tidaklah jatuh sampai tahap wajib.&lt;br /&gt;Yang kedua: Seseorang yg dipaksa tidak berdosa&lt;br /&gt;Dalilnya:&lt;br /&gt;Dari Tsauban ra:&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;رفع عن أمتي الخطء والنسيان وأكرهوا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;terjemahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di angkat dari ummatku (hukum) jika tidak sengaja, lupa atau dipaksa"&lt;br /&gt;[Daruqutni, al-Albani, Sahih alJaami'; # 4461]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kita hendaklah berusaha supaya umat Islam di kalangan militer supaya dapat melaksanakan sunnah alFitrah ini sebagaimana tentera umat Islam di Arab Saudi, pakistan, Afghanistan, Iran.., mesti ada lobi dan tekanan kepada Pemerintah oleh NGO dan badan dakwah. jika pemerintah mengiktiraf sunnah kaum Sikh, kenapa tidak sunnah alfitrah umat Islam?! sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-6839839713082742664?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/6839839713082742664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/kena-potong-janggut-kerana-tentera.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6839839713082742664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6839839713082742664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/kena-potong-janggut-kerana-tentera.html' title='Kena Potong Janggut Kerana Tentera'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3851943806658068184</id><published>2009-02-06T23:32:00.002+08:00</published><updated>2009-02-06T23:33:55.767+08:00</updated><title type='text'>Nisab dan Kerja Sambilan</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah seorang penuntut di Jepun. Saya ada sedikit kemusykilan berkaitan nisab dalam zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nisab berdasarkan nilai emas atau nilai perak. Masalahnya, nisab berdasarkan emas dan perak ini amat jauh berbeza, dan setahu saya terdapat 2 pendapat dalam mengira nisab: satu berdasarkan emas dan satu lagi berdasarkan perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendapat manakah yang terlebih kuat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Islamic Center of Japan (ICJ) menetapkan kadar nisab sebanyak 87.48 gram emas atau 612.36 gram perak - mana2 yang terendah. Menurut nilai kini, nilai perak amat rendah berbanding emas. Jadi, sudah tentu nisab mengikut ICJ adalah berdasarkan nilai perak. Bolehkah saya berpegang kepada pendapat kedua iaitu yang menilai mengikut nilai emas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Adakah gaji atau upah daripada kerja sambilan (part-time job) dikenakan zakat pendapatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian. Saya berharap agar dapat dijawab dengan segera. Jazaakumullahukhaer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendapat pilihan Prof Dr Yusof alQardhawi ialah nilaian emas kerana kestabilannya berbanding perak (Fiah Zakat: 1/263)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kadar yg benar menurut pengiraan alQardhawi ialah 85gm emas bukannya 87. Maka boleh saja anda berpegang dgn nilaian emas 85 gm yg juga digunakan di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penuntut tidak dikenakan zakat lagi. Pendapatan yg dimaksudkan ialah dari gaji tetap bila anda pulang ke Malaysia nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3851943806658068184?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3851943806658068184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/nisab-dan-kerja-sambilan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3851943806658068184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3851943806658068184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/nisab-dan-kerja-sambilan.html' title='Nisab dan Kerja Sambilan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3892446999734234305</id><published>2009-02-06T23:31:00.004+08:00</published><updated>2009-02-06T23:32:48.957+08:00</updated><title type='text'>Lafaz Akad Jual Beli</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ingin menanyakan pihak panel ahkam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) -apakah hukum lafaz akad jual beli? adakah ia merupakan syarat kepada sah sesuatu jual beli itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) -baaimanakah cara lafaz akad yang diterima (sah) mengikut islam?adakah secara bermuka dan sebagainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) -sah ke tidak lafaz akad jual beli yang dilakukan melalui sms?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) -saya juga ingin tahu pendapat yang lebih rojeh tentrang lafaz akad jual beli ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian,jutaan terima kasih atas jawapan yang bakal diberikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Harap ma'af kerana kami mengambil masa 6 bulan utk menjawab soalan ini]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Lafadz atau sighat itu bukanlah syarat sah kpd transaksi jualbeli, kata Syaikh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah. Syarat sahnya ialah taradhi (keredhaan). Dalilnya: " kecuali dengan bisnesyg saling meredhai di antara kalian" AQT 4: 29. Dr al-Qardhawi kata dalam kitabnya "Awamil alSa'at wal alMurunah fi alSyari'ah alIslamiyah", jualbeli tanpa lafaz sighat itu sah jika uruf (adat) sesuatu tempat itu mengharuskan begitu; ia dinamakan Uruf Fi'li (adat amali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Bersemuka dalam majlis itu adalah yg utama. Namun boleh saja jika diwakili oleh wakil, melalui peguam, melalui surat atau sebarang media yg diiktiraf oleh uruf (kebiasaan) (Fiqh Islami (IV/199)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Jualbeli melalui SMS. Yang disahkan boleh ialah e-commerce atau urusniaga cyber atau melalui internet. SMS masih terlalu longgar jika melibatkan urusniaga yg besar. kita tidak dapat mengesahkan urusniaga SMS ni spt mana isu perceraian atau talaq melalui SMS. Ia melibatkan unsur samar-samar dan terdedah kepada penipuan (scam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3892446999734234305?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3892446999734234305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/lafaz-akad-jual-beli.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3892446999734234305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3892446999734234305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/lafaz-akad-jual-beli.html' title='Lafaz Akad Jual Beli'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-1492609016881612324</id><published>2009-02-06T23:30:00.002+08:00</published><updated>2009-02-06T23:31:34.286+08:00</updated><title type='text'>Dana syariah dari syarikat insuran konvensional</title><content type='html'>Assalamualaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ada kemuskilan pasal islamic insurance premium oleh syarikat insuran konvensional. Setahu saya sebarang konvensional insuran plan adalah haram menurut fatwa yg dikeluarkan oleh majlis fatwa negara. Baru- baru nih, syarikat insuran ini ada mengeluarkan plan atau premium baru yang mereka claim sebagai islamic plan. Contohnya Prudential Assurance Malaysia Berhad dengan Dana al-syariah nya. Jadi saya ingin mendapatkan kepastian dari pihak tuan samada produk-produk seperti ini halal ataupun haram. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insuran dan perbankan Konvensional hendaklah mendapat lesen dari Bank Negara jika ingin membuka operasi perbankan/ insuran syari'ah dan hendaklah mematuhi garispanduan yg dikeluarkan oleh Bank Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama juga bagi pengusaha makanan di Malaysia jika mereka ingin mendapat persijilan Halal utk mendapat keyakinan umat Islam terhadap produk2 mereka, maka mereka hendaklah memohon secara resmi kpd Halal-Jakim. Cth: Dinding Poultry itu adalah syarikat ternakan ayam kaum China, Sinmah Foods juga syarikat ayam China, mendapat persijilan Halal-Jakim terhadap produknya bg menembusi pasaran halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika Prudential Assurance mendapat lesen syari'ah dari pihak berwajib, maka statusnya sama spt syarikat non-musim yg mendapat sijil Halal-Jakim dlm sektur pemakanan. Cuma bg muslim yg lebih wara', maka dia hendaklah mengutamakan syarikat dan dana yg dimiliki oleh kepentingan bumiputra Islam utk lebih selamat dalam jangkapanjang serta potensi membangun dan menjana ekonomi ummah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Info: Prudential adalah syarikat yg diperbadankan di USA dan milik kaum Yahudi]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-1492609016881612324?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/1492609016881612324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/dana-syariah-dari-syarikat-insuran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1492609016881612324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1492609016881612324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/dana-syariah-dari-syarikat-insuran.html' title='Dana syariah dari syarikat insuran konvensional'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4555813884884006308</id><published>2009-02-06T23:28:00.003+08:00</published><updated>2009-02-06T23:30:24.247+08:00</updated><title type='text'>medical insurance oleh syarikat tempat bekerja</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan panel al-ahkam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarikat tempat saya bekerja menawarkan skim perlindungan kesihatan (medical insurance) yang mana sebahagian besar premiumnya di-subsidize oleh pihak syarikat. Namun pekerja masih perlu membayar sebahagian kecil premiumnya. Ia adalah 'benefit' yg optional kpd pekerja yg berhasrat utk menyertainya bagi menampung perbelanjaan perubatan yg memerlukan cost yg tinggi sprt pembedahan dan sbgnya. apakah ia di bolehkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekiranya pihak syarikat mewajibkan penyertaan dgn potongan gaji utk membayar premium tersebut. Adakah dibolehkan utk kita menggunakannya. Maksudnya bila masuk hospital, cost perubatan tu pakai insurance coverange plan tersebut? atau kita kena keluar duit sendiri kerana tidak mahu terlibat dengan insurance tersebut w/pon membayarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih atas jawapan tuan panel. wslm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak akta Takaful 1984, Malaysia telah membahagikan industri insuran kepada insuran Konvensional dan insuran syari'ah (takaful).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika insuran polisi (baik insuran am atau insuran nyawa) yang sepatutnya diambil oleh pekerja muslim ialah insuran berasaskan syari'ah (takaful am dan hayat), maka insuran medical itu adalah harus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi isu sekarang ialah apakah syarikat anda memberi opsen (pilihan) kepada pekerja muslim utk memilih polisi kesihatan takaful atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka tidak bertolak ansur dan hanya menawarkan polisi insuran kesihatan konvensional shj, maka anda dibolehkan juga mengambilnya memandangkan sebahagian besar premium telah disubsidi oleh syarikat anda. Ini adalah utk melindungi keselamatan anda dalam keadaan dharurat. Kalau boleh satu usaha bersama oleh pekerja muslim supaya majikan turut menawarkan pakej insuran takaful kepada pekerja Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalilnya ialah firman Allah SWT&lt;br /&gt;" maka barangsiapa yg terpaksa (mengambilnya) sedang ia tidak ingin dan tidak pula melampui batas, mak tidak ada dosanya." AQ 12 (alBaqarah) 173&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kerana hospital swasta spt SJMC, GleanEagle, Pantai tidak akan merawat pesakit tanpa insuran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4555813884884006308?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4555813884884006308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/medical-insurance-oleh-syarikat-tempat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4555813884884006308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4555813884884006308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/medical-insurance-oleh-syarikat-tempat.html' title='medical insurance oleh syarikat tempat bekerja'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-6794508689249019131</id><published>2009-02-06T23:26:00.005+08:00</published><updated>2009-02-06T23:28:50.418+08:00</updated><title type='text'>Boleh tak bayar riba Loan dgn duit yang diragui?</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustaz, saya ada membuat conventional loan untuk rumah, dan riba yang perlu di bayar tiap2 bulan agak besar &gt;RM700, tidak termasuk duit pokok..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) adakah dibolehkan saya menggunakan keuntungan duit yang diragui halalnya bagi membiayai faedah atau riba bank tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duit tersebut katakan saya memperolehinya dari forex dan program autosurf..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Sekiranya tidak dibenarkan, apa harus saya buat dengan duit tersebut..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Adalah forex itu sebenarnya haram? Saya baca di halaman fatwa mufti perak mengharuskannya http://mufti.perak.gov.my/kemusykilan/Musykil_utama.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sesebuah negara itu sudah ditawarkan perbankan syari'ah dan produk2 pembiayaan berasaskan syari'ah, maka warga Islam tidak lagi dibenarkan mengambil perbankan konvensional. Ini kerana dharurat sudah terangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak boleh kita melupuskan riba dgn wang haram atau syubhah kerana riba itu hendaklah ditinggalkan. Dalil: AQT 2: 278 (dan tinggallah sisa riba jika kamu beriman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Duit yg diperolehi dari perdagangan forex dan autosurf hendaklah didermakan kepada jalan ALlah tapi tidak boleh digunakan utk kegunaan peribadi hatta utk melupuskan baki pinjaman riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sudah dijelaskan oleh UZAR dalam ruangan soaljawab ini (sila browse..&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;file=viewtopic&amp;t=29510&amp;sid=4322cf9ff4415b59da91711e8ff2ec1f&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-6794508689249019131?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/6794508689249019131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/boleh-tak-bayar-riba-loan-dgn-duit-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6794508689249019131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6794508689249019131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/boleh-tak-bayar-riba-loan-dgn-duit-yang.html' title='Boleh tak bayar riba Loan dgn duit yang diragui?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-2271875864257276415</id><published>2009-02-06T23:24:00.008+08:00</published><updated>2009-02-06T23:26:37.074+08:00</updated><title type='text'>Proses jual-beli rumah mengandungi unsur gharar?</title><content type='html'>Assalamualaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses jual-beli rumah sekarang menggunakan konsep "jual &amp;amp; bina ". Kita sedia maklum akan kesan konsep ini. Banyak rumah yg tak di siapkan, pemaju dah cabut. sedangkan duit bulan-bulan telah dibayar.&lt;br /&gt;Pemaju boleh menjual rumah berdasarkan model dan air liur sahaja. Adakah ini termasuk dlm unsur gharar (tak jelas)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr ArcangelGabriel dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jual-beli keatas barangan belum wujud adalah sah didalam Islam. Ini dinamakan Jual Beli Tempahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jual-Beli rumah yang belum siap tersebut menggunakan kaedah bai' assalam, iaitu Jual beli dengan penyerahan barangan tertunda, dimana perniagaan ini diperbolehkan didalam Islam. Isu Jual-Beli yang masih diperdebatkan didalam Fiqh ialah seperti Bai' 'Inah, Wafa, Istijar dsb, dan bukan bai' assalam. (Dr Abdullah al-Muslih. Ma La Yasa'ut Tajiru Jahluhu, Riyad : Dar al-Muslim, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bai' aassalam -Dari aspek bahasa, Salam ini membawa maksud assalaf - al-Taqdiimu atau mendahulukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi Fiqh bermaksud "Jual beli sesuatu yang dinyatakan sifat2nya sahaja dengan lafaz salam atau salaf."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun assalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ada Pembeli dan Penjual - pihak yang mengikat kontrak&lt;br /&gt;2. Sighah kontrak. Kertas kontrak - kondisi yang dipersetuji - penawaran (ijab) dan persetujuan (qabul).&lt;br /&gt;3. Modal - cara pembayaran&lt;br /&gt;4. Barangan yang ditempat, eg: rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diantara beberapa Rukun barangan yang ditempah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dinyatakan sifat2 barangan tersebut - spesifikasi, berapa luas rumah, plannya, fasilitinya dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Barangan tersebut diketahui qualiti, jumlah dan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Barangan tersebut tidak dicampurkan dengan barangan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jual beli ini bukanlah sebagaimana yang dinyatakan didalam hadith iaitu menjual barangan yang tidak wujud! Dr Mustafa al-Khin didalam Fiqh al-Manhaji menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ونرى أنه يدخل في هذا الموضوع بيع الشقق على الخارطة&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Kami berpandangan bahawa jual beli tempat tinggal (rumah) berdasarkan PLAN (al-Khaarithah) termasuk didalam masalah ini;" [iaitu bai' assalam yang dibenarkan]. [Fiqh al-Manhaji 3/54]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pandangan beliau kedua2 pihak mengetahui dengan jelas spesifikasi rumah, facility nya dsb, mengenai pembayarannya. Dan semua ini dimeterai dengan kontrak. Didalam Islam juga, kontrak (al-iqalah) boleh dibatalkan; maka pembeli yang baru boleh melakukan kontrak yang baru bagi membeli rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;Apa yang penting menurut mazhab Hanafi adalah kontrak tersebut jelas dan dipersetujui oleh kedua2 pihak, maka tidak timbul gharar disini. Apa yang berlaku sekarang adalah pihak pemaju rumah merupakan syarikat yang tidak tsiqah dan tiada track record didalam membuat rumah. Ini yang menyebabkan banyak projek2 tergendala. Maka pembeli kena berhati2 didalam memilih pemaju perumahan. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;UZAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menambah sedikit sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dan menurut pengamalan industri, aqad yang digunakan untuk menjual rumah yang 'under construction' adalah aqad jualan secara ISTISNA' dan bukannya bai' as-Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bai as-Salam biasanya digunakan untuk menempah barangan berupa bahan mentah makanan, buah-buahan dan yang seumpamanya. Walaupun kedua-duanya mempunyai kesamaan dalam banyak sudut tetapi mereka mempunyai perbezaan dalam beberapa sudut yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru , yang lebih tepat adalah jualan menggunakan bai' al-istisna'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bai al-istisna' adalah "A contract of acquisition of goods by specification or order where the price is paid progressively in accordance with the progress of a job. An example would be for the purchase of a house to be constructed, payments are made to the developer or builder according to the stage of work completed. This type of financing along with bai salam are used as purchasing mechanisms, and murabaha and bai muajjal are for financing sales."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang 'GHARAR', sememangnya ada gharar, tetapi gharar yang wujud adalah gharar yasir ( ketidaktentuan yang sedikit atau minor gharar ) , minor ghara memang wujud dalam jual beli biasa, tetapi ia tidak merosakkan aqad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang terbengkalai projek perumahan sbg tanda gharar. ye benar tetapi jika dibandingkan dengan projek yang tidak terbengkalai maka majoriti yang dapat menyiapkan adalah lebih besar. justeru kaeadh fiqhiyyah berikut adalah terpakai :&lt;br /&gt;" al-'ibratu lil ghalib ash-Sya'i' la lin Nader" ertinya :&lt;br /&gt;"Yang di ambil kira adalah yang kebiasaan yang tersebar luas dan bukannya yang sekali sekala"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini bermakna jika projek tersbeut menurut adatnya di negara tertentu itu memang selalu siap kecuali beberapa projek shj, maka gharar di situ menjadi minor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini benar, jika kaedah ini tidak diterima pakai, maka terlampau byk perkara yang sekali-sekala berlaku di ambil kira dalam sesuatu aqad dan ibadah, maka tiada apa yang boleh di buat oleh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ust zaharuddin abd rahman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-2271875864257276415?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/2271875864257276415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/proses-jual-beli-rumah-mengandungi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/2271875864257276415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/2271875864257276415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/proses-jual-beli-rumah-mengandungi.html' title='Proses jual-beli rumah mengandungi unsur gharar?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-5789310813791449852</id><published>2009-02-06T23:23:00.005+08:00</published><updated>2009-02-06T23:24:16.516+08:00</updated><title type='text'>Dari pelaburan tukar ke zakat</title><content type='html'>Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Ahkam yg budiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah membuat satu pelaburan (RM15K) ke dalam sebuah institusi pendidikan pra-sekolah (islamik). Dalam masa yang sama, saya memperolehi keuntungan daripada perjalanan pra-sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan saya :&lt;br /&gt;1. Setelah mengambilkira kesemua aspek, saya bercadang utk menukar pelaburan tersebut kepada zakat pendapatan @ harta. Adakah ia dibenarkan.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keuntungan yg saya perolehi dinilai sbg pendapatan tambahan saya, dan ia perlu dizakatkan. Bolehkah saya menggunakan jumlah zakat (RM15K) tadi sebagai sebahagian daripada pembayaran zakat pendapatan saya.. ? Contohnya purata zakat pendapatan saya utk 10thn adalah berjumlah RM15K. Adakah saya boleh untuk "tidak membayar zakat pendapatan" selama 10thn ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian&lt;br /&gt;jazakallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal spt ini tidak pernah dibahaskan dan kami tidak pernah menemui kes spt ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Zakat pendapatan termasuk gaji dan pelaburan adalah sesuatu yang baru diperkenalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Sepatutnya anda membuat audit zakat setiap tahun dan mengeluarkan 2.5% dari pendapatan bersih. Ia juga boleh dipotong secara bulanan melalui pemotongan gaji pay-slip oleh PPZ kerana zakat pendapatan bergaji tidak memerlukan haul (fatwa alQardhawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3: masalahnya zakat anda sekarang yang asalnya pelaburan terus kekal berada di Institusi Pra sekolah (tadika) itu dan tidak diambil oleh Pemerintah/PPZ sebagai badan pemungut zakat yg sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. jika anda ingin merubah RM 15 ribu itu kepada zakat ia tidak boleh diberi kpd satu asnaf sahaja selama 10 tahun dan kita tidak pasti apakah Institusi tadika itu layak menerima zakat fi sabiliLlah. Ini keperluan asnaf2 itu berbeda dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami syorkan pelaburan anda itu tidak ditukar kepada zakat utk 10 tahun kerana cara ini tidak ada contoh sebelumnya dan kami khuatir zakat anda tidak sah dan kami anggap perbuatan bid'ah dalam berzakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-5789310813791449852?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/5789310813791449852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/dari-pelaburan-tukar-ke-zakat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5789310813791449852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5789310813791449852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/dari-pelaburan-tukar-ke-zakat.html' title='Dari pelaburan tukar ke zakat'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-9107625671215163629</id><published>2009-02-06T23:21:00.003+08:00</published><updated>2009-02-06T23:23:00.735+08:00</updated><title type='text'>Apakah Semua MLM itu Haram?</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mempunyai kemusykilan berkenaan dengan MLM. adakah MLM yang ada di malaysia ini mengikut Muamalah Islam. dan kalau oleh, boleh tak ustaz kemukakan garis panduan yang mana halal dan yg mana tidak boleh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu'amalah Islam bersifat umum dan merangkumi Conventional Marketing (pemasaran konvensioan) dan juga MLM. Keumuman mu'amalat Islam ini berkisar pada perkara2 asas, yakni BEBAS dari unsur2 spt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. riba (interest/bunga)&lt;br /&gt;b. gharar (tipuan)&lt;br /&gt;c. dharar (mendatangkan bahaya)&lt;br /&gt;d. jahalah (kesamaran)&lt;br /&gt;e. dzulm (merugikan hak orang lain)&lt;br /&gt;f. barangan/servisnya halal&lt;br /&gt;(alhafidz alSyawkani, Irsyaad alFuhul/ 286)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MLM di Malaysia bermula pada 80'an dan sekarang ia bergabung di bawah payung DSAM (Direct Selling Association 0f Malaysia/Persatuan Jualan langsung Malaysia) dengan 66 syarikat MLM yg dipantau oleh kementerian HEP dan Perdagangan dalam negeri yg mengeluarkan lesen AJL. Pada statistik tahun 2003, MLM Malaysia mencatatkan jualan RM 4 bilion dan lebih dari 3 juta orang Malaysia terlibat dalam mu'amalat MLM (website DSAM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garispanduan MLM yang memenuhi mu'amalat Islami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Barangan (produk) dan perkhidmatan (servis) hendaklah halal dan diluluskan oleh Halal-Jakim dari segi kandungan (ingredients), selamat diguna dan memberi manfa'at kepada pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sistem Pemasaran MLM atau Marketing plan:&lt;br /&gt;Selain dari produk barangan, MLM juga menawarkan produk dalam bentuk perkhidmatan. Maka inilah datangnya komisyen, bonus, imbuhan dalam tingkatan MLMnya kerana memberi upah dan ganjaran kepada mereka yang memberi perkhidmatan dalam tahap2 pemasaran yg ditawarkan oleh sistem MLM ini. Ini kerana stokis dan distributor mendapat komisyen atau fee dari servis yang ditawarkan kepada downliners. Ini dinamakan orang tengah dalam MLM yg sama juga dalam sistem pemasaran konvensional yang ada pengedar, stokis, pemborong dan peruncitan. Perjalanan barangan (produk) dari Pengilang hingga sampai ke tangan pengguna, baik sistem marketing konvensional dan MLM, tidak dapat tidak, akan ujud samsarah atau orang tengah dalam bentuk pengedar, pemborong, stokis dan distributor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cth: Proton, pengilang kereta nasional Proton, akan mengedarkan kereta proton hanya kepada dua pengedar sahaja, Proton Edar dan EON. kedua2 pengedar sah ini akan kemudian melantik rangkaian pengedar kereta proton di seluruh negara dan mereka semua akan mengambil untung atas angin sebaik sahaja kereka keluar dari kilang hingga sampai ke tangan pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga MLM, sebaik sahaja barang keluar dari kilang, maka rangkaian stokis, pengedar dan distributor akan mendapat keuntungan atas angin kerana memberi khidmat perkhidmatan pemasaran utk melancarkan perjalanan barang dari kilang hingga sampai kpd pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi samsarah/orang tengah ni ujud dalam mana-mana sistem Pemasaran, baik konvensional atau MLM dan mereka mengambil keuntungan atas angin kerana memberi servis dalam sistem pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang aktiviti pemasaran dan perkhidmatan orang tengah atau samsarah dan mengenakan fee atau upah, ini menurut fiqh Ibn Abbas (lihat Fiqh Sunnah sayyid sabiq)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma Islam mengenakan syarat kepada orang tengah (aktiviti samsarah) bahawa orang tengah harus jujur, telus, ikhlas, tidak menipu downliners dan jika mereka melaksanakan aktiviti pemasaran dengan baik dan jujur, maka mereka layak menerima komisyen dan fee atau upah dari kerja2 orang tengah mereka. Islam hanya mencela dan mengutuk orang tengah yg menghisap darah spt mana yg berlaku kpd industri nelayan, padi, sayur, buah-buahan, di mana orang tengah memainkan harga dan menipu orang yg bergantung penuh dalam industri tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam juga mahukan plan pemasaran MLM ini telus, ada perjanjian yg jelas antara downliner dan distributor mengenai formula imbuhan, bonus dan ganjaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah garispanduan dari IFANCA, USA (Islamic Food &amp; Nutrition of America, melalui jurucakapnya Dr Munir Chaudhry:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MLM yang syara'iy ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di lihat pada plan pemasarannya, jika ia MLM tulin, ia halal, jika ia berunsur pyramiding (skim Piramid), maka ia haram. Skim piramid ialah skim siapa masuk dulu akan untung dan mengurangkan hak mereka yg masuk kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dilihat kepada sejarah penubuhan syarikat MLM itu. Jika ia mempunyai rekod sejarah perniagaan yg cemerlang, maka ia MLM yg tulin. Jika ia syarikat MLM yang muncul mendadak dan penuh misteri, maka ia hendaklah diawasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Produknya adalah halal dan bermanfa'at utk manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. kekuatan MLM itu ialah kpd produknya yg unik dan bermutu bukan kepada objektif jangkapendek utk mengumpul dana (modal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. MLM yg asli tidak menjanjikan kekayaan mendadak dan memasang angan2 kpd ahlinya ke arah semua akan jadi jutawan. Ia melatih ahli menjadi usahawan tulin dengan jalan yg panjang dan berliku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sistem pemasaran yg telus meliputi ketelusan dalam penjualan, pembahagian bonus serta komisyen utk semua pihak baik yang lama dan baru, yang ditingkat atas dan tingkat bawah skima MLM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Penegasan objektif MLM tsb, bahawa ia menumpukan perniagana teras kepada penjualan barangan dan perkhidmatan bukan permainan wang (money game)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Produk yang ditawarkan itu adalah halal dan baik, bukan produk yg mendorong kpd gaya hidup boros, dan mewah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Harga barangan itu tidak terlalu tinggi (ghubn fakhisy) bila berpindah dari kilang ke stokis , kpd distributor dan kahirnya ke tangan pengguna yang terpaksa membayar dgn harga yg melampaui batas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Memupuk jiwa usahawan (entrepreneur) yg sederhana bukan anggota MLM yang tamak, ingin cepat kaya, hedonis, obses (melampaui) dalam memuja kerjaya MLMnya hingga lupa dan cuai akan hidupnya sebagai seorang muslim dan melakukan pelbagai penipuan dan manipulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup, itulah apa yg boleh kami sajikan buat masa ini hinggalah Badan2 Fatwa seluruh Dunia mengeluarkan suatu garispanduan yg lebih konkrit di masa depan dengan menganalisa impak industri MLM dalam kehidupan kita sehari-hari. Buat masa ni, Islam On-line misalnya masih bersikap terbuka dan positif terhadap MLM asalkan mereka memenuhi apa yg digariskan di atas. sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-9107625671215163629?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/9107625671215163629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/apakah-semua-mlm-itu-haram.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/9107625671215163629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/9107625671215163629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/apakah-semua-mlm-itu-haram.html' title='Apakah Semua MLM itu Haram?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3096363564257287480</id><published>2009-02-06T23:20:00.006+08:00</published><updated>2009-02-06T23:21:19.325+08:00</updated><title type='text'>Hukum dua akad dalam satu transaksi</title><content type='html'>Assalamualaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemusykilan saya, harap dapat membantu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Apakah maksud dua akad dalam satu transaksi dan apakah hukumnya.&lt;br /&gt;b) Adakah Multi level Markerting mempunyai unsur dua akad dalam satu transaksi tersebut?&lt;br /&gt;c) Bagaimana pula hukum menaja orang dalam MLM.&lt;br /&gt;d) Betulkah dalam MLM tiada akad jual beli yang sah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Kami tidak pernah mendengar adanya kes dua aqad dalam satu transaksi. Jika ada berlaku, maka urusniaga itu pasti tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Tidak ada unsur dua aqad dalam urusniaga MLM. Ini kerana transaksi berlaku antara penjual (agen MLM) dengan pembeli dan tiada pihak ketiga. Apa yang orang keliru ialah komisyen yg diperolehi oleh orang2 yg berada di tahap atas dalam sistem pemasaran MLM itu, cthnya Distributor dan agen. Komisyen yang diperolehi oleh broker, agen, atau distributor yg dikenali sebagai samsarah dibolehkan oleh Ibn Abbas (Fiqh Sunnah: 3/159 edisi arab). Hizb Tahrir adalah antara aliran yang mengharamkan MLM kerana keujudan samsarah atau orang tengah yang memungut keuntungan dari akiviti penjualan downliners. Pendapat HT ni bukanlah muktamad. Kemungkinan anda terbaca posting dari websites HT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Penajaan ini adalah perkara yg lumrah dengan syarat syarat2nya telus dan dipersetujui oleh kedua-dua belah pihak. Dalil: AQ 4:29; AQ 5:01&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) sah atau batil sesuatu aqad itu bergantung kepada dua faktur (dan ia bukan terhad pada MLM sahaja):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) produk dan perkhidmatan yg ditawarkan oleh sesebuah MLM, apakah ia produk atau servis yg halal bayyin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) cara atau sistem ia beroperasi atau pelan pemasarannya. Jika pelan pemasarannya telus dan adil kepada semua pihak dengan formula pengagihan bonus dan komisyen yg telus dan saksama, maka ia sebuah MLM yang baik. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3096363564257287480?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3096363564257287480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-dua-akad-dalam-satu-transaksi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3096363564257287480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3096363564257287480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-dua-akad-dalam-satu-transaksi.html' title='Hukum dua akad dalam satu transaksi'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4987156611965368073</id><published>2009-02-05T23:55:00.001+08:00</published><updated>2009-02-05T23:56:31.056+08:00</updated><title type='text'>Beri Zakat Kepada PAS</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Timbul persoalan pula dari kalangan masyarakat sekitar tpt saya adalah...menunaikan zakat kepada PAS...memang benar ia boleh dikategorikan sebagai asnaf Fisabilillah...tapi setiap negeri kuasa agamanya adalah sultan dan Majlis Agama sbg tpt kutipan zakat utk diagihkan kepada asnaf2 yang 8...adakah ia dibolehkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Sah ke kalo kita agihkan zakat kita hanya pada satu asnaf saja??ada kata kadar zakat kita samada pendapatan/emas/perniagaan dll hendaklah diagihkan sekurang2nya kepada 3 dari 8 asnaf...pohon penjelasan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mengagihkan sendiri zakat kepada parti PAS atau kepada mana-mana asnaf adalah di bolehkan menurut madzhab Hanbali dan salah satu pendapat Syafi'iy (alMughni: 2/479), alasan madzhab Hanbali ialah jika seseorang lebih yakin bahawa agihan sendiri itu lebih menepati sasaran, maka ia lebih diutamakan utk diagihkan sendiri. Dengan syarat, pemerintah tidak menghalangnya. Menurut alQardhawi pula, jika pemerintah melarang maka rakyat hendaklah akur dan jika pemerintah tidak kisah atau tidak mengambil berat, maka menjadi tanggungjawab rakyat mengagihkan sendiri kepada sasarannya (Fiqh Zakat: 2/765)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fatwa Qardhawi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diperhati perkara2 berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Jika harta zakat itu banyak dan kesemua lapan2 asnaf itu sama2 memerlukan, maka hendaklah diagihkan samarata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jika diagihkan kepada 8 asnaf, kadar kepada lapan2 asnaf itu tidak semestinya samarata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Harus diagihkan kepada satu dua asnaf melebihi yg lain kerana keperluan semasa yg mendesak. Jika kawasan itu ramai orang faqir, maka golongan ini diutamakan dulu. Jika kawasan itu kawasan yg agak mewah, maka dilihat asnaf selain fakir-miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. asnaf fakir-miskin hendaklah diutamakan terlebih dahulu kerana mereka kumpulan sasar utama zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. jika harta zakat itu sedikit, maka memadai diberi pd satu asnaf sahaja.&lt;br /&gt;(Fiqh Zakat: 2/694]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4987156611965368073?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4987156611965368073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/beri-zakat-kepada-pas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4987156611965368073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4987156611965368073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/beri-zakat-kepada-pas.html' title='Beri Zakat Kepada PAS'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-5815145030115435547</id><published>2009-02-05T23:54:00.002+08:00</published><updated>2009-02-05T23:55:17.749+08:00</updated><title type='text'>Adakah Ini Rasuah?</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mogakita dirahmati Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi yg saya hadapi adalah begini:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jika si Mamat membuat tender terbuka utk baikpulih bangunan pejabat, selepas itu, si Mamat membuat kenyataan kepada salah satu kontraktor: "Jika hang dapat projek ni, 2% drpd keuntungan, hang mesti beri ke Maahad Tahfiz" atau " Jika hang dapat projek nie, 200 kampit beras hang mesti beri pada Maahad Tahfiz"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah situasi begini di kira sbg RASUAH???!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tolong berikan situasi bagaimana yg tidak di iktibar kira rasuah...&lt;br /&gt;Sekian, terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasuah ialah suapan (pemberian) kepada pegawai utk mendapat pertulungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kes ini, pihak kontraktor tidak memberi pemberian apa-apa, maka ia bukan rasuah. Tapi sebaliknya pegawai tender pulak yg memberi syarat baru kepada pembida. Ini juga dilarang dalam Islam kerana sedeqah yg diwajibkan ialah zakat, manakala sedeqah biasa hanyalah berbentuk galakan dan bukannya dijadikan syarat transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Hajar alHaithami dalam majma' azZawaid membawa sebuah hadith bahawa urusniaga bersyarat atau transaksi bersyarat ini amat ditegah oleh syara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mesti telus, jelas dan tidak ada syarat tambahan yang membebankan mana-mana pihak. [Dr Abdullah alTariqi, jarimah arrisyuah, terjemahan Syaikh Abdullah alQari, Toko alHidayah]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-5815145030115435547?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/5815145030115435547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/adakah-ini-rasuah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5815145030115435547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5815145030115435547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/adakah-ini-rasuah.html' title='Adakah Ini Rasuah?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3333991659027443241</id><published>2009-02-05T23:50:00.002+08:00</published><updated>2009-02-05T23:54:03.999+08:00</updated><title type='text'>Simpanan Al Wadiah</title><content type='html'>assalamualaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah maksud simpanan al-wadiah itu?adakah ianya termasuk riba atau sebaliknya?dalam bicara islam yg lepas saya pernah mngikutinya mngenai tajuk riva.profesor dr.osman dari fakulti usuluddin dan falsafah mngatakan dan mmilih pendapat yg mngatakn fardah bank itu bukan riba.adakah faedah bank itu mrupakn isu khilafiah?beliau mngikut pendapat muhammad abduh,dan 25 org syeikh al-azhar.antara sebabnya iadikatakan bukan riba ialah bank negara bukannya dwujudkan utk mnendas rakyat tetapi m,mberi kmudahan kpd rakyat..&lt;br /&gt;sekian minta pandangan ust2 yg lebih arif..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan menjawab soalan sdr hakim dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpanan al-wadiah merupakan salah satu perkhidmatan yang ditawarkan dibawah perlaksanaan Perbankan Islam dibawah peruntukan Akta Bank Islam 1983. Perkhidmatan ini ditawarkan oleh bank2 seperti Bank Islam, Bank Kerjasama rakyat, Bank Muamalat dan RHB Islamic Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan mengenai service yang diberikan oleh bank konvensional dan bank Islam boleh kita lihat didalam beberapa perbincangan di al-ahkam. Diantaranya :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SJ-11-0034 : Bank Islam vs Bank Konvensional&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;t=28998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pandangan yang mengatakan bahawa faedah2 dari skim konvensional bukanlah riba merupakan pandangan yang mendapat banyak bantahan dari kalangan ulama2. Berikut kami paparkan adalah kenyataan Syeikh Dr Yusuf al-Qaradhawi didalam akhbar menjawab ulama2 yang mengatakan bahawa faedah bank bukan riba :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ألقى القرضاوي كلمة أثناء جلسة نظمها البنك الدولي الإسلامي في الدوحة حضرها عدد من رحال الدين وأعضاء مجلس الإدارة وموظفون وشخصيات أخرى، بدأ القرضاوي كلمته بالتأكيد على أن فوائد البنوك حرام وقال ما سمعتم من كلام عن الفوائد قد قمنا بالرد عليه من قبل ورأي فضيلة الإمام الأكبر د. محمد سيد طنطاوي مستغرب وفي تأييده مجلس البحوث الإسلامية لهذا القرار علما بأنه أول مجمع يقرر بصراحة بأن قوائد البنوك هي الربا الحرام، مشيرا إلى أن ذلك كان في سنة 1965م برئاسة الشيخ حسن مأمون شيخ الأزهر حينها وعضوية المشايخ الكبار أمثال علي الخفيف وفرج السنهوري ومحمد أبو زهرة وغيرهم من العلماء الكبار، كما أن الأمر لم يقف عند هذا الحد فقد أكدت هذا الأمر المجامع الفقهية الإسلامية التي نشأت بعد تلك الفترة مثل المجمع الفقهي لرابطة العالم الإسلامية التي نشأت بعد تلك الفترة مثل المجمع الفقهي الدولي المنبثق عن المؤتمر الإسلامي والذي يمثل الأمة الإسلامية وغيرها من المؤتمرات التي أجمعت على أن الفائدة هي الربا الحرام، وأكد القرضاوي بأنه سيتم الرد على هذه الحملة وعلى علماء الأزهر مشيرا إلى أن مجمع البحوث الإسلامية أصبح اليوم خاليا من العلماء الكبار وسيطر عليه الإساتذه وأساتذة التاريخ والتربية وغاب عنه الفقهاء الذين إذا كانوا لا يزالون في المجمع فإنهم ربما غابوا عن الجلسة الأخيرة. ودعا البنوك الإسلامية إلى تصحيح مسيرتها والرخوج من سجن المرابحات وتطوير أدائها لتعبر بشكل أوضح عن الرؤى الإسلامية في إدارة الأموال، مؤكدا على أن الفوائد المحددة سلفا ربا محرم إذ أن الربا هو زيادة غير مشروعة على رأس المال وبالاتلي هو حرام متسائلا عن الذي جد وتغير حتى يستصدر مجمع البنوك الإسلامية قرارا يحل فيه فوائد البنوك الربوية.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Al-Qardhawi telah membentangkan ucapannya didalam sessi Sistem Bank Islam Antarabangsa di Doha yang dihadiri oleh wakil-wakil hal-ehwal agama, pentadbir-pentadbir majlis, pekerja-pekerja dan beberapa personaliti. Al-Qardhawi memulakan dengan mengesahkan bahawa faedah bank adalah haram dan berkata apa yang mereka dengari dari percakapan sebelum ini mengenai pandangan Sheikh Al-Azhar, Mohammad Syed Tantawi adalah tertolak dan ini telah disokong oleh keputusan Majlis Penyelidikan Islam yang awal dimana mereka mengambil keputusan bahawa faedah bank adalah riba yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dinyatakan pada tahun 1965 dibawah Sheikh Hassan Ma'mun, Sheikh Al-Azhar pada masa itu, dan anggota-anggotanya yang terdiri dari Sheikh-Shiekh Kabir seperti Shiekh Ali Al-Khafif, Shiekh Faraj Al-Sanhouri, Sheikh Mohammad Abu Zahra dan ulama-ulama besar yang lain. Perkara itu tidak berhenti setakat ini dimana telah disahkan oleh Majlis Fikh Islamiyyah yang timbul pada waktu tersebut seperti Majlis Fikh kepada Rabitah Al-Alam Al-Islami yang mewakili negara-negara Islam dan negara-negara yang menyertai muktamar tersebut telah sebulat suara bersetuju bahawa faedah bank adalah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qardhawi mengesahkan bahawa ini adalah kempen jawapan terhadap ulama' Al-Azhar dengan menunjukkan bahawa Institut Penyelidikan Islam hari ini telah menyimpang dari ulama'-ulama' besar dan kawalannya, dari aspek sejarah dan tarbiyyah yang telah hilang darinya ulama'-ulama'. Mereka [ulama'-ulama'] yang jika masih berada didalam akademi tersebut kemungkinan tidak menghadiri sessi tersebut. Beliau menyeru kepada bank-bank Islam agar memperbetulkan rangka kerja dari Penjara Riba dan pembangunan prestasi agar ia bersih dari pandangan Islam didalam aspek Pengurusan Kewangan. Beliau mengesahkan bahawa faedah yang pasti (definite) akan membawa kepada riba yang diharamkan, kerana Riba ialah penambahan kepada pokok wang yang tidak halal, dan ia adalah haram secara keseluruhan (blanket), sehinggalah bank-bank Islam mengeluarkan keputusan yang komplex menghalalkan faedah bank-bank riba. " [Al-Watan, QATAR, 11 November 2002]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://qaradawi.net/site/topics/article.asp?cu_no=2&amp;amp;item_no=2761&amp;amp;version=1&amp;amp;template_id=130&amp;amp;parent_id=17&lt;br /&gt;==========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa fatwa dari Syiekh Dr. Yusuf al-Qaradhawi mengenai Faedah/Bunga bank :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Bunga Bank 1: Yusof al-Qardhawi&lt;br /&gt;URL : http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;t=9016&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Faedah Bank dan Riba Jahiliyyah 2 - Dr Yusuf Al-Qardhawi&lt;br /&gt;URL : http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;t=9062&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3333991659027443241?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3333991659027443241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/simpanan-al-wadiah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3333991659027443241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3333991659027443241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/simpanan-al-wadiah.html' title='Simpanan Al Wadiah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3360633491826592098</id><published>2009-02-05T23:47:00.005+08:00</published><updated>2009-02-05T23:50:28.905+08:00</updated><title type='text'>Zakat Simpanan</title><content type='html'>Salam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soalan kedua sempena tahun baru nih :) pula ialah mengenai zakat simpanan. sy kompiuse bab zakat nih, antara pendapatan dan simpanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sy bergaji - RM1800+&lt;br /&gt;simpanan sy mula dari tahun 2002 hingga skrg - RM6000+&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simpanan sy pulak kadang2 naik, kadang2 turun.. cuma tahun ni alhamdulillah dah melepasi barier RM5000. Sy kumpul ni sebab satu nak beli kereta, kedua nak kawin (mana dtg dulu - kalau jodoh smpi dulu, sy kawin dulu kereta kemudian).. persoalannya simpanan sy tu kena zakat tak? dan macam mana kadar bayaran zakat serta kadar atau haul utk wajib kena zakat.. takut nanti dok2 simpan2 nak kawin tapi tak berkat sebab tak bayar zakat :oops: dan pada sape sy nak bayar zakat nih.. dan kwsp macam pula ya? adakah kwsp malaysia ini dah settlekan zakat kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau boleh harap panel ustaz2 sekalian ble senaraikan lain2 zakat serta kadar2 pembayaran zakat dan haulnye secara ringkas dan padat.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Dah pun nak sampai akhir tahun. Kami akan cuba menjawab soalan sdr penjejak_badai dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaedah zakat untuk kedua-dua jenis zakat ini ialah (1) Genap haul (cukup setahun) dan (2) mencukupi nisabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nisab zakat simpanan ditentukan sebagaimana nilai wang emas atau wang perak. Sabda Nabi saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ليس فيما دون خمس أواق من الورق صدقة مائتا درهم.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Tidak ada pada harta yang kurang dari lima awqiyah daripada wang perak itu sebarang zakat dan (5 Auqiyah) itu ialah 200 dirham" [Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu awqiyah bersamaan dengan 40 dirham. Ini bermakna lima awqiyah itu bersamaan dua ratus dirham . Adapun mengikut timbangan sekarang 200 dirham itu bersamaan dengan 595 gram perak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وفي الرقة ربع العشر&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Dan pada wang perak itu (zakatnya) adalag suku daripada persepuluh (1/40 atau 2.5%)" [Hadith Riwayat bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah ijma' ulama pada mengatakan nisab emas itu ialah 20 dinar (misqal) mengikut timbangan Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat masa ini kadar nisab Selangor adalah lebih kurang 4975.00 bagi wang simpanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eg: Misalan pada 1/1/2005 simpanan anda berjumlah rm5,500.00, dan pada 31-12-2005 simpanan anda berjumlah rm6,500.00. Baki terendah anda pada tahun tersebut adalah 5,200.00; maka ambil baki terendah ini dibahagi dengan 2.5% = 130.00. Maka zakat yang dikenakan untuk satu tahun tersebut adalah 130.00. Begitulah seterusnya pada tahun yang akan datang; pastikan anda mengikuti baki terendah untuk tahun tersebut bagi tujuan mengira zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;Berikut kami ambil dari maklumat PPZ (Pusat Pungutan Zakat, Wilayah Persekutuan) mengenai kaedah mengira zakat pendapatan :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk mengira zakat pendapatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara 1 : (Membayar 2.5% atas pendapatan kasar setahun) Contoh : Jika pendapatan kasar setahun ialah RM100,000 maka zakat ialah : 2.5% x RM100,000 = RM2,500 setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara 2 : (Membayar setelah menolak perbelanjaan-perbelanjaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Jika pendapatan setahun RM24,000 dan perbelanjaan - perbelanjaan asasi dan wajib setahun ialah RM14,000 maka, zakat adalah 2.5% atas RM10,000 = RM250 setahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.zakat.com.my/infozakat/pendapatan.html&lt;br /&gt;=====&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk zakat KWSP pula, sila lihat link di bawah ini :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SJ-11-0039 : zakat untuk duit yang x boleh guna lagi...&lt;br /&gt;URL : http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;t=28680&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3360633491826592098?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3360633491826592098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-simpanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3360633491826592098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3360633491826592098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-simpanan.html' title='Zakat Simpanan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-188469883575104593</id><published>2009-02-05T23:44:00.002+08:00</published><updated>2009-02-05T23:47:22.718+08:00</updated><title type='text'>Berkerja Di Syarikat Yang Kuat Raswah</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak bekerja dgn bapanya sebagai salah seorang pengurusan atasan sebuah syarikat. Bapanya mendapat pelbagai projek daripada kawan2nya di sektor kerajaan dgn pelbagai hadiah dan habuan diberi kepada rakan2nya yg menolong memberi projek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Apakah hukum anak tersebut bekerja di syarikat tersebut walau tanpa terlibat dgn aktiviti 'hadiah/habuan' / rasuah? Gajinya halalkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bagaimana dgn wang pemberian bapa tersebut kepada cucu2nya? Halalkah pemberian tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Sekiranya si anak membuat keputusan utk berhenti, bolehkan manfaat seperti kereta/handphone/rumah dipunyai/diterima hasil terima kasih si bapa kepada si anak kerana berkhidmat kepada syarikatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0. Hendaklah dipastikan apakah syarikat itu benar-benar mengamalkan rasuah. Maksud rasuah ialah "setiap pemberian seseorang untuk memperoleh sesuatu yang tidak halal baginya." (Dr Abdullah alTariqi, Jarimah alRisyuah) bukan sekadar dzan (sangkaan) sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Si anak yang bekerja dengan syarikat ayah yang melakukan amalan Rasuah adalah tidak boleh. Dia tidak boleh bersyarikat dalam sesuatu yang batil. Jika dia tidak ada kemampuan untuk menolaknya atau dikhuatiri akan berlaku kerosakan dan perpecahan keluarga, maka dia berada dalam keadaan terpaksa. Maka dia hendaklah bersabar hingga ada jalan keluar. Dalil: " Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak mengingininya dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada DOSA baginya." AQT 2:173&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemberian si ayah kepada cucunya adalah tidak halal kerana diketahui dari harta yg batil dari rasuah. Namun, wang itu hendaklah diambil dan kemudian diinfaqkan (dikeluarkan kepada kebajikan). Dalil: HR Malik dalam alMuwatta' dari Abdullah bin Rawahah ketika disuap oleh Yahudi,&lt;br /&gt;" suapan kamu itu adalah haram dan kami tidak memakannya." (halal &amp; haram fiil Islam lil Qardhawi), juga alhadith dalam fath alBari, "setiap ketul daging yg tumbuh dari (sumber) haram, maka nerakalah yang lebih utama membahamnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apa yang anda terima itu bukanlah percuma melainkan sebagai imbuhan dari pekerjaan anda secara professional sebagai Pengurus Besar. Kemungkinan anda tidak tahu aktiviti sulit syarikat itu selama ini. Maka pendapatan anda dan ganjaran itu adalah halal kerana ia adalah gaji dan imbuhan dari pekerjaan anda. Maksud haram jika ia datang dari perbuatan rasuah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda hendaklah bertindak dengan bijak supaya tali kekeluargaan anda tidak putus, dan jangan lupa anda hendaklah menggunakan semua langkah utk berbincang dari hati ke hati dengan bapa anda. Tapi ia memerlukan anda memiliki ilmu tentang keagamaan dan fiqh Risuah, anda memiliki kredibilitas dan disegani oleh keluarga. Jika anda yakin tidak mampu merubah suasana, maka hijrah atau membuka firma sendiri adalah langkah jangkapanjang yang terbaik buat anda supaya tidak ada kaitan dengan aktiviti rasuah syarikat keluarga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-188469883575104593?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/188469883575104593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/berkerja-di-syarikat-yang-kuat-raswah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/188469883575104593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/188469883575104593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/berkerja-di-syarikat-yang-kuat-raswah.html' title='Berkerja Di Syarikat Yang Kuat Raswah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-1944065316637274469</id><published>2009-02-05T04:57:00.006+08:00</published><updated>2009-02-05T05:01:30.968+08:00</updated><title type='text'>Hutang Zakat</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlukah kita yang masih hidup ini melangsaikan hutang zakat bagi simati?? Disini saya ingin bertanyakan pendapat kepada yang lebih arif, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr shahriz2002 dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggungan ibadat zakat tidak akan terlepas bagi seseorang Islam walaupun masa telah berlalu. Menurut Imam al-Nawawi rh. :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إذا مضت عليه سنون ولم يؤد زكاتها لزمه إخراج الزكاة عن جميعها&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Jika banyak tahun telah berlalu dan dia belum membayar zakat keatasNya, maka dia wajib membayar kesemua zakatnya" [al-Majmu' 5/302].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kes mereka yang telah mati, ia bergantung kepada ketaatan seseorang itu. Jika semasa hidupnya dia merupakan seorang yang sentiasa membayar zakat, maka menjadi tanggungjawab warisnya membayarkan bagi pihakNya. Berikut merupakan fatwa yang dikeluarkan oleh bekas Mufti Besar Arab Saudi, Syiekh Ibn Utsaimin :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إذا كان هذا الرجل المسؤولُ عنه يخرجُ الزكاةَ في حياته ، ولكن تم الحولُ ومات ، فعلى الورثةِ إخراجُ الزكاة ِ، لقوله صلى الله عليه وسلم : ( اقضوا الله ، فالله أحق بالوفاء ) .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وأما إذا كان تعمَّدَ ترك إخراج الزكاة ، ومَنعَها بخلاً : فهذا محلُّ خلافٍ بين العلماء رحمهم الله والأحوط والله أعلم أن الزكاةَ تُخرَج ؛ لأنه تعلَّقَ بها حقُّ أهلِ الزكاةِ فلا تسقط ، وقد سبق حقُّ أهل الزكاة في هذا المالِ حقَّ الورثة ، ولكن لا تبرأُ ذمة الميت بذلك ؛ لأنه مصرٌّ على عدمِ الإخراج ، والله أعلم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Jika lelaki ini merupakan bertanggung jawab mengeluarkan zakat semasa hayatnya, akan tetapi 1 tahun berlepas dan dia mati, maka si-warisnya hendaklah mengeluarkan zakat, kerana Nabi saw bersabda :'Selesaikan hutang dengan Allah, kerana hutang Allah lebih berhak diselesaikan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, jika dia (semasa hayat) sengaja meninggalkan mengeluarkan zakat ; maka perkara ini khilaf (di perselisihkan) dikalangan ulama' . Jalan yang selamat - wallahu'alam - zakat hendaklah dikeluarkan, kerana ia bersangkutan dengan hak mereka yang boleh menerima zakat dan tanggungjawab ini tidak boleh dihilangkan. Hak orang yang berhak menerima zakat mengatasi Hak pewaris keatas harta, akan tetapi kewajipan si-mati tidak terlepas didalam kes ini, kerana dia sengaja tidak membayar. Wallahu'alam." [Majmu' fataawa Ibn Utsaimin, 18/43].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, harta yang diwariskan kepada si-pewaris lebih selamat di zakatkan Hak yang sepatut diberi kepada penerima zakat, berdasarkan keutamaan wajibnya zakat. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-1944065316637274469?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/1944065316637274469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hutang-zakat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1944065316637274469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1944065316637274469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hutang-zakat.html' title='Hutang Zakat'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-249561077001885789</id><published>2009-02-05T04:51:00.013+08:00</published><updated>2009-02-05T04:57:16.669+08:00</updated><title type='text'>Bank Islam vs Bank Konvensional</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ada sedikit kemusykilan berkenaan dengan bank Islam. Bank Islam ada mengenakan interest yang selalu dirujuk sebagai caj perkhidmatan bagi pinjaman yang dibuat. Caj perkhidmatan selalu dirujuk sebagai pembiayaan untuk membayar gaji pekerja, memberi dividen untuk pelabur dsb. Apakah beza caj perkhidmatan ini dengan bank konvensional (yang turut menggunakan modus operandi yang sama; membayar hasil interest untuk membayar gaji, dividen dsb). Bukankah dalam Islam seseorang penghutang itu hanya perlu membayar jumlah wang tanpa lebihan sesen pun kepada pemiutang. Petikan hadis berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Hakim dan dishahihkan oleh beliau sendiri, dijelaskan, "Bahwa satu dirham dari hasil riba jauh lebih besar dosanya daripada berzina 33 kali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dengan sanad yang shahih dijelaskan, "Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari hasil riba dan dia paham bahwa itu adalah hasil riba maka lebih besar dosanya daripada berzina 36 kali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan bayaran gaji pekerja, niat tidak membenarkan cara dalam Islam. Hasil dari yang haram, haram juga untuk membiaya sesuatu yang lain; yang baik atau sebaliknya.Petikan hadis berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang bekerja sama dan pemakan riba, sama-sama tercakup dalam laknat yang disabdakan oleh Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam, "Allah telah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan (hasil) riba, pencatatnya serta kedua saksinya". (HR.Muslim). Beliau bersabda lagi, "Mereka itu semua sama saja.” (dalam andil menjalankan riba, red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riba tidak dibenarkan kerana akan berlakunya aniaya dalam masyarakat. Dalam bank konvensional, bayaran interest dikenakan, maka penghutang perlu lebih dari yang dihutanginya. Dalam bank Islam, caj perkhidmatan dikenakan, pembayar juga perlu membayar lebih dari yang sepatutnya. Bukankah ini juga merupakan satu bentuk penganiayaan?Adakah dengan hanya menukar nama istilah pengambilan lebihan wang ini telah dapat 'menghalalkan' wang tersebut?Maka relevankah bank Islam dalam menuju keredhaan Allah (S.W.T)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon penjelasan dari pihak panel feqh Al-Ahkam. Terima kasih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bukan lagi masa nak bahas konsep interest yg dikenakan oleh perbankan syari'ah. ini kerana Akta Bank Islam telah dibahaskan 23 tahun yg lalu sebelum ia diluluskan di parlimen Malaysia pada 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustaz Zaharudin kita pun terlibat dengan perbankan syari'ah dan adalah tidak benar sama sekali, perbankan Islam menggunakan konsep interest yg bermodelkan perbankan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana perbankan Islam di Malaysia dan di seluruh dunia adalah di bawah akta syarikat, maka sudah tentu perbankan Islam beroperasi di bawah tuntutan perniagaan yakni memberi pulangan kepada pemegang2 sahamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam realiti yg ada, tidak mungkin akan ujud sebuah bank Islam yg mana dia beroperasi secara kebajikan tanpa mengambil apa2 keuntungan atau mengenakan apa-apa caj kepada pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau baitul Mal mungkin boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UZAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syukran kpd ust thtl atas respond..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ana ingin memberi respond spontan tambahan kpd soalan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Quote:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Bank Islam ada mengenakan interest yang selalu dirujuk sebagai caj perkhidmatan bagi pinjaman yang dibuat. Caj perkhidmatan selalu dirujuk sebagai pembiayaan untuk membayar gaji pekerja, memberi dividen untuk pelabur dsb. Apakah beza caj perkhidmatan ini dengan bank konvensional (yang turut menggunakan modus operandi yang sama; membayar hasil interest untuk membayar gaji, dividen dsb). Bukankah dalam Islam seseorang penghutang itu hanya perlu membayar jumlah wang tanpa lebihan sesen pun kepada pemiutang. Petikan hadis berikut;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beza caj yang dikenakan oelh bank islam dan konvensional di sini adalah aqad (kontraknya) atau asas urusniaga itu..bank konvensional menggunakan kontrak pinjaman ...dan pinjaman dalam islam tidak boleh ada sebarang lebihan dari jumlah yang di pinjam...kaedah dalam hal ini adalah "Kullu qardhin Jarru naf'an Fahuwa Riba" ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;justeru, foundation kontrak adalah "pinjam meminjam" maka setiap lebih di anggap riba yang menindas..kerana kontrak pinjam meminjam dlm islam adalah suatu aqad rifq atau di dasari oleh belas dan sikap bantu membantu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mankala, dalam pengamalan Bank Islam ..anda tersilap besar jika mengatakan pinjaman secara Islam atau pinjaman dari Bank Islam..kerana Bank Islam di Malaysia tidak memberi sebarang pinjaman atau memeteri kontrak pinjaman tetapi kontrak yang digunakan adalah kontrak jual beli yang di halalkan untuk di ambil keuntungan mahupun caj servis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so beza di sini adalah kontrak ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wa ahallahu al-bai'a wa harramar Riba" Bank Islam asas transaksi adalah jual beli yang harus harga berbeza dan di caj servis dsbgnya..mankala bank konvensional kontrak pinjaman yang menindas. yang haramkan ambil faedah kewangan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Quote:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Dalam bank Islam, caj perkhidmatan dikenakan, pembayar juga perlu membayar lebih dari yang sepatutnya. Bukankah ini juga merupakan satu bentuk penganiayaan?Adakah dengan hanya menukar nama istilah pengambilan lebihan wang ini telah dapat 'menghalalkan' wang tersebut? Maka relevankah bank Islam dalam menuju keredhaan Allah (S.W.T)?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika anda dah faham beza dua kontrak tadi ...soalan ini tak timbul sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sila baca artikel ana tentang riba untuk dapat gambaran selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Disini saya kepilkan file didalam format word Artikel Ustaz Hj Zaharuddin bin Hj Abdul Rahman (UZAR) bagi tatapan anda semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajuk artikel : Islamic Banking Financing : Rate not competitive ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;url : http://al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=download&amp;amp;id=5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sila LOGIN untuk download artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-249561077001885789?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/249561077001885789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/bank-islam-vs-bank-konvensional.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/249561077001885789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/249561077001885789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/bank-islam-vs-bank-konvensional.html' title='Bank Islam vs Bank Konvensional'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-8972042894146928982</id><published>2009-02-05T04:46:00.003+08:00</published><updated>2009-02-05T04:51:40.574+08:00</updated><title type='text'>Trading Account</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah syarikat bank menawarkan online stock trading. Tapi utk memulakan online trading kena ada akaun dgn syarikat bank tersebut. Akaun tersebut ialah akaun konvensional. Menurut eksekutif bank tersebut, jika jumlah dlm akaun di bawah RM5000, interest tidak akan dibayar. Setakat ini islamik akaun utk online trading belum ditawarkan lagi katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdosakah jika seseorang membuka akaun dgn bank tersebut dan memastikan bahawa jumlahnya sentiasa di bawah RM5000? Dia memilih utk membuka akaun tersebut kerana mudah utk trading dlm stock market. Mohon panel feqh agar dapat membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali kepada hukum bank konvensional sebelum adanya perbankan Islam di Malaysia spt sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa masa itu ialah umat Islam harus menyimpan dalam akaun perbankan ribawiyah asalkan ribanya kita salurkan kepada kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam kes anda, samalah spt dulu juga. jika akaun jenis Online ini belum ditawarkan oleh perbankan syari'ah, maka anda dibolehkan membuka akaun dgn perbankan ribawiyah asalkan anda tidak ambil dan memakan faedahnya. Duit faedah itu hendaklah disalurkan kepada kebajikan. (Fatwa alQardhawi/hukum menyimpan dalam akaun riba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" b/siapa yg terpaksa, dalam keadaan tidak ingin dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosanya" AQT: 2:173&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-8972042894146928982?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/8972042894146928982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/trading-account.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8972042894146928982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8972042894146928982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/trading-account.html' title='Trading Account'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-7656580705124043535</id><published>2009-02-05T04:35:00.007+08:00</published><updated>2009-02-05T04:46:53.795+08:00</updated><title type='text'>Kerja Mencuci Di Kedai Jual Benda Haram</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;assalamualaikum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon jasa baik ahli panel menasihati saya tentang perkara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah boleh seseorang muslim berkerja di kedai yang menjual benda2 haram.Contohnya seperti bekerja di restoran yang ada menjual arak atau khinzir. Dan juga kerja2 lain yang sewaktu dengannya. Jika berkerja sebagai cashier di kedai yang jual arak sudah tentu haram. Tapi kalau macam kerja di Jaya Jusco(JJ) yang sumber pendapatan JJ juga terdiri daripada arak bagaimana pula?Bagaimana pula kalau kerja hanya sebagai cleaner tapi di kedai seperti yang disebut tadi?jazakallah khair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr sham2122 dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang Islam, adalah kewajipan kita mencari pekerjaan yang halal yang padanya kita membawa balik makanan dan minuman yang halal. Sumber penjualan perkara yang haram, sudah tentu menjanakan pendapatan yang haram. Sabda Nabi saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إن الله إذا حرم شيئاً حرم ثمنه&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Apabila Allah mengharamkan sesuatu, maka dia mengharamkan harganya" [al-Lajnah al-Daa'imah 13/47]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, jika seseorang itu tiada pilihan, lebih2 lagi mereka yang mencari reski ditempat orang (eg: diluar negara), yang bekerja direstoran2 (atau kedai) yang menghidangkan atau menjual arak dan khizir, Majlis Fiqh Islami didalam kenyataannya membenarkannya, dengan syarat, tidak terlibat secara langsung didalam menuang, menghidang atau apa2 sekalipun yang terlibat didalam barangan haram itu. Kenyataannya menyebut :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;للمسلم إذا لم يجد عملاً مباحاً شرعاً العمل في مطاعم الكفار بشرط أن لا يباشر بنفسه سقي الخمر أو حملها أو صناعتها أو الاتجار بها ، وكذلك الحال بالنسبة لتقديم لحوم الbنازير ونحوها من المحرمات&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Jika seseorang Islam tidak berjaya memperolehi pekerjaan yang dibenarkan menurut syariah, dia boleh bekerja didalam restauran yang diuruskan oleh orang kafir, selama mana dia sendiri tidak berurus secara langsung seperti menuang, membawa, membuat atau menjual arak tersebut. Ini termasuklah dengan perkara2 seperti menghidangkan khinzir dan lain2 barangan yang haram" -[Majma’ al-Fiqh al-Islami, ms. 45]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiekh Dr Ahmad al-Syarbaasi rh. juga mengatakan bahawa jika berlaku keadaan yang sedemikian, maka seseorang itu hendaklah mengelakkan diri dari melakukan transaksi secara berterusan (direct transaction) dengan barangan2 haram; seperti membungkus arak, menuang arak, menghidangkan khinzir dsb. Berikut adalah ringkasan fatwa IslamOnline terhadap fatwa Syiekh Dr Ahmad a-Syarbaasi :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;على المسلم أن يتحرى الحلال ، وبيع الخمور وحملها للناس حرام ، ويجب على من يعمل في هذا المكان أن يتركه ولو قل دخله ، فإذا لم يجد إلاّ هذا العمل فليتجنب حمل الخمر وتقديمها ، وذلك لحين وجود عمل .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Wajib keatas seorang Islam mengambil peduli mengenai perkara hala, menjual arak2 dan membawanya/menghidangkan kepada manusia adalah haram, wajib keatas sesiapa yang bekerja ditempat sedemikian meninggalkannya walaupun pendapatannya sedikit. Jika dia tidak berjumpa dengan tempat lain melainkan bekerja disini, maka elaklah (avoid) membawa dan menawarkan arak, sehinggalah wujudnya pekerjaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, wajib bagi seseorang Islam menjadi pekerjaan dari sumber yang halal. Akan tetapi didalam keadaan yang tidak ada pilihan, maka dibenarkan bekerja ditempat tersebut dengan syarat elak dari melakukan transaksi dengan barangan2 yang haram. Jika wujudnya peluang baru, maka hendaklah dia berhijrah meninggalkan tempat kerja yang melibatkan barangan2 haram Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sila lihat FORUM dan SJ di bawah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan &amp;amp; kewangan&lt;br /&gt;http://al-ahkam.net/forum2/viewforum.php?f=101&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SJ-11-0023 : was-was tentang kerja&lt;br /&gt;http://al-ahkam.net/forum2/viewtopic.php?t=28137&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SJ-11-0026 : Bekerja di Syarikat Pos&lt;br /&gt;http://al-ahkam.net/forum2/viewtopic.php?t=27996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;Rujukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syiekh Dr Ahmad a-Syarbaasi. &lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;العمل في مكان يبيع خمور.&lt;/span&gt; URL : http://www.islamonline.net/fatwa/arabic/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=86605&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-7656580705124043535?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/7656580705124043535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/kerja-mencuci-di-kedai-jual-benda-haram.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7656580705124043535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7656580705124043535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/kerja-mencuci-di-kedai-jual-benda-haram.html' title='Kerja Mencuci Di Kedai Jual Benda Haram'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-5401149957908921546</id><published>2009-02-05T04:34:00.003+08:00</published><updated>2009-02-05T04:35:51.395+08:00</updated><title type='text'>Hukum Bekerja Sebagai Pembaca Berita</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin memohon budi baik panelis al-ahkam.net untuk menjelaskan mengenai apa hukumnya bekerja sebagai pembaca berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yg. kita semua sedia maklum, hari ini berita yang kita dapat daripada pelbagai sumber yg. tidak dapat dipastikan kesahihannya. Jadi, kalau kita sebagai pembaca berita sudah tentulah kita akan membaca berita yg. kita sendiri pon tidak pasti mengenai kesahihannya dan ditakuti kita akan menyebarkan fitnah, nau'zubillahi min zaalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau begitu, pendapatan kita drp. kerja tersebut bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian.. jazaakumullahukhaer Wallahu A'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********************&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum asal pembaca berita, penyunting berita, pengarang akhbar dan penerbit berita TV adalah halal asalkan mereka menyalurkan berita dan maklumat yg benar dan bermanfa'at kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi masalahnya berita hari ini adalah senjata. Ini kerana stesyen TV dan akhbar adalah milik organisasi, badan atau pihak tertentu yang ada perancangan dan agenda politik. Media elektronik adalah suatu alat yg amat berkuasa, mampu menjatuhkan kuasa politik dan parti lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yg terdaya dilakukan oleh personaliti TV yg bertugas membaca berita TV? Dia hanyalah persis sang robot dan digaji untuk membaca skrip yang sudah disediakan oleh crew Berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika dia ada kesedaran dan tahu berita yg dibacanya itu adalah manipulasi dan berita yg palsu, maka hal ini adalah ditegah oleh Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HR Muslim dari Abu Hurayra ra&lt;br /&gt;"cukuplah seorang dikatakan pendusta jika dia menyampaikan setiap perkataan yang dia dengar." (syarah sahih Muslim oleh anNawawi: 1/65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam darul Hijrah, Imam Malik berkata,"&lt;br /&gt;Bukanlah termasuk golongan muslim, jika seseoarang menyampaikan setiap perkataan yg dia dengar.." (ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagai langkah yang baik dia hendaklah memilih slot atau rancangan yang benar2 memaparkan maklumat yg sahih spt seorang wartawan yg bernama Karam Singh Walia yang menang pelbagai award kerana lapuran yg sahih darinya. Begitu juga slot berita jenayah di TV dsbnya.&lt;br /&gt;Dalam dunia sekarang, amat sukar menegakkan kebenaran dalam dunia penyiaran dan kewartawanan jika mereka menyertai organisasi yang dikuasai oleh pihak yang ada kepentingan politik. Maka jika si fulan dengan sengaja memilih kerjaya untuk menyalurkan berita yang tidak benar, maka sudah tentu hadis di atas adalah terpakai dan akan menjejaskan status pendapatan yang diperolehinya saban bulan&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-5401149957908921546?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/5401149957908921546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-bekerja-sebagai-pembaca-berita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5401149957908921546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5401149957908921546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hukum-bekerja-sebagai-pembaca-berita.html' title='Hukum Bekerja Sebagai Pembaca Berita'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4436653364960938124</id><published>2009-02-05T04:32:00.004+08:00</published><updated>2009-02-05T04:34:00.060+08:00</updated><title type='text'>Zakat Emas Putih</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;assalamualiakum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. adakah emas putih kena bayar zakat macam emas biasa? kalau kena, bagaimana pula dengan permata2 lain yang lebih berharga dari emas, cm berlian ke, adakah qias dengan emas jugak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. kanak2 x cukup umur kena zakat x atas barang emas dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. emas kalau dok kat pajak gadai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. kadar masa yang dikira 'pakai' emas tu camne ek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. emas yang dipakai, zakat kena bayar kira semua ka, atau cuma lebihan selepas 25 mayam sahaja? atau selepas lebih 25 mayam, lebihan lepas tu kalau lebih 25 mayam jugak kena zakat, maka selepas 50 mayam baru kena zakat... camne ek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Zakat emas putih atau Platinum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia dijadikan perhiasan perempuan, tidak dikenakan zakat. Jika ia diperdagangkan, ia dikenakan zakat perdagangan. Ini adalah pendapat jumhur fuqaha' (Ibn Qudama alMaqdisi, alMughni: 3/44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini juga didokong oleh Prof Dr al_Imam Yusof alQardhawi. Alasan tidak dikenakan zakat ialah platinum bukanlah logam yg subur spt emas. Maksud logam yg subur ialah spt emas kuning yang menjadi standard dan banyak berkisar dalam pasaran (Fiqh Zakah 1/284)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Perhiasan spt berlian, zamrud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia dijadikan perhiasan perempuan, juga tidak dikenakan zakat. Ini adalah pendapat jumhur (Imam Nawawi, alMajmoo' syarh alMuhadzaab: 6/ms 5)&lt;br /&gt;Berkata alNawawi: " Tidak dikenakan zakat selain emas dan perak spt permata, besi, tembaga, kaca dsbnya meskipun elok bagaimana sekalipun buatan dan mahal harganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Emas yang dimiliki kanak-kanak belum cukup umur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia wajib zakat mengikut jumhur (malik, Syafi'iy dan hanbali) Dr Qardhawi menokong pendapat ini dan zakat itu dikeluarkan oleh walinya.&lt;br /&gt;Dalilnya:&lt;br /&gt;Firman Allah SWT (terjemahnya)&lt;br /&gt;"ambillah zakat dari sebahagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka." AQ 9:103&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(alQardhawi, Fiqh Zakat 1/107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Emas yg berada di pajak gadai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak wajib zakat sebab sifat harta yg wajib dizakatkan ialah emas yg dimiliki sepenuhnya, sedangkan harta itu sekarang berada di pajak gadai.&lt;br /&gt;(alQardhawi, Fiqh Zakat: 1/129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kadar masa atau haul ialah 1 tahun qamariah dan dikeluarkan zakat 2.5%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Zakat emas perhiasan perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dikenakan zakat ialah perhiasan perempuan yg melebihi keperluan biasa atau melebihi paras biasa di sesuatu tempat atau negara. Maka paras minima nilai perhiasan yg biasa itu ditetapkan oleh Pusat Zakat negeri-negeri persekutuan, ada yang RM 5000, ada yg RM 10,000 nilaiannya. Sila semak dgn Pusat Zakat di mana ada menetap. [Zakat perhiasan dari emas dan perak yg melebihi kadar kebiasaan ini disokong oleh Prof Dr alQardhaei, Fiqh Zakat 3/308-309)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4436653364960938124?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4436653364960938124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-emas-putih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4436653364960938124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4436653364960938124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-emas-putih.html' title='Zakat Emas Putih'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-6521376005042329224</id><published>2009-02-05T04:27:00.015+08:00</published><updated>2009-02-05T04:32:09.721+08:00</updated><title type='text'>Zakat Terhadap Golongan Sayyed</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga dirahmati Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon penjelasan tentang permasalah dan hukum yang diterima pakai di Malaysia dan pandangan terrajih mengenai penggagihan wang zakat kepada golongan sayyed (keturunan rasulullah SAW)....ada yg kata tak leh kasi...ada yg kata bleh kasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta penjelasan terkini dari ulamak muktabar tentang isu ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr anakMINANG04 dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dimaksudkan golongan Sayyid ini dari kalangan keturunan "wali2", maka hukumnya sama sahaja seperti kelapan2 asnaf zakat. Jika memenuhi syarat, maka mereka juga boleh menerima zakat. Akan tetapi, jika sayyid itu merujuk kepada keturunan Rasulullah saw, maka terdapat hukum yang khas mengenainya. Mereka ini dikenali sebagai ahl-Bayt (لآل البيت). Menurut al-Syarh al-Mumti' (6/258) Ahl al-Bayt adalah:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;هم بنو عبد المطلب ( وهم آل علي وآل عباس وآل جعفر وآل عقيل وآل الحارث أبناء عبد المطلب ) ومواليهم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Mereka adalah Bani/kaum/keturunan Abdul Muttalib (keturunan dari Ali, keturunan 'Abbaas, keturunan Ja'afar, keturunan 'Aqil, keturunan al-Haarith dan anakl Abdul Muttalib), dan hamba mereka yang bebas"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka boleh menerima zakat? Menurut fatwa al-Lajnah al-Daa'imah (fatwa #7778, Jld 10/68) :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لا يجوز أن يعطى المذكورون الزكاة؛ لما ورد في ذلك من الأدلة التي تحرمها عليهم، ومنها ما رواه الإمام مسلم رحمه الله عن عبدالمطلب بن ربيعة بن الحارث رضي الله عنه: قال قال رسول الله: «إن الصدقة لا تنبغي لآل محمد، إنما هي أوساخ الناس»، وفي رواية: «إنها لا تحل لمحمد ولا لآل محمد».&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Tidak dibenarkan memberi zakat kepada Ahl al-Bayt kerana terdapat dalil larangan keatas mereka, termasuk riwayat Imam Muslim rh dari Abdul Mutallib ibn Rabee'ah ibn al-Harith ra berkata :'Rasulullah saw bersabda :'Sesungguhnya Zakat/Sedekah tidak boleh diberikan kepada keluarga Muhammad kerana ianya dikeluarkan dari kotoran manusia'didalam riwayat lain :'Sesungguhnya tidak dibenarkan keatas Muhammad dan kaum keluarga Muhammad'(Hadith dikeluarkan oleh Maalik didalam al-Muwattha' 2/998, Ahmad 4/166, Muslim #1072 2/753, Abu Daud #2985 3/388-389, al-Nasaa'i #2609 5/106, al-Baihaqi 7/31-32)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Nawawi ketika membicarakan makna "Sesungguhnya Zakat/Sedekah tidak boleh diberikan kepada keluarga Muhammad", menunjukkan bahawa ia dilarang samada mereka terlibat didalam mengutip dan mengagihkan zakat atau disebabkan mereka miskin dan memerlukan, atau salah satu dari alasan yang 8. Beliau mengatakan ini adalah pandangan yang benar menurut mazhabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna "kerana ianya dikeluarkan dari kotoran manusia" menunjukkan sebab larangan tersebut, dimana mereka diberi penghormatan mereka tidak layak menerima kotoran tersebut. 'Kotoran manusia' bermakna manusia membersihkan harta mereka dengan berzakat sebagaimana firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Ambillah (sebahagian) dari harta mereka menjadi sedekah (zakat), supaya dengannya engkau membersihkan mereka (dari dosa) dan mensucikan mereka (dari akhlak yang buruk)" - [al-Taubah 9:103]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, bagi keturunan Abdul Muttalib, mereka dikategorikan sebagai ahl bayt dan tidak dibenarkan menerima pemberian zakat sebagaimana yang dijelaskan dari hadith diatas. Cuma fenomena ahl bayt ini bukanlah sepertimana yang didakwa oleh setengah2 pihak seperti Syiah dsb. Bak kata Syiekh Muhammad Al-Mukhtar Al-Shinqiti :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"But this Islamic definition has nothing to do with the popular culture on the issue of Ahlul- bayt. For example, millions of people claim to be descendants of the Prophet for worldly motives. Nobody knows today who belongs to Ahlul- bayt and who does not."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(terjemahan : akan tetapi definsi ini tidak ada kena mengena dengan kebudayaan yang popular mengenai isu ahlul bayt. Contohnya berjuta-juta orang mendakwa bahawa mereka adalah keturunan Nabi saw dengan mempunyai tujuan2 tertentu. Tiada siapa sekarang ini yang tahu siapa yang tergolong kepada Ahlul Bayt dan siapa yang tidak). Wallahu A'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;br /&gt;==========&lt;br /&gt;Rujukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fataawa Al-Lajnah al-Daa’imah li al-Buhooth al-‘Ilmiyyah wa al-Ifta' - 10. susunan Syeikh Ahmad bin Abdul Razak al-Dauwish. cetakan ke 3. Riyad : Daar al-Mu'ayyad, 2000. ms 68.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syiekh Muhammad Al-Mukhtar Al-Shinqiti . Fatwa Umum, 14 April 2004. url : http://www.islamonline.net/livefatwa/english/Browse.asp?hGuestID=dBzEVw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Prof Dr al_Imam Yusof alQaradawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijtihad muttakhir dari Prof alQardhawi (gambar sebelah) dalam Tesis Doktorat alAzharnya, Fiqh Zakat: 2/233-234, Beyrut: Mu'assah Risalah edisi ke 2, 1973)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Qardhawi berfatwa bahawa keturunan RasuluLlah saw sekarang BOLEH menerima Zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujah beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Larangan RasuluLlah saw tidak Qat'iy (amat jelas sekali maksudnya). Larangan itu (mengambil sedeqah dan zakat) adalah kerana kedudukan Nabi saw pada masa itu sebagai Ketua Kerajaan dan Nubuwwah. Ia bersifat sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Istilah ali Muhammad (keluarga Muhammad) itu sendirinya bukanlah istilah baku yg terpakai hingga Kiamat. Lihat keturunan yg disebut dalam alQur:an spt Ali-Imran (keluarga Imran), ali Ibrahim, ali Fir'aun. Ini kerana istilah2 itu hanya valid dan terpakai pada zaman tertentu sahaja dan tidak kekal sampai Kiamat. Maka begitulah status ali Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat alQardhawi ini secocok dgn sebahagian madzhab Maliki dan Hanafi. Menurut fuqaha Maliki, alSawi ( Bughah alSalik, alHalabi, Cairo: 1/232), dan Ibn alHumam dari fuqaha Hanafi (Fath alQadeer, Cairo, alHalabi: 2/272)&lt;br /&gt;berpendapat ali Muhammad saw boleh menerima Zakat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujahnya: Zaman itu ali Muhammad menerima Khumus (dalil AQ 8: anfaal: 41) dari baytul Maal. Sekarang khumus itu sudah dihapuskan, maka mereka boleh menerima zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg disampaikan oleh Syaikh Kamin dari Lajnah Fiqh al_Ahkam adalah dari Fiqh Hanbali yg mewakili pendapat Jumhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg disampaikan oleh thtl adalah dari Fiqh alMuqaran dari pakar Fiqh Kontemporer, Dr alQardhawi.. Allah sahaja yg mengetahui kebenaran yg muktamad dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Benar kata syeikh thtl. Sekadar tambahan, ulama2 kontemporer melihat bahawa pada zaman yang tiada lagi wujud khums, mereka dibenarkan menerima zakat. Menurut Syeikh Ibn Taimiyah rh :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وبنو هاشم إذا منعوا من خمس الخمس جاز لهم الأخذ من الزكاة وهو قول القاضي يعقوب وغيره من أصحابنا وقاله أبو يوسف والإصطخري من الشافعية لأنه محل حاجة وضرورة .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Jika Bani Haashim tidak lagi mendapat 1/5 dari khums, adalah dibenarkan mereka menerima zakat. Ini adalah pandangan al-Qadi Ya'qub dan lain2 dikalangan sahabat kami. Ia juga merupakan pandangan Abu Yusuf dan al-Istakhri dikalangan Syafie, kerana sesungguhnya ia merupakan kehendak dan keperluan" [Al-Fataawa al-Kubra, 5/374]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan Syeikh Ibn Utsaimin rh juga menyebut :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فإذا مُنعوا أو لم يوجد خمس كما هو الشأن في وقتنا هذا : فإنهم يُعطَون من الزكاة دفعاً لضرورتهم إذا كانوا فقراء ، وليس عندهم عمل ، وهذا اختيار شيخ الإسلام ابن تيمية وهو الصحيح .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Jika mereka dihalang atau tidak ada lagi khums sebagaimana keadaan sekarang, maka mereka boleh diberikan zakat bagi memenuhi keperluan mereka jika mereka miskin dan tidak mempunyai pekerjaan. Ini merupakan pandangan Syeikh al-Islam ibn Taimiyah rh dan ini merupakan pandangan yang betul" - [al-Sharh al-Mumti’, 6/257].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-6521376005042329224?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/6521376005042329224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-terhadap-golongan-sayyed.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6521376005042329224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6521376005042329224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-terhadap-golongan-sayyed.html' title='Zakat Terhadap Golongan Sayyed'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-6510854812221741326</id><published>2009-02-05T04:21:00.001+08:00</published><updated>2009-02-05T04:27:45.563+08:00</updated><title type='text'>Berkerja Di Syarikat Penghantaran</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamua'laikum Panel Al-Ahkam yang dihormati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mana yang kita semua maklum, semua perkara yang melibatkan arak seperti membuatnya, mengangkutnya, menjual dan membeli serta meminumnya adalah termasuk dalam kategori HARAM maka duit yang keluar hasil dari pekerjaan berkaitan arak adalah juga HARAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya ada satu kemusykilan. Bagaimanakah hukumnya pula dengan mereka yang bekerja dengan syarikat pengeposan contohnya di bahagian gudang/ stor di mana mereka membahagi-bahagikan barang-barang untuk dipos ke merata tempat sedangkan antara barang-barang tersebut ada antaranya adalah arak? Adakah ia dikira sebagai bersubahat dengan arak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap ustaz-ustaz dapat memberi penyelesaian kepada masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, jazaakumullahu khaer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamduillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr teman1103 dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan mengepos barang merupakan sumber reski yang halal. Akan tetapi jika ia melibatkan penghantaran arak kepada pelanggannya, maka ini termasuklah didalam skop hadith riwayat Imam Tirmudzi:- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الخمر وشاربها وساقيها وعاصرها ومعتصرها وحاملها والمحمولة إليه وبائعها ومبتاعها وآكل ثمنها&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Rasulullah saw telah melaknat Arak, peminumnya, penuang minuman, pemerah, kepada sesiapa yang diperah, pembawanya, kepada siapa yang dibawa, menjualnya, pembelinya, dan mereka yang makan dari harganya" - [al-Bahr al-Zakhaar - al-Bazaar, dari Musnad Abdullah bin Masoud ra]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam situasi diatas, didalam keadaan yang tidak ada pilihan, hendak seorang yang beragama Islam cuba mengelakkan diri (dari melibatkan diri secara terus) dari melakukan penghantaran arak kepada peminumnya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syiekh Dr Ahmad al-Syarbaasi :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فليحذر ما استطاع إلى ذلك سبيلاً أن يشارك في حمل الخمر إلى شاربيها، وليبذل كل ما استطاع ليؤدِّيَ عملاً غير هذا العمل.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Maka telah diberi amaran bahawa tidak boleh keatasnya menyertai jalan/perbuatan membawa arak kepada peminumnya, dan agar ia melakukan apa sahaja pekerjaan selain dari kerja tersebut" [Fatwa IOL : http://www.islamonline.net/fatwa/arabic/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=86605 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangann yang berkaitan mengenai permasalahan ini boleh dilihat pada SJ berikut :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SJ-11-0023 : was-was tentang kerja&lt;br /&gt;http://al-ahkam.net/forum2/viewtopic.php?t=28137&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-6510854812221741326?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/6510854812221741326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/berkerja-di-syarikat-penghantaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6510854812221741326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6510854812221741326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/berkerja-di-syarikat-penghantaran.html' title='Berkerja Di Syarikat Penghantaran'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-2362958909005978125</id><published>2009-02-03T17:06:00.003+08:00</published><updated>2009-02-03T17:20:14.015+08:00</updated><title type='text'>Zakat Binatang Ternakan</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai zakat binatang...pihak pengurusan zakat di tpt saya ada membuat penerangan tentang cara menunaikan zakat binatang...dan salah satu kaedah yg mereka guna adalah cara ini :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iaitu apabila telah sampai nisab binatang itu...tuan penternak yang hendak menunaikan zakat binatang tersebut memanggil pegawainya utk menerima binatang (lembu) tersebut sbg zakatnya....setelah berakad zakat keduanya...maka pegawai tersebut menjual binatang tersebut kepada pembeli lembu....dan apabila akad jual beli telah dijalankan...maka pegawai tersebut menerima wang jual beli binatang tersebut iaitu hasil dr zakat penternak tersebut utk direkod....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemusykilan saya pulak dalam satu masalah ini adalah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Penternak lembu ini masih belum cukup haul...baru 26 ekor...dan katanya...lembu2nya ini agak liar....beliau bercadang utk belikan satu ekor lembu baru yang agak jinak....dan apabila lembu yg lama ini sudah cukup haul sebyk 30 ekor...lembu baru yang jinak tersebut hendak dizakatkannya....boleh atau tidak kaedah tunaikan zakat cara begini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Lagi satu...penternak tersebut bercadang utk tunaikan zakatnya iaitu memberikan lembu baru yang jinak tersebut utk diberikan kepada janda agar janda tersebut dapat menternak lembu tersebut dan mengubah status dirinya yg susah....boleh tak agihkan zakat ternakan tersebut dalam masalah ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harap para panel dapat memahami kemusykilan di atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MasyaAllah, rasanya ini baru pertama kali kita terima soalan zakat ternakan. Biasanya zakat saham dan gaji aje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nisab zakat ternakan lembu ialah 30 ekor. Zakat yg wajib dibayar ialah anak lembu jantan (tabi') atau betina (tabi'ah) yg berumur setahun (Ini pendapat madzhab yg empat (Dr Wahbah azZauhaili, Fiqh Islami Jld 2/842 Darul Fikr :Damsyik, edisi ke 2), dipersetujui oleh alQardhawi (Fiqh Zakat 1/201 cet Beirut 1973) Maka tidak perlu penternak itu membeli lembu jinak utk bersiap sedia utk zakat kerana hal itu tidak disyaratkan. Biarlah lembu itu cukup haul dan nisab secara tabi'iy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apakah zakat ternakan boleh diagihkan sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini khilaf di kalangan fuqaha'. Dalam madzhab Syafi'iy sendiri ada dua pendapat: satu pendapat membolehkan jika dia yakin sasaran zakat itu lebih tepat dan mengenai sasarannya dan satu lagi pendapat (qaul) tidak dibolehkan kerana urusan zakat adalah urusan pemerintah. (Ibn Qudamah, alMughni 2/480) ini juga pendapat Hanbaliah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat alQardhawi dalam masalah ini:&lt;br /&gt;a. Ia adalah hak pemerintah untuk mengaudit zakat ternakan rakyat dan memungut zakat dari para penternak. Maka jika sistem Pentadbiran Zakat pemerintah lancar dan adil, maka penternak tidak boleh mengagihkan sendiri zakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. jika Pemerintah tidak ambil peduli atau cuai dalam pungutan dan agihannya, maka penternak hendaklah mengeluarkan dan mengagihkan sendiri (Fiqh Zakat 1/766)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-2362958909005978125?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/2362958909005978125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-binatang-ternakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/2362958909005978125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/2362958909005978125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-binatang-ternakan.html' title='Zakat Binatang Ternakan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-8043506048955539810</id><published>2009-02-03T17:04:00.002+08:00</published><updated>2009-02-03T17:06:42.487+08:00</updated><title type='text'>Refund Barang</title><content type='html'>bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ada satu persoalan disini tentang merefund barang. Situasinya begini. benda ni dah lama tapi saya takut nanti timbul pula jd. saya nak tau apa yg patut saya ckp kat depa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan saya nak balik m'sia jadi dia kena bersihkanlah apartment dia. Jadi dia beli vacuum yg power mmg mahallah utk cuci carpet. pastu dah habis cuci dah, dia refund balik vacuum tu kat tmpt yg dia beli. Saya rasa itu tak betul. Tp apa perlu saya ckp kat depa nak kata tu tak betul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Refund Policy (Polisi barangan dikembalikan) di USA adalah suatu yg menakjubkan, misalnya pasaraya spt Sears Roebuck, WalMart, K-Mart, dsbnya memberi 90-Day Money Back Guarantee (Jaminan Wang akan dikembalikan dalam masa 90 Hari) kepada barangan yg dibeli dari pasaraya mereka. Motto atau Slogan mereka ialah " Our Return Policy is We will Refund with smile, No Question ask" (Polisi mengembalikan barang ialah Kami akan mengembalikan wang anda dgn senyuman dan tanpa sebarang soalbalas). Ini menunjukkan budaya dan peradaban mereka yg tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Maka mana-mana orang yg membeli dan ingin refund di USA adalah bebas dan syarikat atau pasaraya di sana tidak bertanyakan niat dan kenapa pelanggan memulangkan barangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam hal ini, kita tidak perlu mempersoalkan mana-mana orang yg membeli dan ingin refund semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sama juga dengan sikap orang Amerika kepada orang lain. Misalnya mereka menyerang Iraq atas alasan ingin mencari WMD. Sedangkan seluruh dunia tahu Iraq tidak ada WMD, maka serangan itu adalah jelas utk kepentingan Israel. Amerika juga amat kuat mendokong Israel kerana katanya melindungi Israel dari keganasan palestine, sedangkan hakikantnya Palestinelah yg perlu dibela. Jadi jika Amerika pun mengguna dasar cakap tak serupa bikin, maka biarlah pelajar kita di sana mengembalikan dasar yg sama kepada mereka atas polisi yg mereka cipta sendiri. Walaupun anda tahu kawan2 anda itu tidak jujur dalam membeli dan Refund alat Vacuum itu, tapi itulah juga sikap Amerika dgn dasar kapitalisnya kepada umat Islam sejak akhir-akhir ini. sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-8043506048955539810?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/8043506048955539810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/refund-barang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8043506048955539810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8043506048955539810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/refund-barang.html' title='Refund Barang'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-515729258745805721</id><published>2009-02-03T17:01:00.008+08:00</published><updated>2009-02-03T17:04:10.737+08:00</updated><title type='text'>Kerja IT Networking Support Dan Kerja Pub</title><content type='html'>Assalamu`alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bekerja sebagai IT support officer di salah sebuah airport di malaysia...Saya berharap agar pihak tuan dapat mnjawap beberapa kemusykilan yang saya dan rakan2 yg lain hadapi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kerja2 saya melibatkan network troubleshooting dan kebanyakan international airport mempunyai premis perniagaan arak yg di sewa oleh peniaga2 luar... Jika terdapat masalah network sudah tentu kami akan datang untuk melakukan baik pulih... Apakah hukumnya pekerjaan dan pendapatan yang kami perolehi setiap bulan di sisi Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bagaimana pula dengan mereka yg bekerja secara langsung di pub atau supermarket yg menjual arak dan daging babi? bagaimanakah pula hukumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap tuan dapat membantu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalamm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr khalya dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur kepada Allah swt, begitulah sebaik2 orang yang beriman, mereka begitu peka dan sensitif dengan pendapatan2 yang diperolehi, cuba sedaya upaya mendapatkan sehalal dan sebersih mungkin reski yang dibawa pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pekerjaan sebagai pegawai IT support di sebuah airport di Malaysia merupakan pekerjaan yang halal. Tugasan anda hanya melibatkan network connectivity, troubleshooting, support dan sebagainya kepada pelanggan yang menggunakan perkhidmatan IT anda. Samalah seperti mereka yang berkerja sebagai pilot, Jurutera kapalterbang dsb di Airport tersebut. Anda bukanlah berkhidmat dengan jabatan IT di Carlsberg, Anchor Beer, Tiger Beer, atau mana2 kilang arak, yang jelas sumber pendapatannya diperolehi dari penjualan arak, sebagaimana yang dijelaskan didalam skop pengharamannya didalam hadith riwayat Tirmudzi :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الخمر وشاربها وساقيها وعاصرها ومعتصرها وحاملها والمحمولة إليه وبائعها ومبتاعها وآكل ثمنها&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Rasulullah saw telah melaknat Arak, peminumnya, penuang minuman, pemerah, kepada sesiapa yang diperah, pembawanya, kepada siapa yang dibawa, menjualnya, pembelinya, dan mereka yang makan dari harganya" - [al-Bahr al-Zakhaar - al-Bazaar, dari Musnad Abdullah bin Masoud ra]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga mereka2 yang terlibat didalam perkhidmatan Public Utility seperti Tenaga Nasional, Telekom, dsb yang memberikan perkhidmatan mereka kepada sesiapa sahaja yang memerlukan, dan mereka itu tidak termasuk dari kalangan orang2 yang dilaknati Allah sebagai hadith diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang Islam tidak boleh melibatkan dirinya secara langsung didalam sebarang pekerjaan / penjualan yang melibatkan perkara yang haram, walaupun pelanggannya terdiri dari orang yang bukan Islam. Didalam Fatwa #13087 yang dikeluarkan oleh al-Lajnah al-Daa'imah menyatakan :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لا يجوز المتاجرة فيما حرم الله من الأطعمة وغيرها ، كالخمور والخنزير ولو مع الكفرة ؛ لما ثبت عنه صلى الله عليه وسلم أنه قال : ( إن الله إذا حرم شيئا حرم ثمنه ) ولأنه صلى الله عليه وسلم لعن الخمر وشاربها وبائعها ومشتريها وحاملها والمحمولة إليه وآكل ثمنها وعاصرها ومعتصرها&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Tidak dibenarkan berurusan dengan barang makanan dan lain2 yang diharamkan oleh Allah swt, seperti arak dan khinzir (babi) walaupun kepada orang Kafir! Telah thabit dari Nabi saw, baginda berkata :'Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan sesuatu, ia mengharamkan harganya'. Dan sesungguhnya Nabi saw melaknati arak, peminumnya, penjualnya, pembelinya, pembawanya, kepada yang yang di bawanya, yang makan dari harganya, pemerahnya dan kepada siapa yang diperahnya" -[al-Lajnah al-Daa'imah 13/49].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, lebih2 lagi mereka yang mencari reski ditempat orang (eg: diluar negara), yang bekerja direstoran2 yang menghidangkan atau menjual arak dan khizir, Majlis Fiqh Islami didalam kenyataannya membenarkannya, dengan syarat, tidak terlibat secara langsung didalam menuang, menghidang atau apa2 sekalipun yang terlibat didalam barangan haram itu. Kenyataannya menyebut :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;للمسلم إذا لم يجد عملاً مباحاً شرعاً العمل في مطاعم الكفار بشرط أن لا يباشر بنفسه سقي الخمر أو حملها أو صناعتها أو الاتجار بها ، وكذلك الحال بالنسبة لتقديم لحوم الbنازير ونحوها من المحرمات&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Jika seseorang Islam tidak berjaya memperolehi pekerjaan yang dibenarkan menurut syariah, dia boleh bekerja didalam restauran yang diuruskan oleh orang kafir, selama mana dia sendiri tidak berurus secara langsung seperti menuang, membawa, membuat atau menjual arak tersebut. Ini termasuklah dengan perkara2 seperti menghidangkan khinzir dan lain2 barangan yang haram" -[Majma’ al-Fiqh al-Islami, ms. 45]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga2 Allah mengurniakan kita reski yang halal dan baik, Insyaallah. WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-515729258745805721?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/515729258745805721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/kerja-it-networking-support-dan-kerja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/515729258745805721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/515729258745805721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/kerja-it-networking-support-dan-kerja.html' title='Kerja IT Networking Support Dan Kerja Pub'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4068462417385231886</id><published>2009-02-03T17:00:00.004+08:00</published><updated>2009-02-03T17:01:15.452+08:00</updated><title type='text'>Melabur Dengan Duit Pinjaman Bank</title><content type='html'>Assalamualaikum tuan moderator dan pengunjung sekalian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ada masalahnya begini. Katakanlah saya membuat pinjaman Bank Citibank berjumlah RM3000, disyaratkan saya membayar semula selama setahun Sebanyak RM272.5 sebulan. Bermakna hujung akhir tahun Jumlah yang perlu dibayar adalah RM3270. Duit ini dipinjamkan kepada saya contohnya. Dan saya menyimpannya dalam Bank Islam contohnya selama 6 bulan atau lebih mungkin selama 3 tahun. apakah hasil simpanan bank islam itu halal, dan adakah peminjaman itu sendiri tidak halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, WA&lt;br /&gt;wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citibank NA adalah perbankan milik pedagang Yahudi New York. Ditubuhkan pada tanggal 16 June 1912 di New York USA hingga berkembang menjadi Merchant Bank terbesar dunia dgn 200+ juta pelanggan di seluruh dunia di 100 negara. Citibank juga adalah perbankan global yg terbesar dalam industri kad Kredit dan kad Debit di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hukum membuat loan atau pinjaman dari Citibank adalah haram kerana perbankan in adalah insititusi riba ditambah pula adalah milik musuh Islam numero uno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wang pinjaman dari Citibank itu tidak boleh dilaburkan pula ke dalam Perbankan Islam kerana yg haram tidak akan membuahkan yg halal berdasarkan kaedah Fiqhiyah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atTaabi'-Taabi' = maksudnya jika asalnya sudah haram, pelaburan yg menyusulinya dikira haram juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cth: duit rompakan, kemudian dilaburkan dalam akaun mudharabah bank Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaedah lain: Bila berkumpul yg halal dan haram, dikira haram.&lt;br /&gt;dan banyak lagi kaedah lain disamping hukum asal, diharamkan pinjaman ribawiyah dan ancaman siksaan ke atasnya dari AQ dan Sunnah. AQ 2:278&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4068462417385231886?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4068462417385231886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/melabur-dengan-duit-pinjaman-bank.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4068462417385231886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4068462417385231886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/melabur-dengan-duit-pinjaman-bank.html' title='Melabur Dengan Duit Pinjaman Bank'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3930022556772996710</id><published>2009-02-03T16:57:00.007+08:00</published><updated>2009-02-03T16:59:59.150+08:00</updated><title type='text'>MLM Empiredreams</title><content type='html'>assalamualakum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ana ada kemusyikalan..&lt;br /&gt;adakah masuk perniagaan mlm(empiredreams) ini halal..pelan pemasarannya adalah seperti berikut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok startingnya adalah rm 399..kita perlu mencari ahli sebanyak 2 orang dbawah kita...apabila kita sudah mendapat ahli sebanyak 2 orang kita akan mendapat 20usd dan 10 mercant point..&lt;br /&gt;apabila kita mendaftar maka kita akan dapat 200mercant point..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seterusnya kita sudah ada dua orang dbawah kita ..setiap orang kena mencarai 2 org dbawahnya..begitulah seterusnya...ini adalah sistem binarai bukannya sistem piramid..kerana sistem ini akan membantu downline2nya kerana seseorang upline itu tak akan mendapat duit jika mereka tidak balancekan ahli2nya disebelah kiri dan kanan..&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maknyanya pioneer tak boleh gonganag kaki kat atas...walaubagaimanapun dia kena mencari ahli baru utk dletakkan pada downline2nya yg tak stabil/balance....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini bermaknya ia tidak menindan ahli2 dibawah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minta komen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[jawapan dari Ustaz thtl]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;adakah masuk perniagaan mlm(empiredreams) ini halal..pelan pemasarannya adalah seperti berikut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok startingnya adalah rm 399..kita perlu mencari ahli sebanyak 2 orang dbawah kita...apabila kita sudah mendapat ahli sebanyak 2 orang kita akan mendapat 20usd dan 10 mercant point.. kita juga akan mendapat USD20 utk car fund.&lt;br /&gt;apabila kita mendaftar maka kita akan dapat 200mercant point..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bertanya anda kembali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah Empiredreams mendapat AJL dari Kementerian Perdagangan Dalam negeri dan HE pengguna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apakah ia menganggutai persatuan DSAM (direct selling association of Malaysia)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah produknya dihasilkan sendiri? Anda kata ia jual computers, handphone? apakah ia mengilang sendiri produknya. Jika ya di mana kilang ini? apakah ia bermutu tinggi? apakah ia setanding dgn Dell, Acer, Nokia atau Samsung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apakah Empiredreams ini milik USA? atau ia e-MLM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan/Checklist seterusnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Latarbelakang syarikat Empiredreams dan Elexir sdn bhd. Who' s who (siapakah dibelakang syarikat ini: pendirinya (founder), ahli lembaga pengarah, shareholders&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Trackrecord atau prestasi syarikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. USD 105 atau RM 399 adalah satu jumlah yg agak besar. Kemudian anda dikehendaki mencari dua orang, USD 210 atau RM800. Dua orang itu dikehendaki mencari DUA lagi RM 1600. Nampaknya macam MONEY GAME juga cuma tukar pattern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu kita tanya: MLM yg berteraskan product strength (kekuatan produk) atau MLM yg berasaskan money game atau kemasukan ahli baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MLM yg genuine ialah berasaskan produk yg berkualiti spt AMWY, AVON, LingZi, manakala MLM yg gharar (samar-samar) tidak jelas dari segi kekuatan barangannya atau R &amp; Dnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MLM yg original misalnya dalam perusahaan barangan kesihatan, ada ladang biodiversity, ada R&amp;D, ada employ saintis, researchers (penyelidik) dan track record dan dianugrah kerana mutu dan keunikan produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thtl&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3930022556772996710?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3930022556772996710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/mlm-empiredreams.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3930022556772996710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3930022556772996710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/mlm-empiredreams.html' title='MLM Empiredreams'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-6580852077814930299</id><published>2009-02-03T16:48:00.002+08:00</published><updated>2009-02-03T16:57:05.887+08:00</updated><title type='text'>Urusniaga Forex</title><content type='html'>A'kum&lt;br /&gt;Saya ada satu soalan. Apakah hukumnya jika kita berniaga dalam forex(Jual beli matawang asing) untuk mendapatkan untung atau rugi. Matawang yang digunakan adalah USD dan brokernya ialah di United kingdom. Harap dapat penjelasan daripada tuan. Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W'kum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berniaga forex yg dibenarkan ialah spot trading (urusniaga tunai) sahaja, spt yg dilakukan di kaunter Bank dan Money Changers. Cth: Jika kita ingin ke Arab Saudi untuk urusan Umrah dan Haji, kita membeli Saudi Riyal di kaunter Money Changer (Pengurup Wang) secara spot (tunai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bisnes forex yg berpengkalan di London itu adalah future trading atau perdangan forex untuk masa depan (forward), ia berunsur riba dan maisir spekulatif (spekulasi berunsur perjudian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr asSaih, ahkamul 'Uqud wal Buyu' fi Fiqh/112&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thtl&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-6580852077814930299?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/6580852077814930299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/urusniaga-forex.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6580852077814930299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6580852077814930299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/urusniaga-forex.html' title='Urusniaga Forex'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4792285095811553891</id><published>2009-02-03T16:47:00.007+08:00</published><updated>2009-02-03T16:48:54.913+08:00</updated><title type='text'>Bayar zakat sebelum haul</title><content type='html'>soalan 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada bulan jun.saya dapat wang sebanyak $30,000.pada bulan nov saya keluarkan zakat harta walaupun belum setahun.pada tahun hadapan zakat saya pada bulan jun atau nov?&lt;br /&gt;soalan 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada saudara saya meminjam $200 ,bolehkah saya niatkan sebagai zakat harta yg mana dia tak perlu bayar hutangnya.saudara saya termasuk asnaf miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;zain-ys&lt;br /&gt;Founder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, inilah jawapannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan Masalah 1. Membayar zakat sebelum haulnya memang dibenarkan jika ada alasannya. Ada hadis Rasulullah s.a.w. di mana Abbas bin Abdul Muttalib meminta izin dari Baginda s.a.w. untuk menyegerakan pembayaran zakat sebelum haulnya. Dan, Rasulullah s.a.w. memberi izin sebagai keringanan kepadanya¹.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dinyatakan oleh Dr Wahbah al-Zuhaili²: Berdasarkan kesepakatan para fuqahak, tidak dibenarkan membayar zakat sebelum sampai nisab. Kerana tidak terdapat sebab ia diwajibkan. Tidak dibenarkannya itu adalah seperti membayar wang sebelum membeli atau membayar diyat/denda sebelum berlaku pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala mempercepat membayar zakat (sblm haulnya) apabila wujud sebab wajibnya, iaitu sudah sempurna/sampai nisabnya, para fuqaha' mempunyai dua pendapat:&lt;br /&gt;Pendapat 1. Jumhur ulama mengatakanm dibenarkan membayar zakar sebelum sampai haulnya jika nisabnya sudah cukup. Kerana ia ditunaikan setelah wujud sebab wajib. Dasarnya ialah hadis Ibnu Abbas meminta izin dari Rasulullah s.a.w. untuk mempercepat membayar zakat. Dan Baginda s.a.w. memberi rukhsah kepadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat 2. Zahiriah dan Malikiah, mengatakan tidak dibenarkan mengeluarkan zakat sebelum haulnya. Alasannya, ia adalah ibadah yang sama seperti sembahyang. Tidak boleh dikeluarkan sebelum sampai waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;Haul sdra adalah haul asal. Dan haul berkenaan hendaklah berdasarkan taqwim hijriah. Ini berdasarkan fatwa muktamar zakat kali pertama di Kuwait pada 29 Rejab 14040H=3/4/1984³.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;Jawapan Masalah 2. Menurut Dr Said Ramadhan al-Buthi4, orang berkenaan mesti diberitahu bahawa hutangnya telah dilangsaikan dengan pembayaran zakat darinya. Dan yang paling baik ialah berikan zakat berkenaan kepadanya terlebih dahulu, kemudian orang berkenaan membayar hutang sdra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;zain y.s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[hr:320ded28ac]&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;1. HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmizi dengan sanad Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rujuk secara terperinci dalam: Al-Feqh al-Islami Wa Adillatuh, vol. 2, hal. 755.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. http://zakat.al-islam.com/def/default.asp?l=arb&amp;amp;filename=Quest/desc/item6/item2/desc2&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;خامسًا‏:‏- الحول القمري&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;‏8‏ - الأصل في اعتبار حولان الحول مراعاة السنة القمرية‏, ‏ وذلك في كل مال زكوي اشترط له الحول‏, ‏ واللجنة توصي الأفراد والشركات والمؤسسات المالية باتخاذ السنة القمرية أساسا لمحاسبة الميزانيات‏, ‏ أو على الأقل أن تعد ميزانية لها خاصة بالزكاة وفقا للسنة القمرية‏.‏&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فإن كان هناك مشقة فإن اللجنة ترى أنه يجوز تيسيرا على الناس - إذا ظلت الميزانيات على أساس السنة الشمسية - أن يستدرك زيادة أيامها عن أيام السنة القمرية بأن تحسب النسبة ‏2.575‏% تقريبا‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. http://www.bouti.com/bouti_fatawa_zakat.htm#6&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;س. أنا تاجر وأدين الناس الفقراء وغير الفقراء هل يجوز أن أعطيهم زكاة المال بأن أقتطعها من ديونهم دون أن أخبرهم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;ج. لا بد من إخبارهم ‏،‏ ويستحسن أن تقبضهم الزكاة ‏،‏ ثم تستردها منهم مقابل ديونك&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4792285095811553891?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4792285095811553891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/bayar-zakat-sebelum-haul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4792285095811553891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4792285095811553891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/bayar-zakat-sebelum-haul.html' title='Bayar zakat sebelum haul'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3505183271680540879</id><published>2009-02-03T16:44:00.006+08:00</published><updated>2009-02-03T16:46:59.101+08:00</updated><title type='text'>Sorok barang dan hukum jual lelong</title><content type='html'>Assalammualaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambungan daripada tajuk "Keuntungan berlipat kali ganda...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit persoalan lain timbul....harap akhi2 boleh tolong jelaskan lagi.....begini.....Dalam kes menyembunyikan barang keperluan.....ada pendapat menyatakan tiket bukanlah barang yang sangat diperlukan seperti makanan....ia lebih kepada barang kehendak....adakah hukumnya tetap sama??Persoalan kedua.....ada lagi satu sistem jual beli yang membenarkan pembeli menetapkan harga bagi barang yang hendak dibeli(bid).....penjual hanya akan menjual kepada pembeli yang menawarkan harga paling tinggi....dalam kes ini....adakah salah bagi penjual utk menjual dgn harga yang berlipat kali ganda jika harga yang dijual adalah kesanggupan dari pembeli sendiri.....harap pertolongan dari akhi....Wassalam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************************&lt;br /&gt;zain-ys&lt;br /&gt;Founder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, inilah jawapannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah: Dalam kes menyembunyikan barang keperluan.....ada pendapat menyatakan tiket bukanlah barang yang sangat diperlukan seperti makanan....ia lebih kepada barang kehendak....adakah hukumnya tetap sama??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Dalam masalah menyembunyikan barangan, bukanlah yang dimaksudkan hanya barang keperluan makan dan minum. Tetapi apa yg dimaksudkan ialah apa sahaja barangan yang manusia perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak menetapkan harga dalam satu-satu barangan. Pihak pemerintah juga tidak dihalalkan untuk campur tangan dalam masalah harga, melainkan dalam keadaan darurat. Contoh: Apabila situasi di mana para peniaga atau kebanyakan dari mereka berbuat zalim dan melampaui batas dalam menaikkan harga. Tujuannya adalah untuk menjaga hak-hak pembeli dan menghalang dari berlakunya ihtikar/sorok barang. Barangan yang dimaksudkan di sini, ialah apa apa sahaja yang manusia mahukan dan perlukan¹.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr M. Salam Madkur, "Ihtikar (sorok barang) yang sangat dilarang dalam Islam ialah menyimpan apa sahaja barangan yang sangat diperlukan oleh orang ramai dalam kehidupan harian dan akibatnya boleh menyusahkan mereka, tidak kira barangan yang baru sahaja dibeli atau memang ada dalam simpanannya, samada yang dibelinya dari desa atau bandar, samada yang berupa makanan atau bukan, samada yang dibelinya ketika harganya masih murah atau sudah naik, tetapi akan dijualnya dengan harga yang lebih mahal ketika ia sangat-sangat diperlukan²."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiket adalah sesuatu yang sangat diperlukan orang untuk perjalanannya, adakalanya untuk menziarahi keluarga, untuk mencari rezeki dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah: Ada lagi satu sistem jual beli yang membenarkan pembeli menetapkan harga bagi barang yang hendak dibeli(bid).....penjual hanya akan menjual kepada pembeli yang menawarkan harga paling tinggi....dalam kes ini....adakah salah bagi penjual utk menjual dgn harga yang berlipat kali ganda jika harga yang dijual adalah kesanggupan dari pembeli sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Ia disebut Bai' al-Muzayadah ( &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;بيع المزايدة/بيع بالمزاد&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;). Urusan jual beli begini dihalalkan³.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, semoga bermanfaat..&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;zain y.s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[hr:add04d658f]&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;1. Fatwa Dr M. Bakr Ismail.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;من المعلوم شرعا أن التجارة مبنية على التراضي بين البائع والمشتري، وتحديد سعر السلع يمنع التراضي ويجعل البائع مكرها على بيع سلعة بالسعر المحدد، ويجعل المشتري مجبرا على أن يشتري بهذا السعر، وفي ذلك من الضرر والحرج ما فيه. فهل الإسلام يجيز تحديد السعر أم يمنعه؟&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله،والحمد لله،والصلاة والسلام على رسول الله،وبعد:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يقول الدكتور محمد بكر إسماعيل الأستاذ بجامعة الأزهر :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الأصل في البيع والشراء، وما في حكمهما هو تحقيق العدل بين المتعاقدين، وبالعدل يتحقق الرضا بينهما.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فإذا ظهر أن التجار أو أكثرهم قد ظلموا وتجاوزوا الحد في زيادة الأسعار وجب على الحاكم أن يتدخل في تحديد الأسعار صيانة لحقوق الناس ومنعًا من الاحتكار، ودفعًا للظلم الواقع عليهم بسبب جشع التجار وطمعهم. وهذا ما أفتى به كثير من أهل العلم.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فإن لم يظهر في الأسواق ما يهدد الناس في معاشهم فلا ينبغي على الحاكم أن يتدخل في تحديد الأسعار ولكن يترك ذلك للعرض والطلب، والتنافس المشروع. وبذلك تنشط الأسواق، ويزداد الإقبال على الشراء ويربح التجار ربحًا حلالاً، ويستفيد الناس من هذا التنافس الشريف، وتظهر السلع لطلابها في كل مكان، ولا يضطر التجار إلى إخفائها واحتكارها، وهو الأمر الذي يأباه الشرع ولا يرتضيه المصلحون.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فقد روى أصحاب السنن بسند صحيح عن أنس ـ رضي الله عنه ـ قال: قال الناس: يا رسول الله غلا السعر فسعر لنا. فقال رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم: "إن الله هو المسعر، القابض الباسط الرازق، وإني لأرجو أن ألقى الله وليس أحد منكم يطالبني في دم ولا مال".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فهذا الحديث يحرم على الحاكم التدخل في تسعير السلع لما يترتب عليه من الأضرار المعروفة لدينا والتي ذكرنا طرفًا منها هنا، ولكن إذا دعت الضرورة لتدخله تدخل لإقامة العدل ومنع الظلم، وكان ذلك التدخل واجبًا عليه، وللفقهاء الذين أفتوا بذلك قواعد أصولية لا شك في صحتها مثل قولهم: "الضرورات تبيح المحظورات" وقولهم: "الضرر يزال" يعني تجب إزالته من قبل أهل الحل والعقد.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;والله أعلم.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rujuk: http://www.islam-online.net/fatwa/arabic/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=40076&lt;br /&gt;Link tambahan:&lt;br /&gt;http://www.islam-online.net/fatwa/arabic/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=99567&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Abdul Sami' al-Masri, Perniagaan dalam Islam, hal. 50-51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kenyataan ulama tentang hukum bai' al-muzayadah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;308- &lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;هل البيع بالمزاد العلني ‏(‏الحراج‏)‏ هل يعتبر من قبيل شراء الرجل على شراء أخيه المنهي عنه أم لا‏؟&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;‏&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;السوم على السوم فيه تفصيل إن كان المزاد لم يزل مفتوحًا والسلعة ينادى عليها ويطلب المزيد، فلا بأس أن يزيد الإنسان على سوم آخر، لأن الزيادة مطلوبة والزيادة مفتوح بابها، والنبي صلى الله عليه وسلم قال‏:‏ ‏(‏مَن يزيد‏؟‏‏)‏ في بعض البيعات التي تولاها ‏[‏كما في ‏"‏سنن الترمذي‏"‏ ‏(‏4/214‏)‏، و‏"‏سنن النسائي‏"‏ ‏(‏7/259‏)‏، و‏"‏سنن ابن ماجه‏"‏ ‏(‏2/740، 741‏)‏، كلهم من حديث أنس بن مالك رضي الله عنه‏‏‏]‏‏.‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وأما إذا كان السوم قد انتهى وأراد صاحب السلعة أو وكيله أن يبعه على شخص وقطع السوم وانتهى فحينئذ لا يجوز لأحد أن يتقدم ويسوم على سوم أخيه لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال‏:‏ ‏(‏ولا يسم على سوم أخيه‏)‏ ‏[‏رواه البخاري في ‏"‏صحيحه‏"‏ ‏(‏3/24‏)‏ من حديث ابن عمر وأبي هريرة رضي الله عنهم‏‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Rujuk: http://www.alfuzan.net/islamLib/viewchp.asp?BID=345&amp;amp;CID=59#s16&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Petikan dari Nailul Authar:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;باب النهي عن بيع الرجل على بيع أخيه وسومه إلا في المزايدة&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;1 - عن ابن عمر ‏(‏أن النبي صلى اللّه عليه وآله وسلم قال لا بيع أحدكم على بيع أخيه ولا يخطب أحدكم على خطبة أخيه لا أن يأذن له‏)‏‏.‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;رواه أحمد ‏.‏ وللنسائي ‏(‏لا بيع أحدكم على بيع أخيه حتى يبتاع أو يذر‏)‏ وفيه بيان أنه أراد بالبيع الشراء‏.‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;2 - وعن أبي هريرة ‏(‏أن النبي صلى اللّه عليه وآله وسلم قال لا يخطب الرجل على خطبة أخيه ولا يسوم على سومه‏)‏‏.‏ وفي لفظ ‏(‏لا يبيع الرجل على بيع أخيه ولا يخطب على خطبة أخيه‏)‏‏.‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;متفق عليه‏.‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;3 - وعن أنس ‏(‏أن النبي صلى اللّه عليه وآله وسلم باع قدحا وحلسا فيمن يزيد‏)‏‏.‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;رواه أحمد والترمذي‏.‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;حديث ابن عمر أخرجه أيضا باللفظ الأول مسلم وأخرجه ايضا البخاري في النكاح بلفظ ‏(‏نهى أن يبيع الرجل على بيع أخيه وأ، يخطب الرجل على خطبة أخيه حتى يترك الخاطب قبله أو يأذن له الخاطب‏)‏ وأخرج نحو الرواية الثانية من حديثه ابن خزيمة وابن الجارود والدارقطني وزادوا ‏(‏إلا الغنائم والمواريث‏)‏ وحديث أنس أخرجه أيضا أبو داود والنسائي وحسنه الترمذي وقال لا نعرفه إلا من حديث الأخضر بن عجلان عن أبي بكر الحنفي عنه وأعله ابن قطان بجهل حال أبي بكر الحنفي ونقل عن البخاري أنه قال لم يصح حديثه‏.‏ ولفظ الحديث عند أبي داود وأحمد ‏(‏أن النبي صلى اللّه عليه وآله وسلم نادى على قدح وجلس لبعض أصحابه فقال رجل هما علي بدرهم ثم قال آخر هما علي بدرهمين‏)‏ وفيه ‏(‏أن المسألة لا تحل إلا لأحد ثلاثة‏)‏ وقد تقدم ـ وفي الباب ـ عن أبي هريرة عند الشيخين وعن عقبة بن عامر عند مسلم‏.‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قوله‏:‏ ‏(‏لا يبيع‏)‏ الأكثر بإثبات الياء على أن لا نافية ويحتمل أن تكون ناهية وأشبعت الكسرة كقراءة من قرأ ‏(‏أنه من يتقي ويصبر‏)‏ وهكذا ثبتت الياء في بقية ألفاظ الباب قوله‏:‏ ‏(‏إلا أن يأذن له‏)‏ يحتمل أن يكون استثناء من الحكمين ويحتمل أن يختص بالأخير والخلاف في ذلك وبيان الراجح مستوفى في الأصول ويدل على الثاني في خصوص هذا المقام رواية للبخاري التي ذكرناها قوله‏:‏ ‏(‏لا يخطب الرجل‏)‏ الخ سيأتي الكلام على الخطبة في النكاح إن شاء اللّه قوله‏:‏ ‏(‏ولا يسوم‏)‏ صورته أن يأخذ شيئا ليشتريه فيقول المالك رده لأبيعك خيرا منه بثمنه أو يقول للمالك غسترده لأشتريه منك بأكثر وإنما يمنع من ذلك بعد استقرار الثمن وركون أحدهما إلى الآخر فإن كان ذلك تصريحا فقال في الفتح لا خلاف في التحريم وإن كان ظاهرا ففيه وجهان للشافعية وقال ابن حزم إن لفظ الحديث لا يدل على اشتراط الرون وتعقب أنه لا بد من أمر مبين لموضع التحريم في السوم لأن السوم في السلعة التي تباع فيمن يزيد لا يحرم اتفاقا كما حكاه في الفتح عن ابن عبد البرفتعين أن السوم المحرم ما وقع فيه قدر زائد على ذلك‏.‏ وأما صورة البيع على البيع والشراء على الشراء فهو أن يقول لمن اشترى سلعة في زمن الخيار افسخ لأبيعك بأنقص أو يقول للبائع افسخ لأشتري منك بأزيد قال في الفتح وهذا مجمع عليه وقد اشترى بعض الشافعية في التحريم أن لا يكون المشتري مغبونا غبنا فاحشا وإلا جاز البيع على البيع والسوم على السوم لحديث الدين النصيحة وأجيب عن ذلك أن النصيحة لا تنحصر في البيع على البيع والسوم على السوم لأنه يمكن أن يعرفه أن قيمتها كذا فيجمع بذلك بين المصلحتين كذا في الفتح وقد عرفت أن أحاديث النصيحة أعم مطلقا من الأحاديث القاضية بتحريم أنواع من البيع فيبني العام على الخاص واختلفوا في صحة البيع المذكور فذهب الجمهور إلى صحته مه الأثم‏.‏ وذهبت الحنابلة والمالكية إلى فساده في إحدى الروايتين عنهم وبه جزم ابن حزم والخلاف يرجع إلى ما تقرر في الأصول من أن النهي المقتضى للفساد هو النهي عن الشيئ لذاته ولوصف ملازم لا لخارج قوله‏:‏ ‏(‏وحلسا‏)‏ بكسر الحاء المهملة وسكون اللام كساء رقيق يكون تحت برذعه البعير قال الجوهري‏.‏ والحلس البساط أيضا ومنه حديث ‏(‏كن حلس بيتك حتى يأتيك يد خاطئة أو ميتة قاضية‏)‏ كذا في النهاية قوله‏:‏ ‏(‏فيمن يزيد‏)‏ فيه دليل على على جواز بيع المزايدة وهو البيع على الصفة التي فعلها النبي صلى اللّه عليه وآله وسلم كما سلف وحكى البخاري عن عطاء أنه قال أدركت الناس لا يرون بأسا في بيع المغانم فيمن يزيد ووصله ابن أبي شيبة ن عطاء ومجاهد وروى هو وسعيد بن منصور عن مجاهد قال لا بأس بيع من يزيد وكذلك كانت تباع الأخماس‏.‏ وقال الترمذي عقب حديث أنس المذكور والعمل على هذا عند بعض أهل العلم لم يروا بأسا ببيع من يزيد في الغنائم والمواريث‏.‏ قالابن العربي لا معنى للاختصاص الجواز بالغنيمة والميراث فإن الباب واحد والمعنى مشترك اه ولعلهم جعلوا تلك الزيادة التي زادها ابن خزيمة وابن الجارود والدارقطني قيدا لحديث أنس المذكور ولكن لم ينقل أن الرجل الذي باع عنه صلى اللّه عليه وآله وسلم القدح والحلس كانا معه من ميراث أو غنيمة فالظاهر الجواز مطلقا أما لذلك وأما لإلحاق غيرهما بهما ويكون ذكرهما خارجا مخرج الغالب لأنهما الغالب على ما كانوا يعتادون البيع فيه مزايدة وممن قال باختصاص الجواز بهما الأوزاعي وإسحاق وروى عن النخعي أنه كره بيع المزايدة واحتج بحديث جابر الثابت في الصحيح أنه صلى اللّه عليه وآله وسلم قال في مدبر ‏(‏من يشتريه منى فاشتراه نعيم ابن عبد اللّه بثمانمائة درهم‏)‏ واعترضه الإسماعيلي فقال ليس في قصة لمدبر بيع المزايدة فإن بيع المزايدة أن يعطي به واحد ثمنا ثم يعطي به غيره زيادة عليه نعم يمكن الاستدلال بما أخرجه البزار من حديث سفيان بن وهب قال ‏(‏ سمعت النبي صلى اللّه عليه وآله وسلم ينهى عن بيع المزايدة‏)‏ ولكن في إسناده ابن هليعة وهو ضعيف‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rujuk: http://www.al-eman.com/Islamlib/viewchp.asp?BID=253&amp;amp;CID=103#s3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link tambahan:&lt;br /&gt;http://www.islamonline.net/fatwa/arabic/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=11420&lt;br /&gt;http://www.islamonline.net/fatwa/arabic/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=33268&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3505183271680540879?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3505183271680540879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/sorok-barang-dan-hukum-jual-lelong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3505183271680540879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3505183271680540879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/sorok-barang-dan-hukum-jual-lelong.html' title='Sorok barang dan hukum jual lelong'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-8678855495949225081</id><published>2009-02-03T16:41:00.008+08:00</published><updated>2009-02-03T16:44:01.446+08:00</updated><title type='text'>Tukar Duit Kertas Usang Dgn Duit Baru Untuk Raya</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kedatangan Hari Raya baru2 ni, ada org2 yg tertentu menawarkan kpd org ramai untuk menukar duit raya yg baru seringgit-seringgit, lima ringgit-lima ringgit dsb dengan wang kertas yg lama untuk dihadiahkan kepada anak-anak buah pada hari raya nanti. apa yg menjadi kemusykilan di sini adalah, contohnya jika seseorang menukarkan duit 100rm lama/buruk dia hanya mendapat pertukaran kurang drp 100rm seperti 97 rm atau 98 rm sahaja wang kertas baru atas dasar org berkenaan mengambil upah kerana dia bersusah payah menyediakan wang2 kertas baru tersebut. Ramai jugaklah org yg melakukan pertukaran macam ni. kalau pergi ke bank mesti dapat 100rm juga wang kertas baru kalau tukar dgn 100rm wang kertas lama. Cuma masalahnya, masa dekat2 raya baru ni, bank2 terlalu sesak dengan org ramai, terpaksa beratur panjang2. maka untuk mengambil jalan mudah , ramailah yg melakukan pertukaran cara macam tadi: 100rm duit lama= 97/98 rm duit kertas baru. adakah berlaku riba dalam urusan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdri Nieta75 dengan kadar kemampuan yang ada, walaupun jawapan ini agak terlewat. Kami mohon kema'afan diatas kelewatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merujuk kembali hadith-hadith yang membatas pertukaran diantara barangan yang sama :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi saw :-&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الذهب بالذهب والفضة بالفضة مثلاً بمثل سواء بسواء يد بيد ... ، فإذا اختلفت هذه الأصناف فبيعوا كيف شئتم إذا كان يداً بيد&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Emas untuk emas, perak untuk perak, contoh ini untuk ini, barangan yang sama untuk yang sama, tangan untuk tangan. Jika ia merupakan pertukaran barangan ini untuk barangan lain, maka jual lah ikut kamu, asalkan ia bertukar tangan kepada tangan"- [Hadith Riwayat Muslim #1538]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi saw didalam hadith yang lain; riwayat datang dari 2 sahih dan lain-lain mengenai cerita Bilal ra:-&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;جاء إلى النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بتمر جيد ، فقال له من أين هذا ؟ قال بلال : كان عندنا تمر رديء فبعت منه صاعين بصاع ليطعم النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فقال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( أوّه ، لا تفعل . عين الربا ، عين الربا&lt;/span&gt; )&lt;/div&gt;"telah datang dia (Bilal ra) kepada Nabi saw dengan membawa tamar/kurma yang baik dan baginda bersabda :'Dari mana datang benda ini?'. Bilal menjawab :'Kita ada beberapa kurma rosak dan saya membayar 2 saa' untuk 1 saa' agar Nabi saw dapat juga makanan tersebut', Maka Rasulullah saw bersabda :'Ohh! Jangan lakukan begitu, ini adalah pati riba, ia pati riba'." - [hadith riwayat al-Bukaari #3212].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadith diatas :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Didalam Fiqh al-Sarf (pertukaran matawang) , pertukaran matawang yang sama (mungkin kepada denominasi yang berlainan) hanya boleh berlaku dengan jumlah yang sama (tidak boleh kurang atau lebih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Berdasarkan hadith diatas, matawang yang berbeza (contohnya dari Ringgit ke Rupiah), boleh berlaku perbezaan pada nilai, kerana ia merupakan dua matawang yang berlainan (seperti 2 barangan yang berbeza).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Perlaksanaan pertukuran matawang hendaklah dilakukan pada pada masa yang sama (semasa kontrak) sepertimana yang disebut yadan bi yad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eloklah sdri nieta75 melakukan pertukaran matawang lama tadi di Bank untuk mendapatkan nilaian yang sama, bagi mengelakkan riba yang dimaksudkan dari hadith kisah Bilal ra. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-8678855495949225081?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/8678855495949225081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/tukar-duit-kertas-usang-dgn-duit-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8678855495949225081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8678855495949225081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/tukar-duit-kertas-usang-dgn-duit-baru.html' title='Tukar Duit Kertas Usang Dgn Duit Baru Untuk Raya'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-2132871643248663242</id><published>2009-02-03T16:37:00.006+08:00</published><updated>2009-02-03T16:41:14.866+08:00</updated><title type='text'>Penggurup Wang</title><content type='html'>assalamualikum wrt wbt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimanakah agaknya operasi bisnes pengurupan wang dijalankan? tukar duit dgn duit. bukankah ada larangan nabi tentang perkara ni? tidakkah ia melibatkan riba bila wang di tukarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr ska dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi saw :-&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الذهب بالذهب والفضة بالفضة مثلاً بمثل سواء بسواء يد بيد ... ، فإذا اختلفت هذه الأصناف فبيعوا كيف شئتم إذا كان يداً بيد&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Emas untuk emas, perak untuk perak, contoh ini untuk ini, barangan yang sama untuk yang sama, tangan untuk tangan. Jika ia merupakan pertukaran barangan ini untuk barangan lain, maka jual lah ikut kamu, asalkan ia bertukar tangan kepada tangan"- [Hadith Riwayat Muslim #1538]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi saw didalam hadith yang lain; riwayat datang dari 2 sahih dan lain-lain mengenai cerita Bilal ra:-&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;جاء إلى النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بتمر جيد ، فقال له من أين هذا ؟ قال بلال : كان عندنا تمر رديء فبعت منه صاعين بصاع ليطعم النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فقال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( أوّه ، لا تفعل . عين الربا ، عين الربا&lt;/span&gt; )&lt;/div&gt;"telah datang dia (Bilal ra) kepada Nabi saw dengan membawa tamar/kurma yang baik dan baginda bersabda :'Dari mana datang benda ini?'. Bilal menjawab :'Kita ada beberapa kurma rosak dan saya membayar 2 saa' untuk 1 saa' agar Nabi saw dapat juga makanan tersebut', Maka Rasulullah saw bersabda :'Ohh! Jangan lakukan begitu, ini adalah pati riba, ia pati riba'." - [hadith riwayat al-Bukaari #3212].&lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadith diatas, maka timbullah berapa syarat didalam Fiqh Al-Sarf atau Fekah pertukaran wang. Syarat utamanya ialah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika anda menukar denominasi yang besar kepada yang kecil bagi matawang yang sama (contoh : RM100.00 kepad 1RM), jumlahnya mestilah sama (tidak boleh kurang atau lebih). Jika matawang tersebut berbeza (Ringgit kepada Riyal), nilainya tidak semesti sama, kerana ia dua benda yang berbeza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pertukaran mesti berlaku pada masa itu juga; dengan kata lain pertukaran dua jenis matawang dilakukan pada masa kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Ini bermakna sebagai contoh menukar duit dari Ringgit ke Riyal boleh dilakukan keatas mana-mana harga yang dipersetujui selama-mana tidak melibatkan penipuan atau perbezaan yang jauh dari harga pasaran. Kerajaan akan menetapkan harga pasaran, akan tetapi transaksi boleh berlaku tanpa melalui bank pusat dengan harga yang mempunyai sedikit kelainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Penerimaa wang yang ditukar itu mestilah berlaku pada masa itu. Tidak boleh melewatkan pertukaran. Konsep ini dinamakan yadan bi yad (pertukaran tangan dengan tangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Tidak boleh berdagang hanya dengan margin (contohnya : membayar 10% dari jumlah bayaran sementara lebihan akan dideposit didalam bank kemudian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;Disini kami paparkan petikan fatwa dari Lajnah Daaimah Arab Saudi (Lembaga Tetap Fatwa Arab Saudi) mengenai pertukaran matawang :-&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;يجوز تحويل الورق النقدي لدولة إلى ورق نقدي لدولة أخرى ، ولو تفاوت العوضان في القدر ؛ لاختلاف الجنس ، كما في المثال المذكور في السؤال ، لكن بشرط التقابض في المجلس ، وقبض الشيك أو ورقة الحوالة حكمه حكم القبض في المجلس&lt;/span&gt; .&lt;/div&gt;"Dibenarkan pertukaran wang kertas sesuatu matawang kepada wang kertas matawang yang lain, walaupun terdapat nilai yang berlainan, kerana ianya dua jenis matawang yang berbeza, seperti contoh yang disebut didalam soalan (aiitu wang Sudan kepada Riyal). Ia ialah dengan syarat pertukaran tersebut berlaku didalam satu kali duduk (on sitting). Cek dan kiriman wang dikira sebagai pertukaran yang berlaku sekali duduk (pada masa itu juga)".&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pertukaran matawang menepati syarat diatas, maka Islam membolehkannya. Lagipun jika kita lihat di bandar Mekah dan Madinah, banyak juga terdapat pengurup-pengurup matawang menjalankan perniagaan mereka bersebelahan dengan masjid dan ia tidak dilarang. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-2132871643248663242?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/2132871643248663242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/penggurup-wang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/2132871643248663242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/2132871643248663242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/penggurup-wang.html' title='Penggurup Wang'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-7863060959627607495</id><published>2009-02-03T16:35:00.004+08:00</published><updated>2009-02-03T16:37:54.015+08:00</updated><title type='text'>eZakat</title><content type='html'>assalamu'alay-kum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;skrang ni.. negara kita memperkenalkan sistem E-ZAKAT.. jadi..sejauh mana ISLAM melihat perkembangan ini ? adakah ia dibenarkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bgmana dgn kaedah asal, di mana ZAKAT hendaklah dibuat dgn lafaz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mohon penjelasan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan sdr VHoutenJr dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam melihat penggunaan ICT didalam kerja-kerja Islam merupakan satu perkembangan yang baik. ICT sekurang-kurangnya dapat memudahkan kerja-kerja Islam terutamanya didalam sistem kutipan zakat. Pusat Zakat Selangor seumpamanya telah melaksanakan keadah e-Zakat ini melalui Laman Webnya e-zakat (http://www.e-zakat.com.my). Pendekatan yang baik dapat kita lihat dewasa ini dengan adanya kaedah membayar bill dengan menggunakana internet, seperti perkhidmatan maybank2u.com.my. Ia mengabungkan diantara pembayar yang mempunyai akaun dengan bank dan juga penerima kutipan bill yang juga mempunyai akaun dengan bank tersebut; seterusnya berlakulah transaksi dengan kadar yang pantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Kaedah asal (menyatakan lafaz zakat) yang sdr VHoutenJr nyatakan diatas bukanlah wajib; malah menurut Dr Wahabah al-Zuhaili - "Ulama' Syafie mengatakan wajib NIAT didalam hati dan tidak disyaratkan melafazkannya. Oleh itu orang yang mengeluarkan zakat hendahlah berniat - Inilah zakat hartaKu." . Begitu juga dengan mazhab Hanbali meletakkan Niat di hati sebagai syarat wajib berzakat. Jadi apa yang penting ketika menggunakan laman e-Zakat tersebut, semasa menekan butang proses hendaklah disertakan dengan niat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Penentu sahnya pemberian zakat ialah disyaratkan "memberi milik", iaitu dengan diberi kepada mereka yang berhak menerimanya. Hendaklah dipastikan bahawa pihak yang mengendalikan e-Zakat juga merupakan pihak yang berhak menerima dan mengagihkan zakat, bukannya pihak bogus (menyamar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, kaedah menunaikan zakat dengan menggunakan internet kepada pihak yang sah menerima zakat merupakan satu fenomena yang baik didalam menggalakkan umat Islam di Malaysia berzakat. Memecahkan fikiran-fikiran lama yang mewajibkan ijab dan qabul (diganti dengan niat sahaja) semasa menunaikan zakat dan membenar wang digunakan sebagai ganti nilai harta yang wajib di zakat, dapat merealisasikan lagi peranan internet didalam insituisi zakat. WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;br /&gt;===========&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rujukan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dr. Wahbah Zuhaily. &lt;i&gt;Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu - 2&lt;/i&gt;. (Cetakan ke 3). Beirut : Dar Al-Fikr, 1989. ms 750 - 752.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-7863060959627607495?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/7863060959627607495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/ezakat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7863060959627607495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7863060959627607495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/ezakat.html' title='eZakat'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-2527393512432624548</id><published>2009-02-03T16:29:00.009+08:00</published><updated>2009-02-03T16:35:34.903+08:00</updated><title type='text'>Beri 10% Hasil Keuntungan</title><content type='html'>Saya seorang peniaga. Baru-baru ini memerlukan bantuan RM 20,000 untuk membeli mesin sulam. Jika saya ingin meminjam dengan seseorang dengan membuat perjanjian seperti ini " Insyallah saya akan jelaskan hutang saya dengan membayar RM 500 hingga RM 1000 sebulan. Dan hasil dari business sulam itu saya bercadang untuk beri 10% keuntungan pada dia sehinggalah hutang saya selesai". 10% itu saya harap akan diberi bantuan kewangan tersebut. Adakah saguhati atau join venture agreement itu riba? Bunyinya macam - bagi RM 20,000 dapat 10% keuntungan hasil jualan dari mesin sulam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;ziy@d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dlm fiqh muamalat, ada 2 dimensi di sini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Qiradh (&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;قرض&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Al-Qardhul Hassan (&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;القرض الحسن&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qirad/Mudharabah (pemberian modal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qirad (قرض) sebutan bagi ahli hijaz (mekah dan madinah). Ahli iraq menyebut Mudharabah. Qirad dari segi lughawi membawa maksud putus. Dari segi syarak:&lt;br /&gt;"aqad penyerahan harta kpd seseorang utk berdagang (berurusniaga) dgn untung diterima bersama dan rugi ditanggung bersama. Aqad ini adalah suatu bentuk perkongsian dan hampir sama dgn aqad syirkah. Namun ia berbeza sedikit dgn aqad syirkah dari segi modal perkongsian. Modal yg dikongsi adalah wang dan usaha. Aqad qirad wang bagi satu pihak dan usaha bagi satu pihak yg lain. Wang tersebut akan digunakan oleh pengusaha dlm perniagaan utk tujuan bagi mendapatkan keuntungan. Keuntungan akan dikongsi bersama di antara pengusaha dan pemodal. Begitu juga dgn kerugian. Pemodal menanggung kerugian wang dan pengusaha menanggung penat lelah dan kerugian masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun qirad/mudharabah ada 5 perkara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harta&lt;br /&gt;2. Pengusaha/amil&lt;br /&gt;3. Keuntungan&lt;br /&gt;4. Sighah/lafaz&lt;br /&gt;5. ijab dan qabul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qirad mempunyai 4 syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Modalnya merupakan dlm bentuk matawang&lt;br /&gt;2. Pemilik modal memberi izin secara mutlak kpd amil dlm bertasarruf atau dlm barang2 yg ghalibnya tidak terputus wujudnya (selalu ada).&lt;br /&gt;3. Pemilik modal harus memberi syarat (menjanjikan) kpd amil utk memberi bahagian tertentu dari keuntungan&lt;br /&gt;4. Dan qirad itu tidak boleh dibatasi dgn waktu, dan tidak wajib mengganti kerugian bagi amil kecuali kerana kelalaian atau kecuaian. Bila terjadi keuntungan dan kerugian, maka kerugian itu ditutup dgn keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil:&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;ثلاثة فيهن البركة: البيع إلي أجل والمقارضة واختلاط البر بالشعير لا للبيع (رواه ابن ماجه&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi S.A.W bersabda: “3 usaha yg ada berkatnya ialah jual beli dgn waktu tenggang (tidak sorek), bermudharabah (berbahagi keuntungan dan kerugian) dan mencampur antara gandum dgn gandum tidak utk berdagang.” (riwayat ibn majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala Al-Qardhul Hassan (&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;القرض الحسن&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;) merujuk kpd pinjaman yg diberikan kpd seseorang, kmdn si peminjam membayar kembali jumlah pinjamannya itu tanpa faedah atau pulangan lebihan atau kurang dlm bentuk rugi atau untung. ttp sekiranya wang saguhati disertakan sbg token kpd orang yg memberi pinjaman. Ia tidak dikira riba sekiranya ia tidak diletakkan sbg syarat. Ia harus dilakukan secara sukarela oleh si peminjam. Ini disebut dlm al-muwaththa’ dari Jabir bin Abdullah R.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;Asas-asas muamalat dlm Islam, Muhammad Su'ud.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-2527393512432624548?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/2527393512432624548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/beri-10-hasil-keuntungan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/2527393512432624548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/2527393512432624548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/beri-10-hasil-keuntungan.html' title='Beri 10% Hasil Keuntungan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-7940952034960291863</id><published>2009-02-02T23:33:00.005+08:00</published><updated>2009-02-02T23:36:07.643+08:00</updated><title type='text'>Zakat Pendapatan</title><content type='html'>A'kum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon penjelasan mengenai hukum zakat pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waalikumsalam&lt;br /&gt;terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************&lt;br /&gt;ziy@d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya paste tulisan THTL mengenai zakat pendapatan. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Zakat Maal alMustafad itu thabit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat yg thabit dgn nas yg jelas ialah zakat emas, harta perniagaan, pertanian dan ternakan. Manakala zakat pendapatan (yg saya dapat faham dari soalan ini) ialah zakat Mal alMustafad yg diperkenalkan (istilahnya) oleh Dr alQaradawi dalam tesis PhDnya sebagai 'Maal alMustafad' yg bermaksud harta perolehan/pendapatan yg meliputi gaji, upah, imbuhan, bonus, honorary, pencen, subsidi dan ganjaran (fringe-benefits), dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat Mal Mustafad ini adalah produk ijtihad dan kita akan bahaskan samada zakat ini thabit dan wajar diwajibkan kepada umat Islam hari ini (Fiqh Zakah, 490). Ia sebenarnya berasal dari Syaikh Muhammad alGhazali rh (Syaikh Muhammad alGhazali, alIslam wal Audho' al Iqtisyodiyah, ms 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita lihat bagaimana Dr Qardhawi membuat istinbat dan akhirnya berijtihad Zakat Pendapatan Penggajian dan upah para pegawai ini diwajibkan zakat. Dalil1 Naqli: a. AQ 2: 267 (Wahai orang2 beriman, belanjakanlah sebahagian daripada hasil usaha kamu yg baik-baik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alImam asySyuyuty (alItqaan) berpendapat al kasb dalam ayat ini menurut bahasa ialah mencari/mengumpul harta atau wang utk membiayai sara hidup diri dan keluarga, melunas hutang dan simpanan) Inilah juga pendapat Ibn Katheer, alBidayah:13/54; alSyaibani, alIktisab,:57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madzhab Syafi'iy menetapkan ayat ini bukan ada kewajiban zakat cuma infaq dan sedeqah sunat sahaja (maka tindakan anda itu menepati tarjeeh asySyafi'iyah), manakala madzhab Imam Abu Hanifah mentafsirkan ayat ini sebagai kewajiban Zakat bagi semua punca pendapatan. Jadi idea zakat pendapatan ini dipelopori oleh madzhab ahli ra'yi di Kufah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. AQ 9: 103 (Ambillah zakat dari sebahagian harta mereka dgn zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlDardir, syarh alkabeer:1/461; alQardhawi: Fiqh-Zakah/489 mentafsirkan ayat ini fiqh almaqosid atau illat zakat bukan merugikan pembayar zakat, malah berfungsi mengembangkan harta itu secara semulajadi disamping mensucikan jiwa2 mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. 2: 254; 8: 03&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber kedua: asSunnah, athar dan sunnah Khulafa' almuslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assunah banyak sekali dan kalimah umum yg digunakan oleh asSunnah ialah 'AGHNIYA' (kekayaan) dan AMWAL (harta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya HR Imam Abu Isa atTermidzi," Tidak akan kurang sesuatu harta disebabkan zakat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Athar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama mewajibkan zakat mustafad ialah Amir Mu'awiyah bin Abu Sufyan ra (alMuwatta'/168); diperluaskan di zaman Khalifah rasyad Umar bin Abdel Aziz ra (Subulus Salam:4/78); juga fatwa Ibn Abbas ra (Subulus Salam, ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil QIAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teras zakat menurut AQ dan asSunnah ialah harta (amwal) dan kekayaan (aghniya'), maka pendapatan kaum professional yg lebih tinggi pendapatannya dari petani sudah tentu wajar sekali dikenakan zakat. Tujuannya utk membersihkan harta dan pemilik harta itu. Alangkah tidak kena sekali, petani padi dizakatkan, golongan korporat dan yg bergaji besar dilepaskan!! Firman Allah SWT (Mereka bertanya kepadamu tentang apa yg mereka nafkahkan? Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan") AQ 2:219 Zaman silam, sektor pertanian dan ternakan adalah sektor yg menjadi tonggak ekonomi negara dan masyarakat, tapi kini sektor lain (pembuatan, perkilangan, servis, komunikasi, IT, pengangkutan, pelancungan) yg menjadi teras ekonomi, maka sudah tentu zakat beredar dan menganjalkan hukumnya utk memberi makna keanjalan fiqih Islami terhadap perubahan zaman, masa dan realiti. (Qardhawi, FZ, ibid)&lt;br /&gt;Malaysia menerimapakai Zakat Mal alMustafad pada pindaan Akta Cukai Pendapatan 1967 (Akta Bil 05) Tahun 1967: Seksyen 6A (3). Akta ini akan dipinda lagi bagi mewajibkan kepada semua orang Islam yg bergaji dan cukup syarat2nya bila diluluskan dan diwartakan kelak. Baitul Mal Wilayah Persekutuan (sekarang PPZ) adalah badan pertama yg diwartakan utk memungut cukai pendapatan mustafad secara sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup: Walaupun madzhab ahli Hadis dan Salafiyah menolak zakat mal almustafad (dan menetapkan hanya sedeqah sunat dan Infaq sahaja), tapi majma' fiqih sedunia menerimapakai Fiqh Hanafi yg diperkemaskan oleh Tesis Dr Qardhawi utk mewajibkan zakat Mal alMustafad (gaji dan upah). Hujah Dr Qardhawi adalah kuat dan disandarkan kpd Fiqh alMaqosid (ruh syara') dan Fiqh alWaqe'(Realitas fiqh yg anjal). Malaysia menerimapakai qarar (keputusan) ini sejak 1967. Allah knows best. Tamat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-7940952034960291863?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/7940952034960291863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-pendapatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7940952034960291863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7940952034960291863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/zakat-pendapatan.html' title='Zakat Pendapatan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4429389851074447217</id><published>2009-02-02T23:31:00.006+08:00</published><updated>2009-02-02T23:33:46.278+08:00</updated><title type='text'>Takaful vs Konvensional</title><content type='html'>assalamu'alay-kum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ana kurang jelas perbezaan antara kedua² sistem tu.. bgmana ISLAM melihat sistem kedua sistem ini... dan yg pasti.. ana juga ingin tahu... sejauh HUKUM nya sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************&lt;br /&gt;ziy@d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya cuma akan memberi perbezaan yg ringkas sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip takaful diasaskan berdasarkan prinsip al-`aqilah yg diamalkan oleh kabilah2 arab. Adalah menjadi kebiasaan bangsa arab sekiranya ahli keluarga kabilah terbunuh oleh dek kabilah lain, pewarisnya akan diberi bayaran sbg pampas an oleh ahli keluarga pembunuh terdekat. Ahli keluarga terdekat pembunuh itu dinamakan Aqilah, dimana mereka diwajibkan membayar wang diyat mewakili pembunuh. Ini disebut dlm sahih bukhari mengenai 2 orang wanita dari kabilahh Huzail:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;‏ ‏حدثنا ‏ ‏أحمد بن صالح ‏ ‏حدثنا ‏ ‏ابن وهب ‏ ‏حدثنا ‏ ‏يونس ‏ ‏عن ‏ ‏ابن شهاب ‏ ‏عن ‏ ‏ابن المسيب ‏ ‏وأبي سلمة بن عبد الرحمن ‏ ‏أن ‏ ‏أبا هريرة ‏ ‏رضي الله عنه ‏ ‏قال ‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;‏اقتتلت امرأتان من ‏‏ هذيل ‏ ‏فرمت إحداهما الأخرى بحجر فقتلتها وما في بطنها فاختصموا إلى النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فقضى أن ‏ ‏دية ‏ ‏جنينها ‏ ‏غرة ‏ ‏عبد أو وليدة وقضى أن دية المرأة على ‏ ‏عاقلتها ‏&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahawa beliau berkata, “suatu ketika 2 orang wanita dari Kabilah Huzail telah bersengketa di mana salah seorang mereka telah memukul satu pihak dgn batu yg telah menyebabkan kematian kpdnya dan janin di dlm perut. Pewaris telah membawa perkara ini kpd Rasulullah S.A.W utk diadili dan rasulullah S.A.W memberikan hukuman bahawa pampasan utk kematian janin itu ialah membebaskan hamba lelaki atau perempuan, manakala utk pampasan utk wanita yg terbunuh itu ialah membayar diyat, yg mana ia perlu dibayar oleh pihak `aqilah tertuduh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Saidina Umar Al-Khattab, beliau telah memerintah diwan al-mujahidin ditubuhkan di pelusuk daerah yg mana mereka yg menceburi bidang jihad nama mereka dicatat dan mereka dikehendaki memberi kerjasama utk menyumbang wang diyat bagi pertumpahan darah yg dilakukan oleh seseorang daripada kabilah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah asal usul takaful. Manakala sejarah insurance pula bermula pada zaman Babylon lagi yakni tahun 3,000 sebelum masihi. Ia termaktub dlm kod Hammurabi. Ia dikenali sbg Contract of Bottomdry. Asas2 contract ini ialah wang atau barangan didahulukan kpd peniaga utk tujuan perniagaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Malaysia, insurance tertakhluk kpd Akta Insurans 1996 (akta sebelumnya pada 1963) yg dikawalselia oleh Bank Negara. Manakala takaful tertakhluk kpd Akta Takaful 1984.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbezaan takaful dan insurance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. subject matter dlm takaful tertakhluk kpd prinsip syariah. Ttp did lm insurance ia tertakhluk kpd undang2 sivil, i.e: peruntukan perlembagaan&lt;br /&gt;2. Penama dlm takaful hanya sbg pemegang amanah bukannya hak mutlak. Ttp dlm insurance penama hak mutlak utk menerima manfaat daripada policy.&lt;br /&gt;3. Penerima manfaat dlm takaful berhak membuat tuntutan berdasarkan prinsip al-mudharabah. Penerima manfaat berhal membuat tuntutan amaun sepenuhnya yg disebut dlm policy.&lt;br /&gt;4. Kes bunuh diri atau kematian akibat jenayah tidaklah menjadi asas kpd operator takaful utk menolak tuntutan. Ttp dlm insurance, bunuh diri membatalkan sebarang tuntutan oleh penerima manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sekadar perbezaan yg ringkas ini. Sungguhpun begitu, banyak lagi perbezaan2 lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4429389851074447217?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4429389851074447217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/takaful-vs-konvensional.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4429389851074447217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4429389851074447217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/takaful-vs-konvensional.html' title='Takaful vs Konvensional'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-5633571144126567241</id><published>2009-02-02T23:29:00.004+08:00</published><updated>2009-02-02T23:31:18.698+08:00</updated><title type='text'>Waktu bekerja dan wang gaji</title><content type='html'>Assalamua'laykum, saya merupakan seorang pekerja di sebuah kilang di sini dan saya mengalami sedikit kebuntuan dan saya rasa ini mungkin bukan sahaja di kilang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Contohnya saya bekerja untuk 6 jam sehari, di takdirkan untuk beberapa hari di tempar kerja tiada apa yang perlu di lakukan, jadi saya pun pergi ke masjid berdekatan untuk membaca buku dan lain-lain hal sewaktu menanti kerja yang yang di buat available. Adakah wajar tindakan saya dan adakah wang yang saya terima semasa tiada di tempat kerja itu halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;zain-ys&lt;br /&gt;Founder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, inilah jawapannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rehatnya" sdra adalah atas kehendak kerja dan kehendak majikan. Di mana proses menunggu tugasan yg mendatang dianggap sebagai bekerja juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Kita ditugaskan oleh majikan ke suatu tempat dengan menaiki bas awam. Sudah tentu kita perlu menunggu bas. Ketika menunggu bas, ada masa terluang, kita isi dengan membaca dsbnya. Di dalam bas ada masa terluang. Kita isi dengan membaca. Rehatnya kita sewaktu menunggu bas atau di dalam bas yg mungkin memakan masa tidaklah dianggap sebagai rehat, tetapi bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berbeza dengan ponteng atau "mencuri" waktu bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengisi masa lapang dengan sesuatu yang berfaedah, apatah lagi jika ia sesuatu yang dapat membina keimanan, syakhsiah dsbnya sudah tentu digalakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, semoga bermanfaat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-5633571144126567241?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/5633571144126567241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/waktu-bekerja-dan-wang-gaji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5633571144126567241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5633571144126567241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/waktu-bekerja-dan-wang-gaji.html' title='Waktu bekerja dan wang gaji'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-7712655551415432681</id><published>2009-02-02T23:24:00.008+08:00</published><updated>2009-02-02T23:29:29.915+08:00</updated><title type='text'>Konsep Hibah</title><content type='html'>Assalamualaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru saya menjumpai iklan bcb trustee mengenai hibah harta.Bolehkah ustaz jelaskan tentang Konsep hibah harta?Apakah syarat-syaratnya?apakah perkaitan konsep ini dengan Faraid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;ziy@d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian secara umum disebut Hibah. Hibah secara khususnya merujuk kepada pemberian kepada seseorang tanpa balasanJika pemberian tersebut diberikan dengan niat mengeratkan silatur rahim atau persahabatan maka ia disebut hadiah. Jika pemberian bertujuan atau mengharapkan balasan Pahala dan keredhaan Allah ianya dipanggil sedeqah. Pemberian atau perlepasan hutang kepada seseorang dipanggil ibraa`. Pemberian yang di sandarkan atau dikaitkan atau diserahkam pemilikan sesudah mati maka disebut wasiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hibah mengikut istilahnya ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian harta milik seseorang kepada orang lain semasa hidup,tanpa adanya imbalan(balasan). (Rujuk Fiqh al-Sunnah Juz 14/169, al-Mughni al-Muhtaj, Juz 3/376)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya seseorang itu memeberikan hartanya kepada orang lain untuk dimanfaatkan sahaja tanpa pemilikan,maka hal sedemikian disebut i`aarah(pinjaman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum hibah adalah sunat, ia merupakan satu kebajikan dan amalan yang baik sesuai dengan Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;و تعاونوا علي البر و التقوي ( 2:المائده&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bertolong-tolonganlah kamu di atas perkara kebaikan dan taqwa." (surah al-maidah: ayat 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w:&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;تهادوا تحابوا رواه البخاري&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Saling memberi hadiahlah,nescaya kamu saling menyayangi." (riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Hibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang memberi hibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang menerima hibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Benda yang dihibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sighah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala faraidh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan &lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;فرائض&lt;/span&gt; adalah jamak dari &lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;فريضه &lt;/span&gt;.Dari segi bahasa mempunyai pengertian yang banyak; menentukan, memastikan, menurunkan, menerangkan, menghalalkan, mewajibkan dan lain-lain lagi. (Rujuk Lisan al-Arab 5:3387 dan al-Mufradat Fi Ghara'ib al-Quran 376)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Istilahnya: Faraid adalah bahagian-bahagian yang telah ditetapkan oleh syara` bagi ahli waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai satu bidang ilmu, faraid merupakan ilmu mengenai cara pembahagian harta pusaka yang ditinggalkan oleh seseorang yang meninggal dunia kepada orang-orang yang berhak menerimanya. (al-Mughni al-Muhtaj)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab oleh: Tytsezh&lt;br /&gt;Diedit oleh: Ziy@d&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-7712655551415432681?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/7712655551415432681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/konsep-hibah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7712655551415432681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7712655551415432681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/konsep-hibah.html' title='Konsep Hibah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-7097314675454522757</id><published>2009-02-02T23:22:00.003+08:00</published><updated>2009-02-02T23:23:54.160+08:00</updated><title type='text'>Qiradh</title><content type='html'>ustaz,saya ada beberapa soalan ....apakah maksud hutang piutang menurut islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.apakah dalil-dalil dari alquran ,hadis ,ijmak mengenai hutang piutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.apakah waktu dalm qirad itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************&lt;br /&gt;g@y@t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soalan sdr ini cukup luas utk dibahaskan. Al-ahkam ditubuhkan utk meleraikan kekeliruan melalui persoalan yg mungkin mengelirukan sdr. amat sukar utk kami menjawab soalan berupa kuliah. Oleh itu, saya akan cuba menjawab secara ringkas shj. insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiradh dari segi bahasa ialah potongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Qiradh dari segi syara' bermaksud harta yg diberikan seseorang pemberi Qiradh kpd org yg diqiradhkan utk dia memberikannya setelah mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunat memberikan pinjaman berdasarkan dalil berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak. (QS. 57:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra bhw Nabi saw bersabda, "Siapa yg memberikan keluangan terhadap org miskin dari duka dan kabut dunia, Allah akan meluangkannya dari duka dan kabut hari kiamat. Dan siapa yg memudahkan kesibukan seseorang, allah akan memberikannya kemudahan dunia dan akhirat. dan Allah selalu menolong hamabaNya selama hambaNya menolong saudaranya.[HR Muslim, Abu Daud dan at-Tirmidzi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn Mas'ud ra, bhw Rasulullah saw bersabda, "Tiada seorang muslim yg mengqiradhkan hartanya kpd org muslim sebyk 2 kali, kcuali perbuatannya spt sedekah satu kali."[HR Ibn Majah dan Ibn Hibban]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiradh yg ditentukan waktunya sampai waktu tertentu dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik berkata, boleh mensyaratkan waktu, dan syarat harus dilaksanakan. Apabila qiradh ditentukan waktunya pada batasan waktu tertentu, ia (pemberi qiradh) tidak berhak menuntut sbm masanya tiba, berdalilkan kpd firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah dia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Rabbnya, dan janganlah dia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 2:282)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiqhus sunnah&lt;br /&gt;Sheikh Sayyid Sabiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minhaj al-Muslim&lt;br /&gt;Sheikh abu Bakr al-Jaza'iry&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-7097314675454522757?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/7097314675454522757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/qiradh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7097314675454522757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7097314675454522757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/qiradh.html' title='Qiradh'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3644849184595859551</id><published>2009-02-02T23:20:00.006+08:00</published><updated>2009-02-02T23:21:44.578+08:00</updated><title type='text'>Lanjutan Skim ESOS</title><content type='html'>Asalamualaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kepada jawapan yang diberikan, tetapi saya memerlukan penjelasan lanjut mengenai persoalan yg dikemukakann.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote "Kalau saya bercadang untuk mengambilnya adakah zakat dikenakan jika terdapat keuntungan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud saya begini, saya tidak bercadang utk memegang lama pegangan saham tersebut, saya hanya ingin membuat untung dimana saya akan menjual semua setelah saham itu tersenarai contohnya selepas sebulan. Keuntungan yg saya perolehi itu saya bercadang untuk mendermakan sebahagiannya kepada untuk penggunaan org ramai contohnya jambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah perkara ini dibenarkan oleh agama? Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab persoalan ESOS sdr Hasry dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertimana yang dinyatakan didalam Jawapan SJ-11-0004, perniagaan Insuran komersial ada melibatkan Riba, Perjudian dan Gharar, maka sudah tentu memiliki sahamnya secara jangka panjang atau jangka pendek, hukumnya tetap sama. Sama seperti mereka yang menjalankan perniagaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini saya memetik kenyataan yang dikeluarkan oleh Majlis Fiqh Islam, Liga Muslim SeDunia pada tahun 1986 :-&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;كل مال جاء عن طريق الفوائد الربوية هو مال حرام شرعا ، لا يجوز أن ينتفع به المسلم ، مودِع المال لنفسه أو لأحد ممن يعوله في أي شأن من شؤونه . ويجب أن يصرف في المصالح العامة للمسلمين ، من مدارس ومستشفيات وغيرها . وليس هذا من باب الصدقة وإنما هو من باب التطهر من الحرام&lt;/span&gt; .&lt;/div&gt;"Setiap harta/wang yang datang dari sumber riba ialah pendapatan yang haram menurut syariah. Tidak dibenarkan untuk orang Islam mengunakannya, samada ia menyimpankan duit itu untuk dirinya atau keum-kerluaganya, untuk semua hal-ehwal mereka. Dia hendaklah membuangnya dengan cara melakukan projek kebajikan yang boleh menunafaatkan orang-orang Islam, seperti sekolah, hospital dsb. Ini bukan datang dari bab kebajikan, malah ia datang didalam bab membersihkan harta dari unsur-unsur haram"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan dari keuntungan yang tidak halal tidak boleh dibayar zakat, malah jika dilihat pada keputusan Majlis Fiqh Islam, kesemua wang keuntungan tersebut hendaklah disalurkan kearah projek kebajikan orang Islam dan kita tidak boleh menggunakan sedikit pun darinya. Perkara ini tidak dibenarkan oleh agama, dan ia bukanlah didalam perkara kebajikan. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3644849184595859551?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3644849184595859551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/lanjutan-skim-esos.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3644849184595859551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3644849184595859551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/lanjutan-skim-esos.html' title='Lanjutan Skim ESOS'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4202628069664799084</id><published>2009-02-02T23:10:00.012+08:00</published><updated>2009-02-02T23:20:14.261+08:00</updated><title type='text'>Skim ESOS</title><content type='html'>Asalamualaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharap pihak al-Ahkam semuanya sihat-sihat belaka. Disini saya ada satu kemusykilan berkenaan skim ESOS. Saya berkerja disebuah syarikat insurans konvensional dan tak lama lagi syarikat saya akan menawarkan skim ESOS kepada semua perkerjanya. Soalan saya bolehkah saya mengambil skim ESOS ini? Kalau saya bercadang untuk mengambilnya adakah zakat dikenakan jika terdapat keuntungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. kami akan cuba menjawab persoalan sdr Hasry dengan kadar kekurangan dan kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ESOS atau Employee Share Option Scheme atau Skim Opsyen Saham Kakitangan ialah satu skim yang memberi peluang kepada kakitangan syarikat untuk memiliki saham syarikat dan mendapat faedah daripada potensi ganjaran yang tersedia sekiranya pasaran saham menjadi lebih tinggi daripada dari harga pasaran. Dengan kata lain, kemudahan bagi kakitangan syarikat memberi saham syarikatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelian saham menunjukkan kita merupakan sebahagian dari pemilik syarikat. Kita juga akan dibabit atas aktiviti-aktiviti syarikat. Kalau halal perniagaannya, baiklah sumbangan kita, begitulah sebaliknya. Hukum bekerja disyarikat kewangan seperti Bank sudahpun dijelaskan oleh Shiekh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi didalam Fatwa Masakini beliau, dimana dibolehkan bekerja di syarikat kewangan sedemikian atas sebab-sebab dalurat. Akan tetapi tidak membenarkan kita memiliki saham didalam syarikat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbalik kepadaa isu apakah Insuran (&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;التأمين&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;) Konvensional halal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama' berpendapat bahawa semua insuran komersial pada hari ini statusnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa unsur yang menjadi Insuran Komersial haram sebagaimana yang di sebut oleh Sheikh Dr Sulaiman ibn Ibrahim al-Thaniyaan, Kolej Syariah Al-Qaseem , diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kebanyakkan insuran komersial mengamal konsep riba, sama riba al-fadl (&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;ربا الفضل&lt;/span&gt;) iaitu transaksi yang berdasarkan riba ataupun riba al-nas' (&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;ربا النسأ &lt;/span&gt;), iaitu bunga yang dikenakan jika pembayaran lewat.&lt;br /&gt;(2) Cara perniagaan Insuran Komersial bebentuk judi (&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;الميسر&lt;/span&gt; ), iaitu berdasarkan chances (nasib).&lt;br /&gt;(3) Ia berbentuk tidak kepastian (uncertainty) atau gharar (&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;غرر&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ).&lt;br /&gt;(4) Insuran komersial menggunakan kekayaan orang secara tidak adil (&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;أكل لأموال الناس بالباطل &lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini kami petik salah satu contoh fatwa yang dikeluarkan oleh Sheikh Ibn Jibreen didalam Fataawa Islamiyyah, 3/5 mengenai Insuran Komersial, contohnya Insuran komersial kereta :-&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;التأمين في نظري نوع من الغرر حيث إن الشركة قد تأخذ من بعض المُؤَمّنين أموالاً كل سنة ولا تعمل معهم شيئاً ، ولا يحتاجون إليها في إصلاح ولا غيره ، وقد تأخذ من البعض الآخر مالاً قليلاً وتخسر عليه الشيء الكثير . وهناك قسم من أهل السيارات قليل إيمانهم وخوفهم من الله تعالى فمتى أمّن أحدهم على سياراته فإنه لا يبالي بما حصل فيتعرض للأخطار ويتهور في سيره فيسبب حوادث ويقتل أنفساً مؤمنة ، ويتلف أموالاً محترمة ولا يهمه ذلك حيث عرف أن الشركة سوف تتحمل عنه ما ينتج من آثار ذلك ، فأنا أقول : إن هذا التأمين لا يجوز بحال لهذه الأسباب وغيرها سواء على السيارات أو الأنفس أو الأموال أو غيرها&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Menurut pandangan saya ia merupakan jenis perniagaan yang tidak ada kepastian (ambiguity)/gharar kerana syarikat mengambil wang dari beberapa pengguna setiap tahun dan mereka-mereka itu tidak terlibat didalam apa-apa tuntutan pembaikkan kereta dsb. Mereka mungkin mengambil sedikit dari beberapa pengguna dan rugi yang banyak didalam transaksi tersebut. Ada dikalangan mereka yang menguruskan kereta dengan Imam yang lemah dan tidak takut kepada Allah, dan apabila kereta mereka diinsurankan mereka tidak prihatin apa yang berlaku, maka mereka mendedahkan diri mereka kepada bahaya dan pemanduan yang tidak selamat. Dan mereka mungkin menyebabkan kemalangan dan membunuh nyawa-nyawa dan memusnahkan harta benda yang dikawal oleh syariah. Mereka tidak prihatim terhadap itu semua oleh kerana syarikat insuran akan mengendalikan kos tersebut. Saya mengatakan bahwa Insuran tidak dibolehkan berdasarkan alasan diaats dan lan-lain, samada insuran kereta, nyawa, harta-benda dsb."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedari akan hukum diatas maka, saham didalam syarikat Insuran komersial juga hukumnya haram. Menurut Al-Lajnah Al-Daaimah Arab Saudi :-&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لا يجوز للإنسان أن يساهم في شركات التأمين التجاري ؛ لأنَّ عقود التأمين المشتملة على الغرر والجهالة والربا محرَّمة في الشريعة الإسلامية&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Tidak dibenarkan membeli saham di syarikat insuran komersial, kerana polisi insuran melibatkan gharar (ambiguity) dan ruba, perkara yang diharamkan didalam Syariah Islam" -[Fataawa Islamiyyah. 2/43 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya ialah ESOS ini akan melibatkan kita terlibat sama-sama didalam perniagaan yang berbentuk riba dan gharar yang dilarang didalam Islam. Eloklah kita sebagai orang Islam mengelakkan daripada menjadi rakan kongsi pada syarikat berkenaan. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4202628069664799084?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4202628069664799084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/skim-esos.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4202628069664799084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4202628069664799084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/skim-esos.html' title='Skim ESOS'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4954496477611103890</id><published>2009-02-02T23:09:00.003+08:00</published><updated>2009-02-02T23:10:24.962+08:00</updated><title type='text'>Jual beli saham</title><content type='html'>Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarikat saya ada menawarkan saham syarikat pada harga yang rendah. Buat masa ini harga saham syarikat saya telah naik dan saya bercadang untuk membeli dan menjualnya kembali untuk mendapat keuntungan. Ada beberapa cara untuk mendapatkan sumber kewangan untuk membeli saham tersebut. Salah satu caranya adalah dengan pinjaman jangka pendek dimana syarikat kredit akan membeli saham bagi pihak saya dan menunggu arahan dari saya untuk menjualnya. Sekiranya saya tidak memberi apa-apa arahan dalam tempoh yang ditetapkan (3 - 6 bulan), syarikat kredit akan menjual kembali saham yang dibeli dan sekiranya ada keuntungan akan diberikan pada saya. Tetapi sekiranya ada kerugian, saya terpaksa membayar kerugian tersebut.&lt;br /&gt;Apakah hukum jual beli saham dengan cara ini dari sudut Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wsm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membuat tekaan, bahawa saham yg dimaksudkan itu ialah ESOS (skim saham opsyen pekerja). Opsyen ini hendaklah diambil samada ditebus dan disimpan utk mendapat dividen atau dijual dan mendapat keuntungan segera jika pasaran saham berada pada tahap 'bullish'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yg paling selamat ialah menggunakan dana sendiri atau savings utk membuat urusan menebus saham. Ia paling selamat kerana jika apa-apa berlaku pada harga semasa, maka anda tidak akan terdedah pada risiko kerugian berbanding dgn membuat pembiayaan melalui syarikat2 kewangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tidak ada savings, maka boleh menggunakan pembiayaan jangkapendek dgn menggunakan pembiayaan dari perbankan Islam: bank Islam Malaysia bhd dan perbankan SPTF Maybank. Kedua-dua bank ini menggunakan Bai' alInaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengelakkan risiko kerugian dari skim ESOS. Anda hendaklah mengikuti perkembangan pasaran saham dan mendapatkan nasihat dari rakan2 di tempat kerja anda. Selalunya proses menebus saham dari majikan dan kemasukan saham ke CDS akaun memakan masa sebulan.&lt;br /&gt;sekian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4954496477611103890?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4954496477611103890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/jual-beli-saham.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4954496477611103890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4954496477611103890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/jual-beli-saham.html' title='Jual beli saham'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-7771883772178289028</id><published>2009-02-02T23:07:00.002+08:00</published><updated>2009-02-02T23:09:17.123+08:00</updated><title type='text'>Pengedar Barangan MLM</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya merasa sangat was-was tentang pekerjaan sebagai pengedar mlm misalnya seperti amway, omegatrend, luxor dan sebagainya. kerana ia melibatkan usaha ramai orang bawahan kita dan kita mendapat bahagiannya. pada pemerhatian saya sistem pembayanran yang dilakukan ini dicipta oleh orang kafir dan tidak merujuk kepada sistem islam dan sehingga kini tidak ada seorangpun pakar fiqh yang telah mengkaji sistem pembahagian keuntungan seperti dalam perniagaan luxor misalnya dengan orang bawahan sekita 30-50 ribu orang boleh mendatangkan pendapatan lebih-kurang 50,000 ringgit sebulan dengan hanya bermodalkan lebihkurang 1000 ringgit sahaja sebulan dimana keuntungannya lebih kurang 50 kali ganda. sekiraya yang empunya hanya&lt;br /&gt;tidur sahaja pada bulan yang berikutnya dan membelanjakan jumlah minimum 1000 ringgit, maka pendapatanya akan konsisten pada rm50,000 ringgit sebulan. adakah halal pencarian sebegini? tolong jelaskan.... kepada siapa yang arif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;wsm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah banyak kali menjelaskan isu MLM sebelum ini. Tapi oleh kerana susah mencarinya dalam archive, maka kita paparkan sekali dgn pendekatan baru dan input yg terkini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum asal MLM ialah mubah (harus) berdasarkan qaedah fiqih: alasylu fil asy-ya' al_ibahaah (hukum asal segala sesuatu adalah harus) selama mana bisnes itu bebas dari unsur: ribawi (interest), gharar (tipu-muslihat), dharar (bahaya). jahalah (kesamaran) dan zhulm (menzalimi pihak lain), disamping barangan dan perkhidmatan yg ditawarkan adalah Halal. (Syawkani, Irsyad alFuhul/286; alSyuyuthi, alAsybah/60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas bisness ialah:&lt;br /&gt;"Allah menghalalkan jualbeli dan mengharamkan riba" AQ 2:275&lt;br /&gt;" Tolong-menolonglah atas kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan." AQ 5:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisness itu atas sama-sama ridha." HR Ibn Majah/alBaihaqee&lt;br /&gt;"Umat Islam terikat dgn persyaratan aqad mereka." HR Ahmad, alHakim dan Abu Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi MLM yg diamalkan oleh syarikat2 MLM hendaklah dikaji walaupun mereka memiliki sijil AJL (Agen Jualan langsung) terutama rangkaian produknya dan skim Pemasarannya (marketing plan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama: Menyelidiki kehalalan produk MLM (periksa persijilan Halal-Jakim) dan kekuatan produknya dari sudut kualiti dan kebaikannya&lt;br /&gt;Langkah kedua: Marketing Plannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip dalam memeriksa Pelan Pemasarannya:&lt;br /&gt;a. Plan Pemasaran yg bebas dari unsur Pyramiding. Pyramiding ialah skim yg menguntungkan pioneer (orang yg masuk awal)&lt;br /&gt;b. syarikat MLM itu hendaklah ada track record yg cemerlang dan terbilang&lt;br /&gt;c. produk yg berkualiti dan memberi jaminan wang dipulangkan kepada pelanggan jika cacat produknya&lt;br /&gt;d. Starter kit (pakej penyertaan yg menasabah). Jika Pakej permulaannya tinggi, maka ia harus dicurigai,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. MLM yg menjanjikan kekayaan yg mendadak dan kerja yg mudah. Maka ia harus dicurigai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Ketelusan dalam penjualan, pemberian bonus serta komisen&lt;br /&gt;g. Motif utama MLM itu ialah kekuatan skil penjualan dan pemasaran bukan permainan wang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Obsesi dan ketaksuban dalam dunia MLM. Parti Keadilan Indonesia dalam Fatawa (Dewan Syari'ah) # 2. memberi amaran kepada umat Islam supaya tidak terlalu taksub dalam dunia MLM hingga membangkitkan sifat obsesi utk mencapai jualan bulanan (target), kemudian mencuaikan tanggungjawab kepada keluarga atau kerjaya asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memilih MLM yg diperbadankan di negara sendiri dan bukannya kepada MLM yg beribupejabat di negara musuh atau negara kafir. ini mengelakkan aliran modal ke luar negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MLM pada hukum asalnya adalah mubah jika bebas dari unsur2 yg dilarang oleh Islam.&lt;br /&gt;Selidiki latarbelakang syarikat MLM itu, kemudian siasat kekuatan dan kehalalan produknya. Kemudian siasat marketing plannya (supaya ia bebas dari Pyramiding. Akhir sekali: jaga jiwa supaya tidak obsesi dgn budaya MLM yaitu terlalu materlistik dan mengejar target jualan dan cuai dalam beragama dan etika bisnes. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-7771883772178289028?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/7771883772178289028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pengedar-barangan-mlm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7771883772178289028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7771883772178289028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pengedar-barangan-mlm.html' title='Pengedar Barangan MLM'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-7837660182637051228</id><published>2009-02-02T23:04:00.004+08:00</published><updated>2009-02-02T23:07:32.375+08:00</updated><title type='text'>Keuntungan berlipat kali ganda</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Assalammualaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam kasih buat akhi2 yang dihormati....saya ada sedikit pertanyaan berkenaan jual beli dalam Islam...utk itu.....lebih elok kalau saya ceritakan situasi saya sendiri....begini....Saya bercadang utk membeli tiket perlawanan football...harga utk 4 perlawanan adalah dalam linkungan 108 dollar....tetapi saya mendapat tahu dari kawan2 saya....bila hari perlawanan berlangsung....harga tiket utk satu perlawanan boleh mencecah hingga 1000 dollar.....soalan saya....bolehkah saya menjual tiket tersebut dgn keuntungan yang berlipat2 kali ganda dari harga asal....adakah halal perbuatan tersebut atau haram......harapan agar akhi2 dapat menerangkan dan menjelaskan lagi....terima kasih....Wassalam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dinamakan bisnes 'Black market' atau pasar gelap. Ia diharamkan menurut perundangan perihal dagangan semasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnes pasar gelap ini diharamkan atas dua faktur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Larangan mempermainkan harga.&lt;br /&gt;Islam menyerahkan semaksima mungkin pergerakan harga kepada hukum supply and demand (permintaan dan penawaran) bukan ada mainan dari pihak yg tamak spt spekulator atau peniaga pasar gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalilnya:&lt;br /&gt;Dari Anas ra, " Sesungguhnya Allah-lah yg menentukan harga, yg menekan, dan melapangkan dan yg memberi rezki. Saya ingin bertemu Allah sedang tidak ada seorangpun dari kamu yg menuntut saya kerana suatu kezaliman baik mengenai masalah darah atau harta." [Albani: Sahih Ghayatul Maram no 323]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ibn Qayyim, Thuruq alHukmiyah . hal 214 dari Ibn Taymiyah Abu alAbbas alharani, prinsip harga patut hendaklah diamalkan oleh orang yg beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ihtikar (Menyorok barang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan membeli tiket dan menyimpan hingga waktu perlawanan itu dimaksudkan dgn ihtikar. Ihtikar ialah sifat tamak peniaga yg mengumpul stok komoditi yg sangat dibutuhkan/diperlukan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil:&lt;br /&gt;Tidak ihtikar melainkan orang yg berdosa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dikeluarkan oleh Muslim dari Mu'ammar bin Abdullah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-7837660182637051228?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/7837660182637051228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/keuntungan-berlipat-kali-ganda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7837660182637051228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7837660182637051228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/keuntungan-berlipat-kali-ganda.html' title='Keuntungan berlipat kali ganda'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-7474625493747756661</id><published>2009-02-02T17:48:00.006+08:00</published><updated>2009-02-02T17:51:34.738+08:00</updated><title type='text'>Bayaran Fidyah</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sikit kemusykilan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tinggal puasa kerana sbb2 yg dibenarkan pada Ramadhan tahun 1420 Hijrah, maka wajib menggantikannya semula sebelum Ramadhan tahun 1421 .Sekiranya pada Ramadhan 1421 masih juga belum ganti puasa maka mengikut mazhab Shafi'e fidyah akan dikenakan sebanyak 1 cupak sehari sehingga Ramadhan 1422.Fidyah akan terus berganda sekiranya puasa masih juga belum digantikan pada tahun tersebut atau tahun-tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan:- Sekiranya puasa yang ditanggalkan pada Ramadhan tahun 1420 hanya diganti pada tahun 1422 tetapi fidyah tidak dibayar pada tahun tersebut, adakah pada tahun berikutnya jumlah fidyah akan bertambah? :confused:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g@y@t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahawa mazhab syafi'i mewajibkan fidyah. Ini juga merupakan pendapat mazhab Hambali dan sebahagian sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Dr Yusuf qaradhawi dalam fatawa muasirah ketika menjawab soalan umpama ini mengatakan bahawa pendapat yg tepat ialah tidak wajib membayar fidyah krn tidak terdapat sebarang dalil dari al-Quran ataupun hadis mengenainya. Walaupun begitu, jika hendak melakukan fidyah itu lebih baik. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;Qadak Puasa Ramadan Sehingga Datang Ramadan Yang Berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah membuka puasa saya beberapa hari pada bulan Ramadan kerana keuzuran. Saya tidak sempat menggantikannya sehinggalah datang bulan Ramadan berikutnya. Apakah hukumnya? Adakah saya diwajibkan menggantikannya atau membayar fidyah? Saya berasa syak pada bilangan hari yang saya tinggalkan. Apa yang patut saya lakukan untuk menghilangkan kesamaran dan was-was agar puasa saya diredai Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah-setengah Imam mengatakan wajib ke atasnya menggantikan puasanya dan membayar fidyah iaitu memberi makan fakir miskin seorang sehari mengikut hari yang ditinggalkannya. Makanan itu mengikut kebiasaan sesebuah negeri, iaitu makanan asasinya. Satu cupak sama sukatannya dengan setengah kilogram atau lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini mengikut mazhab Syafii, Hambali dan sebahagian sahabat. Adapun imam-imam yang lain tidak mewajibkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhannya, jika perkara seperti ini berlaku, wajiblah diqadak sahaja. Memberi makan fakir miskin atau membayar fidyah adalah lebih baik, jika tidak melakukannya tidak menjadi kesalahan, insya-Allah, kerana Nabi tidak mengesahkan hal seumpama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika syak bilangan hari puasa yang ditinggalkan tersebut, ikutlah kebiasaan syaknya atau dengan yakin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menenangkan hati serta menyelamatkan puasanya dan agama, hendaklah dia berpuasa lebih daripada hari yang sepatutnya dia gantikan. Baginya pahala terhadap puasa yang ditambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Fatwa Muasyirah…. Dr Yusuf Qardhawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;MENGQADHA PUASA RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menqadak puasa Ramadan tidaklah wajib menyegerakannya, wajibnya ialah dengan diberi keleluasaan waktu, dimana ada kesempatan. Demikian pula dengan kafarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diperoleh berita yang sah dari Aisyah, bahwa ia menqadhak ketinggalan puasa Ramadhannya di bulan Sya'ban dan tidak diqadhaknya dengan segera padahal ia sanggup melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menqadhak, sama saja halnya dengan ada’ atau melakukan puasa biasa, artinya siapa yang meninggalkannya beberapa hari, hendaklah dibayarnya sebanyak hari itu tanpa tambahan. Hanya perbedaannya ialah bahwa menqadhak tidak perlu terus-menerus, berdasarkan firman Allah Ta'ala yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan, hendaklah digantinya pada hari-hari yang lain!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya ialah barangsiapa yang jatuh sakit atau pergi musafir, hendaklah ia berpuasa sebanyak hari-hari yang tidak dipuasakannya, baik secara berturut-turut atau tidak berturut-turut. Dalam hal ini Allah memberi kebebasan dan tidak memberi kaitan dengan mewajibkannya secara berturutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Daruquthni yang diperolehi dari Ibnu Umar ra. bahwa Nabi saw berpesan mengenai mengqadhak puasa Ramadhan- .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ia suka, dilakukannya secara terputus-putus, dan jika tidak, maka secara terus menerus. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika seseorang menangguhkan qadhak hingga datang bulan Ramadhan lagi, hendaklah ia mempuasakan bulan Ramadhan yang baru, dan setelah itu hendaklah ia mengqadhak hutangnya yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidaklah wajib membayar fidyah, baik penangguhan qadha itu karena disebabkan adanya halangan atau tidak. Demikian adalah madzhab Hasan Basri dan golongan Hanafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Malik, Syafi'i, Ahmad dan Ishak, mereka sependapat dengan golongan Hanafi bahawa tidak wajib membayar fidyah jika penangguhan disebabkan adanya halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mereka berlainan pendapat dengan golongan Hanafi jika penangguhan itu bukan karena sesuatu halangan. Kata mereka hendaklah ia berpuasa pada bulan Ramadhan ini, kemudian mengqadhak hutangnya sambil membayar fidyah dengan memberikan makanan sebanyak satu gantang untuk tiap-tiap hari yang ditinggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hal ini mereka tidaklah mengemukakan dalil yang dapat dipakai sebagai hujjah atau alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang kuat, ialah madzhab golongan Hanafi karena tanpa keterangan yang sah, sesuatu syariat tak dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiqih sunnah Sayyid sabiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.bicaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-7474625493747756661?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/7474625493747756661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/bayaran-fidyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7474625493747756661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7474625493747756661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/bayaran-fidyah.html' title='Bayaran Fidyah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-8758142434793969029</id><published>2009-02-02T17:47:00.006+08:00</published><updated>2009-02-02T17:48:45.738+08:00</updated><title type='text'>Perniagaan Jualan Langsung</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa soalan berkenaan jualan langsung sudah biasa ditanya di dalam forum-forum, cuma saya ingin mendapatkan kepastian berkenaan satu cara pembayaran bonus yang membuat bayaran pada ahli yang berdaftar dan membeli product tanpa ada level limit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pembeli hanya perlu membeli sekali product tersebut dan kemudian jika ia berminat untuk menambah pendapatan perlulah memperkenalkan product tersebut kepada orang lain yang berminat utk membeli product dan juga menambah pendapatan. Kiraan bonus dikira.. ialah apabila orang itu memperkenalkan seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri, jika lengkap begitu dikira sebagai lengkap pasangan satu di kanan dan satu di kiri dan akan mendapat bayaran, dan terdapat syarat lain seperti dlm sehari syarikat hanya akan membayar..tidak lebih dari 10 pasangan dan seterusnya..&lt;br /&gt;apa hukumnya ustaz, kita mendapat pendapatan sebegitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pyramiding ni muncul dgn pelbagai trick dan helah utk mengelabui mata manusia. Pyramid ini boleh dibina dengan banyak cara. Objektifnya sama saja, membina sebuah pyramid manusia yg dikenali dgn nama MLM (multi-level marketing) atau AJL (agen jualan langsung). Pyramiding yg anda jelaskan itu dianggap terlalu mudah kerana perlu mencari dua orang sahaja atas nama Yamin dan syimal (kanan dan kiri). Ada pula skim pyramid lain yg menetapkan hanya tiga orang. Seorang perlu mencari tiga. Skim yg lain perlu mencari 4, ada skim yg menetapkan 5. Kemudian syarikat ini hanya membayar pada 10 agen yg berjaya pada setiap hari. Pada analisa kami, ini skim pyramiding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal2 lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. pastikan syarikat ini ujud secara sah di Malaysia di bawah akta syarikat/akta pertubuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. ada lesen AJL dari kementerian hal ehwal pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. hendaklah dirujuk kepada kementerian tsb utk memastikan mereka benar2 legal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. barangan dan perkhidmatan merupakan kekuatan utama syarikat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. syarikat AJL itu ada fasiliti atau kilang sendiri dan pusat R &amp; D (penyelidikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Bonus dan ganjaran berdasarkan volume jualan dan bukannya mencari keahlian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Syarikat yg ada track record, maksudnya ada sejarah (penubuhan dan perkembangan) dan penyata akaun yg telus. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-8758142434793969029?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/8758142434793969029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/perniagaan-jualan-langsung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8758142434793969029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8758142434793969029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/perniagaan-jualan-langsung.html' title='Perniagaan Jualan Langsung'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3798399408762195485</id><published>2009-02-02T17:45:00.003+08:00</published><updated>2009-02-02T17:46:57.930+08:00</updated><title type='text'>Derma Tipu</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menderma kepada masjid, inshaallah pahala yg kita dermakan akan sampai kepada kita walau pun kita telah meninggal dunia selama mana masjid tsbt digunakan, sebagaimana maksud sabda Rasulullah s.a.w. "Apabila meninggal anak adam maka putuslah segala amalan melainkan 3 perkara; Sedekah/Amal jahiriah, ilmu yg disampaikan dan anak yg soleh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah jika ada org yg mengutip derma utk masjid; tetapi mereka menipu menggunakan nama masjid. Memalsukan segala dokumen dan pengesahan seolah2 ianya kelihatan betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah sedekah yg kita dermakan kpd org tersebut (tanpa mengetahuai ia menipu) akan menyamai pahala yg kita sedekahkan kepada pihak yg benar2 mengutip derma. (Adakah pahalanya tidak putus2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam; didahului dgn ucapan T.Kasih, Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan ayat ini: " dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu menghulurkannya kerana itu kamu menjadi tercela dan menyesal." terjemah AQ 17: 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: kita dah tahu zaman ini banyak sindiket penipuan, maka janganlah mudah nak menghulur, nanti kita akan menyesal. Maksudnya yg kita harapkan pahala tapi tak ada apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara tips dari pihak Polis ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penderma mempamirkan surat kebenaran Majlis Agama yg original.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengutip derma membawa dan mempamirkan kad kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mendapat permit Polis jika mengutip dalam kawasan dan taman2 perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengutip derma yg disahkan oleh Tuan Imam di mesjid anda. Derma itu diwartakan oleh mesjid kawasan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempastikan anda akan mendapat pahala yg tidak putus, carilah mesjid yg anda lihat sendiri projeknya dgn mata kepala anda dan anda mengenali AJK pengelolanya. Jika anda menetap di Selangor dan kutipan utk mesjid di Madras atau Selatan Thai atau Kelantan..ini was-was dan ia memerlukan permit dan dokumen yg sah. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3798399408762195485?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3798399408762195485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/derma-tipu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3798399408762195485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3798399408762195485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/derma-tipu.html' title='Derma Tipu'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3928806135708492612</id><published>2009-02-02T17:38:00.016+08:00</published><updated>2009-02-02T17:45:12.060+08:00</updated><title type='text'>sukan tinju, tomoi dan seumpamanya</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pandangan Islam terhadap sukan tinju dan tomoi atau apa2 sukan yang seperti berbentuk mencederakan itu. Riadah adalah salah satu perkara yg digalakkan dalam Islam, tetapi bagaimana dengan sukan yg berunsurkan seperti tinju dan tomoi itu? Adakah ianya dibulehkan atas nama sukan/riadah?? Asal sesuatu perkara itu harus, tetapi jika ianya membawa kemudaratan, seperti gangguan terhadap sistem saraf dan otak, maka itu adakah ianya diharamkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintak tolong huraian dari sheikh Ahkam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************&lt;br /&gt;Jawapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Terima kasih akhi Desaputra diatas soalan tersebut. Kami akan cuba menjawabnya dengan kadar kemampuan dan kekurangan yang ada, Insyaallah. Soalan jenis seni beladiri ini kalau dijawab oleh Al-Fadhil Ustaz Pendekar kita lebih meriah lagi, 'ala kulli hal disebabkan kerosakan komputernya, kami cuba jugalah untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Riyaadhah (&lt;span style="font-size: large;"&gt;الرياضة&lt;/span&gt;) atau bersukan merupakan sesuatu yang dituntut didalam Islam. Ini membentuk jasad yang sihat lantas membina minda-minda umat Islam yang sihat. Aktiviti Riyaadhah yang berbentuk seni beladiri menganjurkan agar umat Islam menjadi umat yang kuat. Umat yang kuat itu disukai dari umat yang lemah, dan kekuatan ini sudah pastilah kekuatan Iman dan juga kekuatan tubuh badan, sebagaimana Hadith Nabi saw :- Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, katanya : Nabi saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز وإن أصابك شيء فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وكذا ولكن قل قدر الله وما شاء فعل فإن لو تفتح عمل الشيطان&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Mukmin yang kuat adalah lebih disukai oleh Allah dari mukmin yang lemah, walaupun kedua-dua baik, berusahalah melakukan apa yang memunafaatkan anda dan pohonlah pertolongan dari Allah swt. Jangan merasa tidak berguna dan atas apa-apa musibah menimpa anda, janganlah berkata 'Jika saya melakukan perkara itu tadi...begitu dan begini, akan tetapi berkatalah 'Qadar Allah berlaku keatas kehendaknya' kerana sesungguhnya perkataan "Jika" akan membuka pintu kepada syaitan" - [Hadith riwayat Muslim #2664].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni beladiri seperti Silat, Tae kwan do, karate do, Kung Fu, Kalari Payat dan sebagainya mengajar umat Islam cara-cara dan teknik bertempur apabila bertemu dengan musuh. Seni ini melatih umat Islam cara-cara mempertahankan diri dan juga membentuk minda yang sentiasa bersedia (alert). Para pelajar akan didedahkan kepada latihan-latihan yang berbentuk pergerakan atau kata, buah-buah, samada buah pukul atau buah kunci dan juga didedahkan cara-cara menghadapi serangan musuh. Latihan-latihan ini hanya boleh digunakan semasa benar-benar menghadapi musuh, dan bukan dipertontonkan atau dengan tujuan memukul orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan Tinju atau boxing dan juga tomoi, tidak dianggap sebagai sebagai sesuatu yang dibenarkan didalam Islam. Ia dikatakan telah keluar dari batas-batas syariat yang dibenarkan. Diantaranya yang telah disenaraikan oleh ulama'-ulama' Islam adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ia melibatkan serangan keatas muka, dan Nabi saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إذا قاتل أحدكم أخاه فليتجنب الوجه&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Jika sesiapa diantara kamu berlawan dengan saudaranya, elaklah dari menyerang muka" - [Hadith riwayat al-Bukhaari #2560, Muslim #2612]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan tinju ini semata-mata tertumpu kepada menyerang kearah muka yang tidak dibenarkan didalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perlawanan tinju ini membuang masa umat Islam. Mereka tidak memikirkan nikmat masa lapang dan juga kesihatan yang telah dikurniakan. Ini adalah salah satu dari soalan-soalan yang kelak akan ditanya oleh Allah swt kelak; Masa Muda dan hidup, apa yang ditelah lakukan?. Apakah yang mereka akan jawab jika masa mudanya dan latihannya ditumpukan untuk berlawan dengan orang dan bergelut dengannya untuk mencapai gelaran atau memenangi hadiah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ia merupakan satu jenis Riayaadhah yang Bahaya yang boleh membawa kepada kerosakan yang teruk, dan Allah swt mengharamkan kita merosakkan badan kita, diaman kkta diperintahkan menjaganya dan melindunginya. Ramai dikalangan peninju yang telah menghadapi kecederaan yang kekal, seperti kerosakan otak dan juga urat saraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;Elok juga rasanya dipaparkan beberapa fatwa-fatwa dari ulama'-ulama' bagi menjelaskan lagi hukum bertinju ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sheikh Dr. Ahmad Al-Sharabasi r.h. :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إذا كانت المصارعة أو الملاكمة نوعًا من الهجوم الفوضَوِي والاعتداء الهمجي، الذي لا يخضع لقانون سليم أو نظام رادع عن الإيذاء وسوء الاستغلال والتطبيق، فهي حرام، ولا يُقِرُّهَا الإسلام؛ لأن من قواعد الإسلام أن الضرر يُزال، وأن دَرْءَ المفاسدِ مُقَدَّمٌ على جَلْبِ المصالح.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ولكنَّ المصارعة أو الملاكمة إذا كانت لونًا من التمرين الرياضي، وعَرضًا لطرق الدفاع عن النفس، في حدود الهدف الرياضي السليم، وخضعت للأيدي الفنية المهذبة، وللقانون الضابط الحاكم، وللنظام الذي يَبْعُدُ بها عن العدوان والهمجية والفوضى، ويَحُول بينها وبين ما يتعرض له المندفعون من أخطار وعاهات، فلا مانع منها في الإسلام، بل يوجد في عمل الرسول ـ صلى الله عليه وسلم ـ ما قد يكون شاهدًا على جوازها واستحبابها&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Jika gusti atau tinju merupakan jenis sukan yang menyerang secara kejam dan ganas, yang tidak patuh kepada peraturan keselamatan atau mengakibatkan bahaya dan disalah gunakan, maka penggunaannya adalah haram, Islam tidak membenarkannya! Kerana sesungguhnya kaedah Islam ialah ia menghilangkan yang memudharatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jika gusti atau boxing ialah sejenis latihan sukan, mempamerkan cara seni mempertahankan diri, dimana sasarannya adalah selamat, ia memerlukan seni penggunaan tangan dan juga mempunyai peraturan yang ketat yang menghalang seseorang itu melakukan kekasaran, ganas dan kejam, dan ternyata ia mendedahkan kepada pelatih akan bezanya perkara-perkara yang bahaya, maka Islam tidak menghalangnya, bahkan ia terdapat didalam amalan Nabi saw, apa yang boleh dijadikan sebagai bukti akan membolehkannya dan galakkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Majlis Penyelidikan dan Fatwa Eropah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أما الملاكمة فإن اتخاذها كهواية، فإن لم يكن ذلك بضرب الإنسان، إنما التمرن عليها بالضرب على أجسام غير حية، فذلك جائز ولا محذور فيه، أما اتخاذها حرفة، فهذا لا يحل؛ وذلك لِمَا فيها من الضرر الذي يقع على المضروب، فإنها ربما كانت سبباً في الموت أو في عاهة مستديمة، وهذا ضرر لا تبيحه شريعة الإسلام وإن كان لغير المسلم، على ما عليه واقع استعمال هذه الرياضة في الواقع&lt;/span&gt;، &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"bagi sukan tinju dijadikan sebagai hobi, dan jika ia tidak menjadikan manusia sebagai sasarannya, tetapi dengan cara berlatih memukul sasaran yang bukannya badan bernyawa, maka ia adalah dibenarkan dan tidak dilarang keatasnya mengambil seni tersebut. Dan jika ia menjadikan manusia sebagai mangsa sasaran pukulannya, dan ia mungkin menyebabkan kecederaan yang berkekalan, maka ini adalah membahayakan dan syariah Islam tidak membenarkannya walaupun dia bukan berugama Islam, dan inilah sebenarnya realiti sukan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;Apa yang dapat kita simpulkan dari beberapa fatwa diatas adalah:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika boxing, tomoi siam dan sebagainya dipelajari untuk tujuan exercise dan mempertahankan diri, adalah dibenarkan. Jika ia bertujuan untuk pertandingan, hukumnya adalah haram, kerana ia melibatkan unsur-unsur bahaya dan kemusnahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika boxing dan tomoi Siam menjadikan sasarannya bukan manusia, seperti punching beg atau orang kayu, maka ia adalah dibolehkan. Seni bela diri Wing Chun atau seumpamanya, menjadi sasaran 'orang kayu' sebagai targetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apa jua seni belari diri hendaklah dipelajari untuk mempertahankan diri dan bukan untuk menyerang atau menindas orang yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Latihan tomoi atau boxing yang dilakukan dengan cara shadow boxing tidaklah menjadi larangan untuk diamalkan. Ini menyerupai langkah atau bunga silat atau pun latihan 'kata' didalam Seni Karate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu' alam. wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------&lt;br /&gt;Rujukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sheikh Ahmad Al-Sharabasi. [color="#800000" size="3"]&lt;span style="font-size: large;"&gt;الملاكمة والمصارعة ..ضوابط في الممارسة&lt;/span&gt;. url : http://www.islamonline.net/fatwa/arabic/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=73448&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Majlis Penyelidikan dan Fatwa Eropah. [color="#800000" size="3"]&lt;span style="font-size: large;"&gt;حكم احتراف رياضة الملاكمة&lt;/span&gt;. url : http://www.islamonline.net/fatwa/arabic/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=47894&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3928806135708492612?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3928806135708492612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/sukan-tinju-tomoi-dan-seumpamanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3928806135708492612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3928806135708492612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/sukan-tinju-tomoi-dan-seumpamanya.html' title='sukan tinju, tomoi dan seumpamanya'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-8542346964589394447</id><published>2009-02-02T17:28:00.034+08:00</published><updated>2009-02-02T17:38:25.827+08:00</updated><title type='text'>Rampai: Mungkar-warisan-dakwah-aurat-persona</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q1. Apabila kita geram dengan kemungkaran yang dipaparkan di kaca TV, bolehkah kita mengutuk-ngutuknya di dalam hati atau mulut, atau menceritakan kesalahan orang itu dengan menyebut namanya? Adakah ia dikira sebagai mengumpat dan berdosa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q2. Arwah bapa saya mempunyai koleksi kaset-kaset ceramah agama dan buku-buku agama. Jika saya menggunakannya atau mewakafkannya, adakah arwah bapa saya mendapat pahala jariah hasil dari saya menggunakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q3. Saya mempunyai beberapa rakan non-muslim. Adakah saya akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti jika tidak melakukan sebarang usaha dakwah terhadap mereka? Bagaimana caranya untuk saya berdakwah kepada mereka dalam masa yang sama menjaga hati mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q4. Bila seseorang bersendirian di dalam bilik, bolehkah dia membaca al-quran dalam keadaan membuka auratnya dan apakah hukumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q5. Bagaimanakah para sahabat boleh meriwayatkan perihal nabi secara detail hinggakan cara tidur, buang air dan lain-lain lagi yang melibatkan aurat nabi, adakah mereka mengintai nabi? Adakah perkara sebegini dibenarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q6. Suara wanita bukan aurat, cuma bila dilunakkan suaranya menjadi aurat. Bagaimana pula hukumnya bagi penyanyi-penyanyi wanita kumpulan nasyid yang bernyanyi samada secara solo mahupun beramai-ramai dan qari'ah wanita dalam pertandingan membaca al-quran? Adakah mereka semua berdosa dan adakah amalan mereka (megajak kepada kebaikan dan membaca al-quran) itu beroleh pahala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q7. Saya ada mendengar hadith mengenai solat-solat yang tak diterima Allah. Salah satu daripadanya menyebut lebih kurang, wanita yang bersolat tapi mendedahkan aurat. Apakah maksudnya? Adakah wanita yang bersolat dalam keadaan membuka auratnya atau wanita yang menutup aurat ketika solat tapi mendedahkannya ketika di khalayak ramai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas huraian yang bakal diberikan.&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;ziy@d&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknye soalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Q5: Bagaimanakah para sahabat boleh meriwayatkan perihal nabi secara detail hinggakan cara tidur, buang air dan lain-lain lagi yang melibatkan aurat nabi, adakah mereka mengintai nabi? Adakah perkara sebegini dibenarkan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak benar bahawa sahabat mengintai nabi, bahkan perbuatan mengintai(mengendap) itu adalah perbuatan yg keji. Yang meriwayatkan perihal Nabi secara detail ialah isteri-isteri Nabi S.A.W. Aishah R.A meriwayatkan lebih 2000 hadith. Sebagai isteri2 nabi, pasti mereka tahu lebih detail kehidupan Nabi dlm hal peribadi. Perlu diingati bahawa Nabi S.A.W adalah satu role model insan yg syumul. Dia seorang lelaki, ayah, datuk, suami, pemimpin negara, pemimpin perang, ayah mertua, menantu, peniaga, sepupu dsb. jadi, tidak semua perkara diketahui oleh para ummul mukminin. dan tidak semua perkara diketahui oleh para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam.&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:fuhh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan: Soalan rampai atau 7 dalam 1 ini tidak digalakkan. Ia akan mengambil masa yg panjang dari Panelis kami menjawabnya dan akan menghilangkan peluang orang lain utk dijawab segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Q1. Apabila kita geram dengan kemungkaran yang dipaparkan di kaca TV, bolehkah kita mengutuk-ngutuknya di dalam hati atau mulut, atau menceritakan kesalahan orang itu dengan menyebut namanya? Adakah ia dikira sebagai mengumpat dan berdosa?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Perbuatan anda itu dilarang oleh Allah sendiri, dalilnya,” janganlah kamu mencaci/mengutuk sembahan-sembahan yg mereka sembah selain Allah kerana mereka nanti akan memaki Allah dgn melampaui batas tanpa ilmu. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat memandang baik hasil usaha mereka.” AQ 06:108&lt;br /&gt;Kemungkaran yg berlaku di kaca TV itu adalah kemungkaran yg terancang oleh satu kekuatan yg besar, maka utk merubah kemungkaran ini memerlukan kekuatan dan kemampuan. Jika anda hanya berdiri sebagai individu sahaja, maka memadai hati anda sahaja yg membencinya. Dalilnya, sabda Nabi saw,” jika kamu tidak mampu, maka bencilah dgn hati, itulah selemah-lemah iman.” (Sahih Muslim)&lt;br /&gt;Sebaiknya anda hanya menonton program2 yg ada manfa’atnya sahaja. WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Q2. Arwah bapa saya mempunyai koleksi kaset-kaset ceramah agama dan buku-buku agama. Jika saya menggunakannya atau mewakafkannya, adakah arwah bapa saya mendapat pahala jariah hasil dari saya menggunakannya?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Soalan Dua:&lt;br /&gt;Dalil yg anda maksudkan itu ialah Hadis keluaran Muslim dan ashab Sunan dari Abu Hurayrah ra,” Jika seseorang anak Adam meninggal, maka amal perbuatannya terputus kecuali dari tiga sumber: sedeqah jariah, ilmu yg dimanfa’atkan dan anak soleh yg mendo’akannya.” (Muslim # 1631, Kitab Wasyiya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kaset2 agama dan kitab2 itu akan terus mengalirkan pahala pada arwah kerana anda menfa’atkan warisannya dan begitu juga do’a dari anda sendiri sebagai anaknya yg soleh.&lt;br /&gt;WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Q3. Saya mempunyai beberapa rakan non-muslim. Adakah saya akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti jika tidak melakukan sebarang usaha dakwah terhadap mereka? Bagaimana caranya untuk saya berdakwah kepada mereka dalam masa yang sama menjaga hati mereka?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Soalan # 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ijtihad di zaman silam menetapkan tugas dakwah adalah fardhu kifayah (terhapus kewajiban apabila ada segolongan umat melakukannya), dalilnya ialah AQ 3: 104 (Hendaklah ada di antara kamu suatu golongan yg menyeru kepada kebaikan) [lihat Tafsir aRazi:7/177; Tafsir alJasyas:2/29, asySyatibi, alMuwafaqat:1/176). Maka jika sekiranya anda tidak ada ilmu dan kemampuan, maka anda tidak dipertanggungjawabkan. Dalilnya,” Allah tidak membebankan seseorang sesuai dgn kemampuannya) AQ 2:286&lt;br /&gt;Namun langkah pertama ialah anda berdakwah dgn akhlak. Fiqh Da’awah pula adalah suatu bidang ilmu yg perlu dipelajari. Jama’ah-jama’ah Islam dan badan2 dakwah biasanya menerapkan ilmu dakwah dalam usrah-usrah dan halaqat2 ilmu. Antara badan2 yg khusus dalam dakwah pada non-Muslim ialah ABIM-Outreach dan Perkim. WA&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Q4. Bila seseorang bersendirian di dalam bilik, bolehkah dia membaca al-quran dalam keadaan membuka auratnya dan apakah hukumnya?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jawaban (Soalan #4):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makruh hukumnya. Dalil: HR Ahmad, Nabi ditanya, “apakah ada aurat bagi yg berkhalwah (sendirian dalam bilik)?” sabda baginda,” Allah lebih berhak dimalui drpd manusia.” (Jami’usSagheer: 1/10) Imam Ibn Hajar (Fathul Bari: 1/317) menetapkan tidak boleh membuka aurat kecuali utk diri sendiri dan isteri sahaja.” Manakala dengan AQ, sudah tentu ada adab-adab lahir dan batin. Salah satu adab lahir dgn KitabuLLah ialah menutup aurat sebelum membacanya. Bagi wanita ialah pakaian yg lazim (biasa) dalam rumah yakni tanpa menutup kepala. WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Q5. Bagaimanakah para sahabat boleh meriwayatkan perihal nabi secara detail hinggakan cara tidur, buang air dan lain-lain lagi yang melibatkan aurat nabi, adakah mereka mengintai nabi? Adakah perkara sebegini dibenarkan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jawab (#5):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tambahan kpd jawapan Ust Z (JKK))&lt;br /&gt;Ini menunjukkan keakraban para sahabat-sahabat utama dgn baginda. Para ilmuan Hadis mencatat hadis2 personal ini (yg dikutip dari para sahabat dan ahlil bayt baginda) dan ada yg menyusun kitab2 spt alHakim Abu Isa atTermidhdhi, Syamail Muhammadiah yg menceritakan keperibadian RasuluLlah secara Up, close and Personal (sebuah bibliografi yg amat detail), juga kitab asySyifa’ oleh Qadhi Iyadh. Kitab yg terkini ditulis oleh Syaykh Jamil Zeenu dari KSA, Qutufun min syamail Muhammadiah. WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Q6. Suara wanita bukan aurat, cuma bila dilunakkan suaranya menjadi aurat. Bagaimana pula hukumnya bagi penyanyi-penyanyi wanita kumpulan nasyid yang bernyanyi samada secara solo mahupun beramai-ramai dan qari'ah wanita dalam pertandingan membaca al-quran? Adakah mereka semua berdosa dan adakah amalan mereka (megajak kepada kebaikan dan membaca al-quran) itu beroleh pahala?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jawab (#6):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1 Perihal Nasyid. Ia dibahaskan sejak era Imam asySyafi’iy ra yg melihat fenomena nasyid ini di Baghdad (Kufah) oleh tariqat sufiah dan beliau mencelanya. Ia dinamakan Taghbir. Syaikhul Islam Abu Abbas Ibn Taymiyah (Majmu’ Fatawa:2/587-600) juga melihatnya sebagai bid’ah. AlHafeedz Ibn Qayyim (Ighatsah alLahafan) lebih keras dari gurunya dan mencela Nasyid ini. Manhaj Salafiah dari Arab Saudi juga membid’ahkan Nasyied Islami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab Syafi’iy dari aliran alImam alGhazali (Ihya’, Kitab asSima’ Jld 2) mengharuskan Nasyeed jika ia memuji2 kebesaran Ilahi dan mendorong kepada kebaikan dan taqwa, tapi tidak boleh jika melibatkan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Dr alImam Abu Abdallah Yusof alQardhawi melalui empat kitabnya: Fiqh alGhina’ wa alMusiqi, Fatawa Mu’asirat, Halal &amp;amp; Haram fil Islam, Malameh alMujtama’ alMuslim allazi Nansyuduhu mengupas isu nyanyian, musik, alat musik, seni dan nasyied dengan mendalam sekali. Tidak ada mana-mana fuqaha’ hari ini yg telah mentarjeeh dan mentahqeeq topik ini semacam Dr alQardhawi telah lakukan. Rumusan dari hasil analitis beliau yg mendalam mendapati seni nyanyian dan musik ini sudah kami simpulkan sebelum ini (sila lihat archive)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penglibatan wanita dalam seni Nasyid, jumhur ulama’ sejak dulukala menegahnya, manakala Dr Qardhawi melihat jika tidak ada unsur fitnah, maka dibolehkan, di tambah tidak berlebihan dan pada suasana yg menasabah.&lt;br /&gt;Menjawab soalan anda: dosa dan pahala terhadap wanita dalam bidang Nasyid ini diserahkan pada niat2 mereka, apakah mereka menyumbang kepada kebaikan dan memenuhi syarat2 yg digariskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2 Musabaqah alQur:an ini adalah bid’ah. Tidak ada contoh dari generasi salaf mengenai mengadakan pertandingan tilawah ini. Maka amalan dalam urusan bid’ah adalah tertolak. WA&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Q7. Saya ada mendengar hadith mengenai solat-solat yang tak diterima Allah. Salah satu daripadanya menyebut lebih kurang, wanita yang bersolat tapi mendedahkan aurat. Apakah maksudnya? Adakah wanita yang bersolat dalam keadaan membuka auratnya atau wanita yang menutup aurat ketika solat tapi mendedahkannya ketika di khalayak ramai?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jawab (#7/Akhir):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melihat kedua-duanya menyebabkan solat itu tidak bermutu dan bernilai di sisi Allah. Jika mendedahkan aurat semasa solat, solat menjadi batal kerana menutup aurat adalah syarat sah solat (HR Abu Daud dan atTermidzi dari Aisyah ra,” Allah tidak menerima solat dari wanita yg sampai umur melainkan dgn memakai khimar (tudung kepala)). Jika selepas solat mendedahkan aurat, ia adalah perbuatan fasiq dan solatnya tidak mencegah dirinya dari melakukan kefasikan, adalah solat yg tidak bernilai di sisi Allah. (Firman Allah,” sesungguhnya solat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar) AQ 29:45 (WA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-8542346964589394447?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/8542346964589394447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/rampai-mungkar-warisan-dakwah-aurat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8542346964589394447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/8542346964589394447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/rampai-mungkar-warisan-dakwah-aurat.html' title='Rampai: Mungkar-warisan-dakwah-aurat-persona'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-7595039425576472825</id><published>2009-02-02T17:26:00.002+08:00</published><updated>2009-02-02T17:28:19.972+08:00</updated><title type='text'>Masalah Hutang Lama</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah berhutang sejumlah kecil wang dengan seseorang semasa saya belajar dahulu. Tetapi setelah menamatkan pengajian, perhubungan kami telah terputus kerana menjalani kehidupan masing-masing. Puas saya cuba mencari beliau, tapi gagal. jadi persoalan saya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagaimanakah caranya untuk saya menjelaskan hutang saya tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika saya bersedekah dengan jumlah yang sama dengan hutang saya, dengan niat untuk membayar hutang rakan saya tadi, adakah terlunas hutang saya tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap para ustaz di forum ini dapat membantu saya dalam permasalahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasallam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma bezanya ialah, bukanlah anda menzalimi orang tersebut dengan menipunya, akan tetapi, anda masih memiliki haknya yang harus dikembalikan kepada tuannya. Maka kami petik kembali fatwa dari al-Lajnah al-Daaimah :-&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يجب عليه أن يرد ما أخذه من كل شخص إلى مستحقه إن وجد أو ورثته ، فإن تعذر من كل وجه ، فإنه يتصدق بالمال على نية صاحبه&lt;/span&gt; . &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Dia harus memulangkan apa yang telah diambil dari setiap orang yang berhak, jika tidak dapat mencarinya, maka carilah warisnya. Jika dia telah berusaha dan gagal mencarinya, maka ia harus memberi wang tersebut kepada kebajikan dengan niat pemberian kepada pemiliknya" - [Fataawa al-Lajnah al-Daa’imah, 14/25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu'alam, wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1] Fatawa Al-Lajnah al-Daa’imah li’l-Buhooth al-‘Ilmiyyah wa’l-Ifta’ - 14. cetakan ke 3. Riyad : dar Al-Mua'yad, 2000. ms 25&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-7595039425576472825?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/7595039425576472825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/masalah-hutang-lama.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7595039425576472825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/7595039425576472825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/masalah-hutang-lama.html' title='Masalah Hutang Lama'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-6889838603922520110</id><published>2009-02-02T17:24:00.002+08:00</published><updated>2009-02-02T17:26:06.087+08:00</updated><title type='text'>Pinjaman bank</title><content type='html'>AsSalamuAlaykum!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua dirahmati oleh Allah Taala selalu, soalan saya adakah pinjaman bank wajib dizakatkan dan dan bilakah waktunya, sekian wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;ziy@d&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara syarat zakat ialah sempurna pemilikan harta. Jadi, apakah hutang atau loan atau pinjaman itu dikira sempurna pemilikan harta? Atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang/loan adalah milik dari orang yang memberikan Hutang/loan. Tetapi, dia tidak berada di tangan pemiliknya. Dalam hal ini telah terjadi perbezaan pendapat di antara ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar R.A dan Aisyah R.A serta Ikrimah R.A(maula Ibnu Abbas r.a.), berpendapat bahawa tidak ada zakat pada Hutang/loan, alasannya kerana ia harta yang tidak berkembang, hingga tidak wajib zakat seperti barang qinyah (barang yang dibeli untuk keperluan peribadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jumhur ulama berpendapat bahawa Hutang/loan itu terbahagi kpd 2 jenis:&lt;br /&gt;1. Hutang yg masih dlm pembayaran&lt;br /&gt;2. Hutang yg sudah selesai pembayaran dan penghutang tidak perlu lagi membayar lagi.&lt;br /&gt;Hutang yg masih dlm pembayaran adalah berada di tangan org yg mengakuinya dan berusaha utk membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini ada beberapa qaul di dlmnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat golongan Hanafiyyah, Hanabilah, dan Sufyan At-Tsauri adalah bahawa wajib atas pemiliknya mengeluarkan zakatnya setiap tahun kerana itu adalah harta miliknya, hanyasanya tidak wajib atasnya mengeluarkan zakatnya selama ia belum memegangnya. Jika ia telah memegangnya, wajib atasnya mengeluarkan zakatnya sesuai jumlah tahun yang telah lewat. Maksud pendapat ini adalah bahawa harta itu adalah kewajipan yang tetap dalam tanggungannya, maka tidak wajib mengeluarkannya hingga ia memegangnya. Dan, kerana ia tidak menggunakannya pada saat itu, lagi pula tidaklah adil jika ia harus mengeluarkan zakat dari harta yang tidak dimanfaatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam As-Syafi’i dalam pendapatnya yang terkemuka, Hammad bin Abu Sulaiman, Ishaq, dan Abu 'Ubaid berpendapat bahwa wajib mengeluarkan zakat pada hutang yg masih dlm pembayaran pada setiap akhir tahun spt harta ditangannya kerana dia mampu mengambil dan menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeza dengan Malikiyyah, beliau menjadikan Hutang/loan itu beberapa bhgn, yakni sebahagian Hutang/loan wajib dikeluarkan zakatnya setiap tahun iaitu Hutang/loan pedagang yang mengedarkan barangnya dari harga barang dagangan yang diperdagangkannya. Sebahagian lagi wajib dikeluarkan zakatnya hanya untuk satu tahun ketika ia menerimanya walaupun Hutang/loan itu berada di tangan orang yang berHutang/loan bertahun-tahun, seperti Hutang/loan untuk orang lain yang berupa wang, demikian juga harga barang yang dijual oleh orang yang menyimpannya. Dan sebahagian Hutang/loan tidak ada zakatnya, seperti hibah, mahar, atau ganti rugi suatu jenayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Hanafiyyah dalam hal ini sama dengan yang telah lalu. Dan, ini adalah pendapat Qatadah, Ishaq, Abu Tsaur dan sebuah riwayat dari Ahmad. Ini adalah pendapat yang berlawanan dengan pendapat terkemuka Imam As-Syafi’i bahawa tidak ada zakat padanya kerana tidak sempurnanya pemilikan, kerana ia tidak boleh dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua adalah pendapat Sufyan At-Tsauri, Abu Ubaid, Dan sebuah riwayat dari Ahmad, dan pendapat terkemuka dari Asy-Syafi’i. Bahawa ia wajib mengeluarkan zakatnya ketika ia telah menerimanya sesuai bilangan tahun yang telah lewat. Hal ini berdasarkan yang diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib r.a. tentang Hutang/loan yang diduga, "Jika ia benar maka hendaklah ia mengeluarkan zakatnya jika ia telah menerimanya sesuai tahun yang telah berlalu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik berpendapat bahawa jika Hutang/loan itu termasuk yang wajib zakat, ia wajib mengeluarkan zakat setahun pada saat ia menerimanya, walaupun berada di tangan orang yang berHutang/loan selama beberapa tahun. Ini adalah pendapat Umar bin Abdul Aziz, Al-Hasan, Al-Laith dan Al-Awza'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Syafi'iyyah dan Hanabilah mengecualikan binatang ternak dari Hutang/loan, jadi tidak ada zakat padanya. Kerana, syarat zakat pada binatang ternak menurut mereka adalah as-saum (iatu diberi makan tanpa biaya dengan digembalakan di padang rumput dan sejenisnya). Sedangkan yang berada dalam tanggungan tidak disifati dengan saum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;Al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah, Kuwait&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarjeehan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak pasti apakah jenis perbankan yg anda maksudkan: perbankan Islam atau perbankan ribawiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami juga tidak pasti loan itu utk apa? samada Qardhul hasan, gadaian atau personal loan Islam yg ditawarkan oleh bank rakyat dan SPTF atau pinjaman perumahan atau kenderaan atau pinjaman membeli amanah saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika pinjaman secara umum, maka posting dari Ust Zayed adalah memadai. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-6889838603922520110?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/6889838603922520110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pinjaman-bank.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6889838603922520110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6889838603922520110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/pinjaman-bank.html' title='Pinjaman bank'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-6607474798766926408</id><published>2009-02-02T17:02:00.001+08:00</published><updated>2009-02-02T17:24:04.309+08:00</updated><title type='text'>Insuran, kad diskaun bagi pelajar</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negara, terdapat skim insuran bagi pelajar yang menuntut di sana yang cover barang-barang dan diri pelajar itu. Pelajar itu dikehendaki membayar sejumlah amaun setiap bulan. Pastinya skim ini tidak menggunakan garis panduan Islam. Jadi adakah boleh pelajar menggunakan skim ini kerana tiada alternatif lain? Jika apa-apa berlaku dan tiada insuran maka pelajar itu terpaksa mengguna wang yang banyak dan ini akan menyukarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat juga kad diskaun yang mana pelajar perlu membayar yuran tahunan atau yuran pendaftaran. Diskaun diperoleh untuk pembelian barangan, telefon dan untuk tiket bas/keretapi. Adakah ini dibenarkan dlm Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saya pernah menuntut di luar negara (negara Barat) dan insuran yg anda maksudkan itu merupakan suatu yg dipaksakan oleh negara Barat kepada rakyatnya termasuk warga asing. Semasa saya menuntut di sana, pelajar Malaysia mengambil insuran International Underwriter. Ini HARUS kerana kita tidak ada pilihan atas alasan dharurat (Dharurat mengharuskan yg terlarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kad Diskaun itu kita memerlukan maklumat lanjut, apakah ia spt Touch and Go yg boleh digunakan di lebuhraya, LRT, parking ticket.. atau spt Kad Diner's Club? atau Kad pasaraya spt Sears, Walmart, KMart, Hudson (USA), Harrods, Mark and Spencer (UK). Jika ia spt kad Touch &amp; Go utk memudahkan kita menggunakannya kerana ia adalah Kad Prepaid, maka tiada salahnya. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-6607474798766926408?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/6607474798766926408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/insuran-kad-diskaun-bagi-pelajar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6607474798766926408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/6607474798766926408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/insuran-kad-diskaun-bagi-pelajar.html' title='Insuran, kad diskaun bagi pelajar'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4156747471034065297</id><published>2009-02-01T17:28:00.004+08:00</published><updated>2009-02-01T17:29:42.476+08:00</updated><title type='text'>Aqad Dalam Jual Beli</title><content type='html'>Assalamualaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin bertanya sedikit berkenaan hukum akad dlm jual-beli, setahu saya dlm jual-beli kedua-dua pihak iaitu pihak yang menjual dan pihak yang membeli seharusnya mencapai persetujuan barulah hukum ini akan sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 1 kes,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cthnya : Si Ali telah memesan sesuatu makanan dan memberitahu si tukang masak agar melebihkan sedikit rencah didlm masakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila makanan sampai dan Ali telah memakan makanan itu, barulah si tukang kira mengira dan meletakkan satu harga yang memang tidak munasabah. Ali telah rasa dirinya tertipu dan kerana terpaksa dan tanpa kerelaannya telah membayar harga makanan tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah hukumnya meletakkan sesuatu harga yang tidak MUNASABAH?&lt;br /&gt;2. Apakah hukumnya Ali memakan makanan tersebut dimana didalam hal ini hukum akad itu tidak dapat dilaksanakan( Tiada persetujuan dibelah pihak Ali)?&lt;br /&gt;3. Apakah hukumnya jika Ali tidak ingin membayar makanan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin selitkan sedikit penerangan yang telah saya dapati :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Sah Jual Beli&lt;br /&gt;Sahnya suatu jual beli bila ada dua unsur pokok yaitu bagi yang beraqad dan (barang) yang diaqadi, apabila salah satu dari syarat tersebut hilang atau gugur maka tidak sah jual belinya. Adapun syarat tersebut adalah sbb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang: beraqad :&lt;br /&gt;1. Adanya saling ridha keduanya (penjual dan pembeli), tidak sah bagi suatu jual beli apabila salah satu dari keduanya ada unsur terpaksa tanpa haq (sesuatu yang diperbolehkan) berdasarkan firman Allah Ta'ala " kecuali jika jual beli yang saling ridha diantara kalian ", dan Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda "hanya saja jual beli itu terjadi dengan asas keridhan" (HR. Ibnu Hiban, Ibnu Majah, dan selain keduanya), adapun apabila keterpaksaan itu adalah perkara yang haq (dibanarkan syariah), maka sah jual belinya. Sebagaimana seandainya seorang hakim memaksa seseorang untuk menjual barangnya guna membayar hutangnya, maka meskipun itu terpaksa maka sah jual belinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharap, saudara-saudara dapat membantu menerangkan serba-sedikit kerana ianya hukum dan makanan yang akan menjadi darah-daging......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riz_abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Founder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualakum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. aqad jualbeli dalam industri makanan berhidang ialah bila anda telah makan dan membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika anda merasakan tidak puashati dgn caj yg dikenakan, menjadi hak anda utk minta itemised billing, maksudnya bil terperinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika anda membuat bantahan dan dia mengemukakan jawapan. Maka jika terdapat unsur kezaliman dalam jawapannya, anda hendaklah membuat aduan kepada kementerian HEP dan Perdagangan dalam negeri (menteri YB Shahril Abd Samad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pastikan restoren itu bukan jenis hi-end (maksudnya restoren elit yg mengenakan caj yang mahal) kerana sifat eksklusifnya. Cth: fresh oren di warung hanyalah RM 1.80. Tapi di restoren elit berharga RM 9.90. pastikan anda tahu status restoren tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan kepada soalan2 Riz bergantung kepada sejauh mana apa yg kita senaraikan di atas telah dilakukan. Itulah hak anda sebagai pengguna yang diamalkan sejak zaman salaf lagi. Di mana di zaman salaf, peniaga dan pembeli yang merasa tertipu akan datang mengadu kepada pejabat khalifah. Bila pejabat khalifah memutuskan, maka itulah hukum muktamad kepada status akad tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thtl utk&lt;br /&gt;Lajnah Fiqh dan Penyelidikan Ilmiah AFN (LFPI-AFN)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4156747471034065297?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4156747471034065297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/aqad-dalam-jual-beli.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4156747471034065297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4156747471034065297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/aqad-dalam-jual-beli.html' title='Aqad Dalam Jual Beli'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-5091685588047039310</id><published>2009-02-01T11:34:00.002+08:00</published><updated>2009-02-01T11:35:49.814+08:00</updated><title type='text'>Bermuamalah-Negotiation of Debts</title><content type='html'>Assalamualaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar ayat dalam surat Al-Baqarah, transaksi perniagaan, bank dsb disarankan agar sabit dengannya perjanjian yang nyata bersama saksi dsb. Di zaman sekarang, banyak negotiation diadakan apabila satu pihak tidak dapat menjelaskan hutangnya cthnya dalam pembelian barangan dan property. Lazimnya pihak bank atau si pemiutang memberi kelonggaran atas dasar pokok atau dikurangkan cthnya Danaharta. Di dalam ayat tersebut Allah SWT melarang kita mengurangi jumlah hutang kita atas dasar keadilan. Bagaimana jika keadaan diatas jika berlaku.&lt;br /&gt;JKK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkejutnya juga kerana soalan ini sudah masuk sebulan setengah. Mohon kema'afan kerana miss soalan anda. Inilah jawapannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda merujuk pada kegawatan ekonomi sejak 1998 di mana isu Non-Performing Loan yg diambil alih oleh Danaharta Berhad. (Kami kesuntukan masa dan ruang utk menjelaskan mekanisma operasi Danaharta), Amnya, Islam membolehkan negotiation, pengurangan loan atau loan itu dihapuskan (write-off) bila yg berhutang itu dilanda kesukaran hidup. Tapi pihak Bank dalam hal ini menyerahkan hutang ini pada Danaharta Bhd utk mengurus NPL (non-performing loan)&lt;br /&gt;Dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Firman Allah (terjemah), “ Jika ia orang yg dalam keadaan sukar, maka hendaklah diberi tangguh sehingga ia memperoleh kemudahan dan bersedeqahlah bagimu lebih baik jika kamu mengetahui..” AQ 2: 281&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sabda Nabi saw,” B/siapa senang hatinya dilepaskan Allah dari kesusahan2 Hari Qiamat, maka hendaklah dia menyenangkan orang yg dalam keadaan sukar atau hendaklah dia menghapuskan saja hutang si papa itu.” (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. (Sabda) “Mudah2an Allah merahmati hamba yg berlaku mudah apabila menjual, mudah bila membeli dan mudah bila menagih hutang.” Muttafaq ‘alayh. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-5091685588047039310?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/5091685588047039310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/bermuamalah-negotiation-of-debts.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5091685588047039310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/5091685588047039310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/bermuamalah-negotiation-of-debts.html' title='Bermuamalah-Negotiation of Debts'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-1072147033001690363</id><published>2009-02-01T11:31:00.004+08:00</published><updated>2009-02-01T11:34:23.124+08:00</updated><title type='text'>KWSP Pencarum Tiada Pilihan Pelaburannya</title><content type='html'>Assalamualaikum...&lt;br /&gt;Minta maaf. Di sini saya inginkan kepastian. Apabila kita mengetahui bahawa KWSP masih diurus secara konvensional adakah ia bermakna dividen KWSP itu riba? dan oleh kerana pencarum tidak ada pilihan untuk menentukan pelaburannya, maka apa kita boleh buat dengan dividen itu? Ia dikira halal atau haram digunakan? Terima kasih di atas jawapan sebelum ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memohon ma'af kerana soalan ini sudah sebulan dalam Bank Soalan. Kami menjangkakan Ust Gayat kami akan memindahkan ke Ruangan Soalan Ulangan. Kerana kita sudah menjawabnya beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWSP (Kumpulan Wang Simpanan Pekerja) adalah skim mandatori dan umat Islam tidak boleh mengelakkan diri dari KWSP. JUga Umat Islam juga tiada kawalan terhadap pelaburan dan instrumen kewangannya seperti mana mereka tidak boleh menyelidiki dari mana punca gajinya jika datang dari Perbendaharaan Negara. Tidak dinamakan riba ke atas sesuatu yg seseorang tiada kawalan atasnya (Dalil: AQ 2 alBaqarah: 173). Cuma kebelakangan ini KWSP membenarkan tabung 1 dikeluarkan (mengikut formula yg ditetapkan: 10% dari balance melebihi RM 50K) utk dilaburkan dalam skim unit trust yg diluluskan kerajaan) , maka gunakanlah peluang itu utk menyuburkan pelaburan KWSP anda dlm skim yg halal. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-1072147033001690363?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/1072147033001690363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/kwsp-pencarum-tiada-pilihan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1072147033001690363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1072147033001690363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/kwsp-pencarum-tiada-pilihan.html' title='KWSP Pencarum Tiada Pilihan Pelaburannya'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-3497277679841545843</id><published>2009-02-01T10:34:00.008+08:00</published><updated>2009-02-01T11:31:55.015+08:00</updated><title type='text'>Urusniaga Emas</title><content type='html'>Berniaga dengan emas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehkah kita mendapatkan keutungan dengan membuat pelaburan dari membeli dan menjual emas..&lt;br /&gt;halaman rujukan membeli dan menjual emas..&lt;br /&gt;http://www.maybank2u.com.my/rates/gold_rates.shtml :crazy:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama:&lt;br /&gt;Ahkam memohon ma'af kerana membiarkan soalan ini terlantar lebih sebulan di Bank Soalan. Kami tidak berkesempatan membuat double check kepada jawapan Ust Z kita kerana kesuntukan masa dan kedua: isu jual-beli emas tidak urgent kerana bukan senang nak menceburi bidang logam berharga ini.&lt;br /&gt;Kita perkemaskan jawapan Ust Zayed kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu’amalat jualbeli emas ada tiga cara:&lt;br /&gt;a. Urusniaga spot samada dalam bentuk tunai atau credit dalam masa antara 1-45 hari. Ia berdasarkan harga emas semasa di pasaran. Ia diistilahkan sebagai OTC (over the counter/spot price). Jika anda ingin berdagang emas pada urus niaga spot tidak ada masalah.&lt;br /&gt;b. Urusniaga Hadapan (Forward/Contract) iaitu kita ingin membeli logam emas pada suatu pada masa akan datang. Formula menggunakan harga spot dicampur kos pembawaan (cost of carry) termasuk kos pengangkutan+penyimpanan+insuran). Islam juga tidak ada masalah dalam jualbeli Hadapan (Dalam Fiqh Mu’amalat ia dinamakan Bai’ Salam)&lt;br /&gt;Selalunya pedagang atau usahawan logam berharga spt Habib Jewel, Zeenat Begum, pengusaha barang kemas di Kelantan, membeli emas secara OTC (spot) atau Kontrak Hadapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Urusniaga Derivatives/Future. Ia diurus oleh Clearing House. Di Malaysia oleh Suruhanjaya Komoditi. Jika di London oleh LMEX (London Metal Exchange), COMEX (Commodity Exchange, New York), Zurich dan Tokyo. Ini Islam tidak membenarkan kerana ada unsur perjudian dan gharar (kesamaran) disebabkan unsur spekulasi. Inilah yg dimaksudkan oleh Ust Zayed itu. WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;ziy@d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investment or trade dlm islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa2 perkara di dalam bidang perniagaan yang terdapat unsur gharar (spekulasi) dan maisir sudah tentu hukumnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah S.W.T:&lt;br /&gt;"Mereka bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) mengenai arak dan judi. Katakanlah: Pada keduanya ada dosa besar dan ada pula beberapa manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya. Dan mereka bertanya pula kepadamu: Apakah yang mereka akan belanjakan (dermakan)? Katakanlah: (Dermakanlah apa-apa) yang berlebihan dari keperluan (kamu). Demikianlah Allah menerangkan kepada kamu ayat-ayatNya (keterangan-keterangan hukumNya) supaya kamu berfikir." (Surah Al-Baqarah: ayat 219)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya lagi:&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman! Bahawa sesungguhnya arak dan judi dan pemujaan berhala dan mengundi nasib dengan batang-batang anak panah, adalah (semuanya) kotor (keji) dari perbuatan Syaitan. Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya." (Surah Al-Maidah; ayat 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini disebut dalam hadith muslim dari abu hurairah bahawa Rasulullah s.a.w mengharamkan penjualan gharar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam urusniaga seperti ini tak dapat tidak kita tak dapat lari dari speculation, forecast, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti conventional business tokey kedai emas, mereka membeli dan menjual emas pada harga yang ditentukan. Sebagai contoh 18k harganya sekian..sekian..Kenaikan harga emas diselaraskan dgn kehendak pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbalik kepada investment and trade in Gold. Rules dalam Islam selagi mana ia tidak melibatkan gharar (spekulasi)dan maisir (perjudian). urusniaga seperti transaksi kontra ataupun short selling adalah haram di sisi islam. Why? Urusniaga di dalam islam hanya berlaku bila kita ketahui siapa pemilik harta (sahibul mal) yang sah. Sedangkan dalam urusniaga kontra tidak diketahui dan berada di awangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini disebut dalam hadith muslim dari abu hurairah bahawa Rasulullah s.a.w mengharamkan penjualan gharar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dalam urusan pertukaran kewangan (Foreign exchange).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The way i see it, if gold transaction is treated the way as short selling/contra, mungkin jatuh haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanyalah pendapat saya, boleh diterima atau ditolak. Mungkin syeikh THTL :demam :bleh mempunyai jawapan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan&lt;br /&gt;Ibn Taymiyah, Al-Qawaid Al-Nuraniya Al-Fiqhiya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-3497277679841545843?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/3497277679841545843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/urusniaga-emas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3497277679841545843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/3497277679841545843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/urusniaga-emas.html' title='Urusniaga Emas'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-4425816645274104416</id><published>2009-02-01T10:28:00.010+08:00</published><updated>2009-02-01T10:33:54.347+08:00</updated><title type='text'>Masalah zakat al-fitr dengan wang</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam satu kuliah hadith yg saya hadiri baru2 ni, ustaz tersebut ada menyentuh tentang bab zakat.Katanya tidak ada dalil yg menyokong pembayaran zakat fitrah dengan menggunakan wang kerana pada zaman Rasulullah sendiri wang itu wujud tetapi tidak digunakan sebagai cara pembayaran sebaliknya pembayaran dilakukan dgn menggunakan bijiran ataupun kurma.Harap pihak al ahkam dapat memberi ulasan tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab persoalan sdr abing dengan kadar kemampuan yang ada, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam dua Shahih, diriwayatkan bahawa Abu Sa]ed al-Khudri ra. berkata :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;كنا نعطيها في زمن النبي صلى الله عليه وسلم صاعاً من طعام ، أو صاعاً من تمر أو صاعاً من شعير أو صاعا من أقط أو صاعا من زبيب&lt;/span&gt; . . &lt;/div&gt;"Pada masa Nabi saw kami mmberi satu sha' makanan (ta'aam), atau satu sha' kurma, atau satu sha' bali, atau satu sha' keju, atau satu sha' raisin..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Shiekh Abdul Aziz bin Baaz, berapa ulama' mentafsirkan perkataan ta'aam (makanan) didalam hadith diatas merujuk kepada gandum, dan yang lain merujuk kepada makanan ruji (staple food) penduduk tempatan, tidak kira apa jenisnya, sama ada ia gandum, jagung, atau makanan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;Pandangan yang mengatakan zakat al-fitr hanya boleh menggunakan 'staple food' atau makan ruji sesuatu negara, merupakan satu pandangan yang semata-mata hanya melihat nas berbanding dengan pandangan dan ijtihad yang melihat syariah secara global dan tidak juga mengabaikan nas-nas yang khusus (juz'iyah). Bukan sedikit mereka yang berijtihad bahawa zakat al-fitr boleh dikeluarkan dengan menggunakan wang. Menurut Sheikh Al-Islam Ibn Taimiyah didalam Maj'mu' Fatawa (25/82) berkata :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فامعروف من هذهب مالك والشافعي أنه لا يخوز، وعند أبي حنيفة يجوز، وأحمد ـ رحمه الله ـ قد منع القيمة في مواضع، وجوزها في مواضع، فمن أصحابه من أقر النص، ومنهم من جعلها على روايتين&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;"Telah diketahui umum dari Mazhab Malik, dan sesungguhnya Al-Syafie tidak membenarkan, Abu Hanifah membenarkan, dan Ahmad rh. - telah melarang harga di [sebahagian] tempat-tempat, dan membenarkan di tempat-tempat [lain], dan dari pengikutnya mengakui akan kenyataan tersebut, dan dari mereka terdapat dua riwayat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sheikh Dr Yusuf Al-Qardhawi, applikasi penggunaan wang didalam pembayaran zakat telah diamalkan oleh para sahabat, generasi tabien dan dilaksanakan pada zaman pemerintah Khalifa Al-Rasyidin eg: Umar bin Abdul Aziz. Termasuklah diantara mereka Imam Abu Hanifah dan pengikutnya, A-lhassan Al-Basri, Sufyan Al-Tsauri dsb. membenarkan mengeluarkan zakat (termasuk zakat al-fitrah)dengan membayar harganya. Ia juga merupakan pandangan para Ibn Qasim dan pengikut mazhab Malik. Berkata Imam Al-Nawawi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وهو الظاهر من مذهب البخارى في صحيحه&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Ini pula yang kelihatan dari pandangan (mazhab) Al-Bukhari didalam Shahihnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Rusyaid :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وافق البخارى في هذه المسألة الحنفية مع كثرة مخالفة لهم لكن قاده إلى ذلك الديل&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;"Al-Bukhari didalam masalah ini bersetuju dengan (Imam )Al-Hanifah walau didalam banyak hal beliau sering berbeza pendapat dengan mereka, akan tetapi beliau mengemukan dalil bagi pendapat ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama'-Ulama' telah mengemukan beberapa pandangan yang mengarabkan prioriti dan juga maslahat yang jelas tanpa mengingkari nas-ans yang shahih. Kerana kerana Shiekh Al-islam Ibn Taimiyyah berkata :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الأظهر في هذا : أن إخراج القيمة لغير حاجة، ولا مصلحة راجحة، ممنوع منه&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Yang paling jelas didalam permasalahan ini ialah , mengeluarkan harga tanpa ada keperluan (hajat), dan tanpa kemaslahatan yang jelas adalah dilarang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shiekh Dr Yusuf Al-Qardhawi telah merumuskan 3 dalil mengenai pendapat ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Disana ada sabda Nabi saw :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أغنوهم ـ يعنى المساكين - في هذا اليوم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Kayakan mereka - iaitu orang-orang miskin - pada hari ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kayakan mereka' didalam hadith diatas bermakna diberi mereka wang dan juga makanan. Bahkah kadang-kadang wang(duit) lebih utama (prioriti), kerana orang-orang fakir pada masa itu sudah memperolehi banyak makanan. Disamping itu orang fakir dapat membeli barang-barang keperluan seperti makanan, minuman, pakaian dan keperluan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Imam Mundzir mengatakan bahawa kebenaran mengeluarkan zakat dengan wang telah lama dilakukan sejak dulu lagi. Ini telah ditunjukkan bahawa para sahabat membenarkan mengeluarkan setengah sha' gandum kerana dianggap sama nilainya dengan satu sha' kurma, sehingga Muawiyah berkata : 'saya melihat dua mud gandum Syam senilai dengan satu sya' kurma'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemberian zakat dengan harganya ini lebih mudah dilakukan pada zaman ini, terutamanya didalam negara industri dimana orang tidak akan bermuamalah kecuali dengan wang. Disamping itu, pemberian zakat dengan wang lebih bermunafaat kepada orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah berkata bahawa beliau lebih gemar memberi 'cash' (duit) zakat al-fitr nya di kawasan metropolitan seperti Damsyik ditempat beliau tinggal kepada orang miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustaz Zoubir Bouchikhi :"Nowadays, it is very useful and helpful to give money to the poor people than to give them rice or barley or any agricultural thing, as they may have a lot that they will not use after all."&lt;br /&gt;{Kini, adalah lebih bermunafaat dan berguna memberi duit kepada orang miskin dari memberi beras, bali atau apa-apa barangan pertanian, yang mana mereka telah ada dengan banyaknya dan kemungkinan ia tidak digunakan langsung}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Ali Al-Showa, professor Syariah Universiti Jordan didalam menjawab Fatwa secara live di IslamOnline.Net berkata :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يجوز للمسلم أن يخرج قيمة زكاة الفطر نقودا؛ لأن النقود وسيلة صالحة لشراء السلع والخدمات؛ فيمكن للإنسان أن يشتري بها الطعام وغيره&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Dibenarkan untuk orang Islam mengeluarkan harga zakat al-fitr dengan wang, kerana sesungguhnya wang sesuai bagi membeli barangan dan perkhidmatan! Maka manusia boleh membali makanan dan barangan yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;Satu nasihat dari Sheikh Al-Qardhawi : terdapat beberapa padangan samada boleh menggunakan wang atau tidak, maka seseorang Islam itu harus mengambil pendapat seorang ulama' yang paling mantap dihatinya, dan berpandangan ulama' tersebut lebih mengerti tentang agamanya, lebih mengerti sumber-sumbernya, lebih mengetahui maksudnya, tidak mengikut hawa nafsu dan tidak menjual dunia dengan keuntungan dunianya atau dunia orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti masalah diatas, seorang ustaz tidak boleh mengecam (mengutuk) ijtihad yang telah diperselisihkan oleh Imam-Imam yang membolehkan zakat dikeluarkan dengan wang. Umat Islam dibolehkan bertaklid jika kemampuannya hanya disitu, iaitu tidak memiliki alat-alat ijtihad dan syarat-syaratnya, kerana firman Allah didalam surah al-Baqarah ayat 286: "Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan apa yang ia mampu...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga memetik kata-kata mashur dari Imam Al-Syafie :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;رأيي صواب يحتمل الخطأ، ورأي غيري خطأ يحتمل صواب&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;"PendapatKu adalah benar dan berkemungkinan salah, dan pendapat selain dariKu adalah salah dan kemungkinan benar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu'alam, wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====&lt;br /&gt;Rujukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shiekh Abdul Aziz bin Baaz. Majallat al-Buhooth al-Islamiyyah, isu no. 17, ms. 79-80 . url : http://63.175.194.25/index.php?cs=prn&amp;amp;ln=ara&amp;amp;QR=22888&amp;amp;dgn=3&amp;amp;dgn=2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Abdul Rahman Mohammad bin Qasim. [penyusun]Majmu' Fatawa Shiekh Al-Islam Ibnu Taimiyah - 25Mekah : Penerbitan Al-Hukumah, 19??. ms 82.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Shiekh Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Fatawa Mu'aasyirah - II. cetakan ke 3. Kuwait : Dar-Al-Qalam, 1994. ms 240.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Zoubir Bouchikhi. What are the Shari'a evidences that one can pay Zakat-ul-Fitr as money these days? . url : http://www.islamonline.net/fatwa/english/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=21169&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dr Ali Al-Showa. Fatwa secara Live - IslamOnline. url : http://www.islamonline.net/livefatwa/arabic/Browse.asp?hGuestID=23Y74c&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-4425816645274104416?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/4425816645274104416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/masalah-zakat-al-fitr-dengan-wang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4425816645274104416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/4425816645274104416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/masalah-zakat-al-fitr-dengan-wang.html' title='Masalah zakat al-fitr dengan wang'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-1228415313581276513</id><published>2009-02-01T10:27:00.005+08:00</published><updated>2009-02-01T10:28:54.470+08:00</updated><title type='text'>Hadiah daripada Vendor</title><content type='html'>Assalamualaikum....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dikasihi panelis dan sahabat sahabat rahimakumullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak silap saya pada zaman Nabi s.a.w ada satu kisah yang menceritakan seorang amil yang mengutip zakat pada masa yang sama ada bahagian diberikan khusus kepada beliau selain daripada zakat yang dikutip, lalu nabi melarang perbuatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan saya ialah adakah keadaan tersebut sama dengan keadaan masa sekarang di mana sekiranya kita ada membuat satu urusan pembelian barang barang bagi pihak yang lain (pembelian utk office dsb), setelah selesai urusan pembelian tersebut, pihak vendor ada memberikan satu barangan (walaupun tidak diminta dan barangan tersebut nilainya kecil shj). Adakah keadaan tersebut sama dengan keadaan yang pernah dilarang oleh Nabi s.a.w spt di atas.&lt;br /&gt;wassalam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;p/s Hadis tersebutialah “Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melantik seorang lelaki daripada suku Azd bernama Ibnu Lutbiyah, Ibnu Sarah bercerita: “(Dia) ialah Ibnu Utbiyah”, (bertugas sebagai) pemungut zakat. Lalu Ibnu Utbiyah (ketika menghadap Nabi) berkata: “Ini untuk kamu dan yang ini dihadiahkan untuk saya”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bangun berdiri di atas mimbar, Baginda memuji-muji Allah dan menyanjungNya lalu bersabda: “Bagaimanakah seorang petugas yang diutus, kemudian dia datang sambil berkata: “Ini untuk kamu dan yang ini dihadiahkan untuk aku, tidakkah dia duduk di rumah ibunya atau ayahnya saja, lalu dia menunggu-nunggu; apakah dia diberi hadiah atau tidak? Tidaklah seseorang daripada kamu yang membawa sesuatu daripada harta yang didapatinya itu (rasuah) melainkan di hari kiamat harta itu datang, jika (harta itu) seekor unta, unta itu akan melengguh, atau seekor lembu, lembu itu akan menguak, atau seekor kambing, kambing itu akan mengembik. Kemudian Baginda mengangkat kedua tangannya sehingga kami nampak ketiaknya lalu bersabda: “Wahai Tuhan, bukankah saya telah menyampaikan” (Hadis riwayat Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****************&lt;br /&gt;ziy@d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg saudara sebutkan dlm hadith itu adalah rasuah. Rasuah sememangnya ditegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal Pemberian hadiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaedah: Al-aslu fil Asya' al-ibahah&lt;br /&gt;Asal sesuatu perkara (muamalat, keduniaan) adalah mubah (harus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya sesuatu pemberian harus diterima melainkan pemberian yang haram atau berasal daripada yang haram atau tujuan pemberian itu berunsur rasuah. Oleh kerana itu pemberian itu ada berbagai bentuk;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i.Pemberian yang halal bagi pemberi dan penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii.Pemberian yang haram bagi kedua-dua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii.Pemberian yang halal bagi pemberi dan haram bagi penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian yang halal bagi penerima ialah pemberian seseorang kepada seseorang yang lain seperti kepada isteri, anak, sahabat, kawan karib dan lain-lain dengan tujuan supaya tercipta perasaan kasih sayang, mahabbah, keakraban dan silaturrahim sesama mereka. Perkara inilah yang sangat digalakkan oleh Islam sebagaimana sabda Rasulullah S.A.W di atas. (Maksudnya: “Beri memberilah antara kamu, nescaya kamu saling cinta mencintai antara sesama kamu”.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala pemberian haram bagi si pemberi dan penerima ialah apabila pemberian yang diberikan kepada seseorang itu dengan tujuan atau harapan hajatnya akan tercapai, dipenuhi dan diluluskan. Bentuk pemberian seumpama ini disebut juga sebagai rasuah. Dalam hal ini Rasulullah S.A.W memberi amaran:&lt;br /&gt;“Sesiapa yang memberi syafaat (bantuan) kepada saudaranya, kemudian dia mendapat hadiah diatas pertolongan tersebut, lalu dia menerimanya, maka dia (si penerima hadiah) telah mendatangi satu pintu besar dari pintu-pintu riba.”(Hadith riwayat Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah juga ada menyatakan:&lt;br /&gt;“Sesiapa yang memberikan hadiah kepada wali al-amr untuk melakukan perbuatan yang tidak diharuskan (haram) maka hadiah tersebut haram bagi pemberi dan penerima. Inilah hadiah berbentuk rasuah yang disabdakan oleh Nabi S.A.W: “Allah melaknat pemberi rasuah dan penerimanya”. (Fatwa: 5/244)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian yang harus bagi pemberi dan haram pula bagi yang menerimanya ialah seperti orang yang memberi merasa takut atau bimbang terhadap kezaliman si penerima dengan harapan pemberiannya itu mampu menghentikan perbuatan zalim daripada si penerima tersebut. Menurut jumhur ulama bahawa harus memberikan sesuatu pemberian untuk memberikan hak si pemberi yang wajib ditunaikan oleh si penerima dengan tujuan untuk mencegah kezalimannya dan perkara sedemikian tidak menjadi dosa kepada pemberi sedangkan yang berdosa adalah penerimanya. (Al-Mausu‘ah Al-Fiqhiyah: 22/222)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riwayat daripada Ibnu Mas‘ud R.A bahawa ketika beliau berada di Habsyah beliau pernah memberikan dua dinar (sehingga urusannya selesai), lalu menyatakan bahawa dosanya hanyalah ke atas orang yang menerimanya bukan ke atas orang yang memberi. (Al-Qurtubi: 6/184)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkara ini juga Imam Ibnu Taimiyah ada mengatakan yang maksudnya :&lt;br /&gt;“Jika seseorang memberi hadiah kepada seseorang untuk mencegah kezalimannya atau untuk memberikan haknya (pemberi) yang mesti ditunaikan oleh penerima hadiah maka hadiah itu haram bagi penerima dan harus bagi pemberi”. (Al-Fatawa: 5/244)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lisan al-Arab (Ibn Manzur) rasuah ialah suatu pemberian untuk melaksanakan maslahat (tugas atau kewajipan untuk mendapatkan sesuatu). Manakala Mu‘zam Lughah Al-Fuqaha mendefinisikan rasuah sebagai memberikan harta atau seumpamanya bagi tujuan menutup perkara yang hak dan benar atau untuk membenarkan yang batil. Dengan maksud yang lain suatu yang diberikan kepada seseorang untuk menghidupkan kebatilan atau untuk menghancurkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam.&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahqeeqan (Analisis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JKK dan syukran kpd Ansar kami, Ust Zayed yg agak konsisten menyumbang dan menggilap bakat Fiqihnya. Ilmu itu perlu dipelajari dan digilap kerana ia laksana pedang, lagi banyak sumbing pedang itu bermakna ia sentiasa di gunakan. Begitulah ilmu, lagi banyak kita gunakan ia, maka kesilapan dan kesalahan itu akan semakin mematangkan keilmuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbalik pada soal hadiah dari Vendor. Vendor dalam konteks hari ini ada pelbagai jenis: ada vendor jangkapanjang yg membekalkan barangan dan perkhidmatan utk sesebuah organisasi utk jangkapanjang dan hubungan vendor dgn organisasi sudah dianggap partner (rakan). Ini berlaku pada syarikat Jepun atau MNC (multinational) spt Motorola, GE, di mana vendor adalah sahabat atau rakan. Jika vendor ini sudah mencapai status rakan atau partner, maka hadiah kecil-kecilan spt diary, kalendar, pen yg juga diberikan kepada kakitangan yg lain adalah harus. Ini kerana ia bukan bertujuan mempengaruhi tender akan datang tapi dalam rangka mengiratkan hubungan firma dan vendornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika vendor itu statusnya one-off (maksudnya) menghantar barangan sekali sekala atau secara tender sebut harga setiap kali ada tawaran baru, maka hadiah2 dari vendor begini dan tidak diberikan kepada kakitangan yg lain dan ada tujuan supaya mereka mendapatkan kontrak, maka ia rasuah walaupun kecil nilainya. Jadi ia bergantung pada jenis vendor. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7263816984165926697-1228415313581276513?l=qakerjadankewangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/feeds/1228415313581276513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hadiah-daripada-vendor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1228415313581276513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7263816984165926697/posts/default/1228415313581276513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qakerjadankewangan.blogspot.com/2009/02/hadiah-daripada-vendor.html' title='Hadiah daripada Vendor'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7263816984165926697.post-865672190154035341</id><published>2009-02-01T10:08:00.013+08:00</published><updated>2009-02-01T10:25:46.821+08:00</updated><title type='text'>Jual Beli dan iklan didalam masjid</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minta jasa baik dari pihak panel menerangkan tentang haramnya mengadakan aqad jual beli serta mendedahkan barang jualan didalam masjid (rujukan : kitab bahrul madzi). adakah menampal iklan jualan barang atau servis didalam masjid dikira sebagai mendedahkan barang jualan ? dan apa pendapat jumhur ulamak?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Terima kasih sdr/i Nuun, Insyallah kami akan cuba menjawab persoalan diatas dengan kemampuan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadith petikan Bahrul Mazi (dari laman al-ahkam):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber ‘Abdullah B. ‘Amr B. Al- ‘Aash r. ‘a. daripada Rasulullah s.a.w. bahawasanya beliau menegah membaca (mendeklamasi) sya’ir di dalam masjid, berjual-beli di dalamnya dan duduk berlingkungan (berkumpulan) pada hari Jumu’at sebelum sembahyang (Jumu’ at). Kata Abu Isa At-Turmudzi: Dalam bab ini terdapat lagi Hadith sumber daripada Buraidah, Jaabir dan Anas. Hadith ini bertaraf Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;url : http://al-ahkam.com.my/forum/showflat.php?Cat=&amp;amp;Board=Bahrul&amp;amp;Number=9548&amp;amp;page=3&amp;amp;view=collapsed&amp;amp;sb=5&amp;amp;o=&amp;amp;fpart=1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;Hukum berjual-beli didalam masjid, hukumnya adalah khilaf dikalangan para Imam Mazhab. Ada yang mengatakan haram, ada yang memakruhkannya dan ada yang melihat kepada apa yang ingin dijualkan.Perkara ini juga telah disebut oleh Imam Al-Qurthubi didalam tafsirnya (12/269), mengenai penjagaan masjid dan juga mengenai jual-beli didalam masjid. Didalam Hadith Muslim ada menyebut :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;{إنما بُنِيَت المَساجد لما بُنِيَتْ له&lt;/span&gt;}&lt;br /&gt;"Masjid dibina bagi tujuan apa ia dibina"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berkata Al-Qurthubi lagi : Ini menunjukkan bahawa asalnya tidaklah selain dari Solat, Zikir dan membaca Al-Quran, dan ini bertepatan dengan Hadith Nabi saw - hadith Badui (Al-'Arabi) yang kencing didalam masjid dan diriwayat oleh Al-Tirmudzi (ms 270), bahawa Nabi saw melarang membaca syair dan jual-beli didalamnya. Al-Qurthubi berkata lagi : beberapa dikalangan ulama' yang memakruhkan jual-beli didalam masjid, begitulah kata Ahmad dan Ishaq. Kata beliau lagi : Al-Tirmudzi mengatakan bahawa terdapat riwayat beberapa ulama' dari tabien memberi ruhsah jual-beli didalam masjid dari nabi saw - didalam Hadith yang lain Nabi saw memberi ruhsah bersyair didalam masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Imam Mazhab menurut Sheikh Atiyyah Saqr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekas Pengerusi Rumah Fatwa Mesir, Sheikh Atoyah Saqr berkata : Mazhab Hanafi memakruhkan aqad jual beli didalam masjid, tetapi jika ia berbentuk hadiah dan sebagainya tidaklah makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maliki juga berpendapat yang sama dengan Hanafi. Bagi Hanbali pula : Jual-Beli adalah haram didalam masjid, dan aqad ini adalah terbatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafie berkata : Jual-beli didalam masjid sentiasa haram, dan bagi sekiranya ia berlaku khilaf pada permulaannya melainkan jika ia mengganggu solat maka ia menjadi haram.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فالخلاصة أن عقد الصفقات في المسجد في بعض الأحيان مكروه أو خلاف الأولى عند الجمهور وحرام وباطل عند أحمد، واتخاذه لذلك على الدوام حرام عند الشافعية والحنابلة، وكذلك إذا أدّى إلى التضييق على المصلِّي، وأرى حرمتَه إذا أخلّ بحرمه المسجد سواء أكان أحيانًا أو على الدوام&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;"Intipati yang ingin disampaikan disin ialah melakukan aqad (jual-beli) kadangkala makruh atau perselisihan awal dikalangan jumhur dan Haram dan batal disisi Ahmad, dan dengan mengambil larangan yang sentiasa haram disini Syafie dan Hanbali., dan begitu jika ia menggangu solat dan melihatnya sebagai haram jika ia melampai kehormatan masjid samada kadang-kadang atau selalu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------&lt;br /&gt;Pandangan ulama Saudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Sheikh Abdullah ibn Jibreen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh ibn Jibreen telah bertanya mengenai penjualan barangan didalam masjid yang bertujuan mengutip sumbangan, kata nya :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لا يجوز البيع والشراء داخل المساجد سواء الكتب أو غيرها ولو كان نفعها يعود على اليتامى ونحوهم لكن لا بأس بجعلها في صندوق خاص وكتابة قيمتها فوقها وجعل حصالة هناك من أراد نسخة أدخل ثمنها في الحصالة وأخذ نسخة دون أن يكون مساومة ومماكسة وإيجاب وقبول&lt;/span&gt; .&lt;/div&gt;"Tidak dibenarkan membeli atau menjual didalam masjid, samasa mengenai buku atau barangan lain, walaupun ini membawa kepada menunafaatkan anak yatim sebagai contoh. Akan tetapi tidak salah dengan meletakkan kotak khas dan menulis harga diatasnya, dan meletakkan kotak duit bersamanya agar sesiapa yang inginkan nya akan meletakkan duit didalam kotak-duit dan mengambil senaskah, tanpa tawar-menawar, penawaran atau penerimaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Sheikh Ibnu Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Ibnu Utsaimin telah ditanya akan samada boleh mengumumkan melalui corong masjid mengenai majlis berbuka puasa, beliau mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;هذا الإعلان لا بأس به لأنه إعلان فيه دعوة للخير و ليس المقصود به بيعا و لا شراء ، المحرم أن يعلن عن البيع و شراء أو تأجير و استئجار مما لم تبن المساجد من أجله و أما الدعوة إلى الخير و إطعام الطعام و الصدقة فلا بأس به&lt;/span&gt; .&lt;/div&gt;"Tidak ada salahnya mengenai pengumuman ini, kerana ini adalah iklan dakwah dan ia tidak melibatkan jual atau beli. Apa yang haram ialah melakukan pengumuman mengenai penjualan, pembelian, pajak atau pun sewa, dimana ini semua bukan sebab masjid dibina, akan tetapi tidak salah melakukan pengumuman yang berdakwah kepada kebaikkan, membantu yang lain dan aktiviti kebajikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Muhammad Salih Al-Munnajid&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ويجب التنبه إلى أن يتم البيع خارج المسجد ، لأن البيع والشراء محرم في المسجد لقول النبي صلى الله عليه وسلم : ( إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُولُوا لا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ&lt;/span&gt; )&lt;/div&gt;"Wajib kita nyatakan peringatkan bahawa berjual-beli hendaklah dilakukan diluar masjid, kerana adalah haram melakukan didalam masjid. Nabi saw bersabda "Jika kamu melihat sesiapa yang menjual dan membeli didalam masjid, maka katakan :'Allah tidak berkehendakkan perniagaan itu beruntung'" - (Riwayat al-Tirmudzi, 1321; dikelaskan sebagai Sahih oleh Al-Albani didalam Sahih al-Tirmudzi, 1066)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan yang moderate/pertengahan diantara mereka : Sheikh Faizal Mowlawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Faizal Mowlawi telah ditanya mengenai scenario berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dari persaudaraan Islam di Peranchis yang hidup secara terpisah disana. Mereka mempunyai perpustakaan yang mempunyai koleksi audio-visual, dan bertanyakan apakah boleh menjual pita-pita rakaman didalam masjid. Adalah dimaklumkan bahawa kerajaan Peranchis tidak membenarkan berniaga berhampiran masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Sheikh Faizal Mowlawi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama' tidak menyukai (makruh) penjualan dan perdagangan didalam masjid! Apa yang terjadi ialah tabiat tawar-menawar dan bertegang leher diantara dua pihak, dan kemungkinan besar akan melakukan penipuan, dan juga menimbulkan kemarahan dan berlakulah meninggikan suara sebagaimana yang berlaku kepada pedagang didalam pasar, disamping masjid diasaskan untuk beribadat kepada Allah, dan boleh dijadikan sebagai tempat diskusi masaalih umum dikalangan semua orang Islam...Bagi pasaran komersial ia lebih berbentuk pencapaian individu, maka ia tidak mengharmonikan peranan masjid yang asal.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فإني أفهم منه أن هذه الأشرطة تتناول موضوعات إسلامية وأحكاماً شرعية، وربما أشرطة لتلاوة القرآن الكريم، أو أشرطة أناشيد إسلامية أو محاضرات.. وبيعها في المسجد لا علاقة له بالتجارة أصلاً، وإنما هو نوع من نشر الوعي الإسلامي عن طريق "الكا
